Selasa, 19 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

  • account_circle -
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS. Meski nilainya masih besar, pertumbuhan utang tercatat mulai melambat dibanding periode sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) dalam laporan terbarunya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia tumbuh 0,8 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

Secara bulanan, posisi ULN juga mengalami penurunan dibanding Februari 2026 yang mencapai US$437,9 miliar. Namun secara tahunan atau year on year (yoy), nilai ULN tercatat meningkat dibanding kuartal I 2025 yang berada di level US$195,5 miliar atau tumbuh 121,6 persen yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Denny Ramdan, mengatakan perkembangan ULN dipengaruhi oleh dinamika utang sektor publik dan sektor swasta.

“Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta. ULN pemerintah tumbuh lebih rendah, dan ULN swasta menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, ULN pemerintah pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$214,7 miliar atau tumbuh 3,8 persen secara kuartalan. Pertumbuhan ini juga melambat dibanding kuartal IV 2025 yang mencapai 5,5 persen.

Menurut BI, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih cukup terjaga.

Bank Indonesia menegaskan bahwa utang pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga disebut terus mengarahkan pembiayaan utang untuk sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga transformasi ekonomi jangka panjang.

Berdasarkan sektor, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk:
– Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 22,1%
– Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 20,2%
– Jasa pendidikan: 16,2% Konstruksi: 11,5%
– Transportasi dan pergudangan: 8,5%

Struktur ULN pemerintah juga masih sangat dominan dalam utang jangka panjang, mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Di sisi lain, ULN swasta tercatat menurun. Pada kuartal I 2026, posisinya sebesar US$ 191,4 miliar, turun dari kuartal IV 2025 yang mencapai US$ 194,2 miliar.

Secara qtq, ULN swasta mengalami kontraksi 1,8%, baik pada kelompok lembaga keuangan (financial corporations) maupun perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations). ULN lembaga keuangan tercatat turun 3,6% qtq, sementara ULN perusahaan nonkeuangan terkontraksi 1,3% qtq.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta didominasi oleh:
– Industri pengolahan
– Jasa keuangan dan asuransi
– Pengadaan listrik dan gas
– Pertambangan dan penggalian

Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 80,4% dari total ULN swasta. Selain itu, ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 76,6%.

Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terjaga, seiring penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5% pada kuartal I 2026 dari 30,0% pada kuartal IV 2025. Secara keseluruhan, struktur ULN nasional juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 85,4% dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” ujar Denny.

Ke depan, BI menegaskan bahwa ULN akan terus dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan meminimalkan risiko eksternal.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun, Rp 3.406,67 per Kg

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun, Rp 3.406,67 per Kg

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki akhir tahun, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Jambi tidak menunjukkan tren positif. Kali ini harga kelapa sawit Provinsi Jambi kembali turun. Hasil rapat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi pada 24 Desember 2025 lalu, harga periode 26 Desember – 1 Januari 2026 berlaku untuk periode setelahnya, yakni periode 2-8 Januari 2026. Berkaca […]

  • Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan lagi pada Senin (24/11/2025). Kini harga emas Antam dibanderol Rp2.340.000 per gram. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,28 miliar. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam turun tipis Rp1.000 dari awalnya Rp2.341.000 menjadi Rp2.340.000 per gram pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga […]

  • 20 Tempat Pempek Terbaik di Jambi yang Wajib Kamu Coba, Dijamin Ketagihan Setiap Suapan!

    20 Tempat Pempek Terbaik di Jambi yang Wajib Kamu Coba, Dijamin Ketagihan Setiap Suapan!

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa bilang pempek enak cuma bisa kamu temukan di Palembang? Kota Jambi ternyata juga menyimpan banyak kedai pempek dengan rasa yang nggak kalah otentik! Dari yang kenyal gurih sampai cuko pedas manis yang bikin merem melek, semuanya siap manjain lidah kamu. Jadi, buat kamu yang lagi jalan-jalan ke Jambi atau sekadar ingin wisata […]

  • Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, sukses merebut kemenangan dalam seri MotoGP Amerika 2026 sekaligus kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP World Championship 2026. Bezzecchi tampil dominan sepanjang balapan di Austin. Ia bahkan mampu finis dengan keunggulan sekitar dua detik atas rival terdekatnya, Jorge Martin. Hasil ini membuat Bezzecchi kini mengoleksi 81 poin dan unggul […]

  • Cara Memulai Bisnis Rumahan Modal Kecil, Biar Cuan Lancar Tanpa Takut Gagal!

    Cara Memulai Bisnis Rumahan Modal Kecil, Biar Cuan Lancar Tanpa Takut Gagal!

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mau mulai bisnis rumahan tapi masih ragu karena takut gagal atau kehabisan modal? Tenang, semua pebisnis sukses juga berawal dari langkah kecil kok. Asal niatnya kuat dan tahu caranya, usaha rumahan bisa jadi sumber cuan yang stabil, bahkan bisa berkembang besar di kemudian hari. Nah, kalau kamu sedang mikir-mikir mau mulai usaha sendiri, […]

  • Timnas Indonesia vs Irak: Optimalkan Kekuatan Garuda, Bangkit!

    Timnas Indonesia vs Irak: Optimalkan Kekuatan Garuda, Bangkit!

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia akan menghadapi laga krusial melawan Timnas Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat grup B. Pertandingan penentu ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 02.30 WIB, di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah. Laga Indonesia vs Irak ini menjadi sangat vital untuk menjaga asa skuad […]

expand_less