Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS. Meski nilainya masih besar, pertumbuhan utang tercatat mulai melambat dibanding periode sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) dalam laporan terbarunya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia tumbuh 0,8 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

Secara bulanan, posisi ULN juga mengalami penurunan dibanding Februari 2026 yang mencapai US$437,9 miliar. Namun secara tahunan atau year on year (yoy), nilai ULN tercatat meningkat dibanding kuartal I 2025 yang berada di level US$195,5 miliar atau tumbuh 121,6 persen yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Denny Ramdan, mengatakan perkembangan ULN dipengaruhi oleh dinamika utang sektor publik dan sektor swasta.

“Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta. ULN pemerintah tumbuh lebih rendah, dan ULN swasta menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, ULN pemerintah pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$214,7 miliar atau tumbuh 3,8 persen secara kuartalan. Pertumbuhan ini juga melambat dibanding kuartal IV 2025 yang mencapai 5,5 persen.

Menurut BI, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih cukup terjaga.

Bank Indonesia menegaskan bahwa utang pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga disebut terus mengarahkan pembiayaan utang untuk sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga transformasi ekonomi jangka panjang.

Berdasarkan sektor, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk:
– Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 22,1%
– Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 20,2%
– Jasa pendidikan: 16,2% Konstruksi: 11,5%
– Transportasi dan pergudangan: 8,5%

Struktur ULN pemerintah juga masih sangat dominan dalam utang jangka panjang, mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Di sisi lain, ULN swasta tercatat menurun. Pada kuartal I 2026, posisinya sebesar US$ 191,4 miliar, turun dari kuartal IV 2025 yang mencapai US$ 194,2 miliar.

Secara qtq, ULN swasta mengalami kontraksi 1,8%, baik pada kelompok lembaga keuangan (financial corporations) maupun perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations). ULN lembaga keuangan tercatat turun 3,6% qtq, sementara ULN perusahaan nonkeuangan terkontraksi 1,3% qtq.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta didominasi oleh:
– Industri pengolahan
– Jasa keuangan dan asuransi
– Pengadaan listrik dan gas
– Pertambangan dan penggalian

Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 80,4% dari total ULN swasta. Selain itu, ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 76,6%.

Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terjaga, seiring penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5% pada kuartal I 2026 dari 30,0% pada kuartal IV 2025. Secara keseluruhan, struktur ULN nasional juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 85,4% dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” ujar Denny.

Ke depan, BI menegaskan bahwa ULN akan terus dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan meminimalkan risiko eksternal.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembaruan harga dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 28 Juli 2026, sejumlah jenis cabai mengalami penurunan harga, sementara mayoritas kebutuhan pokok lainnya masih bertahan stabil. Penurunan harga terjadi pada empat komoditas cabai. Cabe Merah Besar turun […]

  • Harga Sembako Jambi Terbaru: Cabai Rawit Tembus Rp64 Ribu

    Harga Sembako Jambi Terbaru: Cabai Rawit Tembus Rp64 Ribu

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan komoditas lain berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Lonjakan harga cabai rawit memperpanjang tren fluktuasi komoditas hortikultura yang selama ini paling sensitif terhadap perubahan pasokan. Selain cabai rawit, harga bawang putih ikut mengalami kenaikan sebesar 5,26 persen. Kini bawang putih dijual Rp38 ribu per kilogram. […]

  • Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam mengalami lonjakan pada Rabu (10/12/2025) ini. Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 1.600 menjadi Rp 36.245 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 9.461.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.501.988. Sedangkan perak dengan berat […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Naik 22 Persen Jadi Rp36.000 per Kilogram

    Harga Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Naik 22 Persen Jadi Rp36.000 per Kilogram

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami kenaikan pada Senin (20/7/2026). Komoditas yang paling mencolok adalah cabai merah besar dan cabai merah kecil yang melonjak hingga 22,22 persen, disusul telur ayam ras yang naik 11,76 persen. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga cabai […]

  • Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    Purbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru di 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wajib pajak bisa bernapas lega tahun depan. Pemerintah memastikan tidak ada pajak baru maupun kenaikan tarif pajak pada 2026. Namun, otoritas fiskal menyiapkan sejumlah kebijakan baru yang menuntut kesiapan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan pajak tahun 2026 akan fokus pada reformasi sistem, peningkatan kepatuhan, […]

  • Harga Perak Antam Meledak! Naik Rp4.350, Kini Tembus Rp55.800 per Gram

    Harga Perak Antam Meledak! Naik Rp4.350, Kini Tembus Rp55.800 per Gram

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Kenaikan signifikan ini membuat harga perak Antam menembus level Rp55.800 per gram. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, perak Antam melonjak Rp4.350 per gram hari ini. Sebelumnya, harga perak masih berada di level Rp51.450 per gram. Lonjakan harga tersebut […]

expand_less