Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang. Hingga pukul 11.04 WIB, IHSG tercatat merosot 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif dari penyedia indeks global yang memicu aksi jual investor.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana (Didit), mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG saat ini sangat terbebani oleh kondisi makroekonomi dan bursa regional yang mayoritas terkoreksi.

“Nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan dan saat ini berada di level Rp17.676 per dolar AS, yang turut membebani pergerakan IHSG,” ujar Didit.

Selain faktor mata uang, pasar modal Indonesia juga menghadapi tekanan dari pengumuman penyedia indeks global, MSCI dan FTSE. Kedua lembaga tersebut dilaporkan masih membekukan posisi saham-saham Indonesia dan mengeluarkan beberapa emiten dari daftar konstituen mereka.

Kondisi ini diprediksi akan memicu arus modal keluar (outflow) dalam skala besar pada akhir Mei 2026. Didit menambahkan bahwa konflik geopolitik yang berlarut-larut telah mengerek harga minyak mentah dunia ke atas 100 dolar AS per barel. Hal ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global di masa depan.

Senada dengan Didit, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pelemahan IHSG didorong oleh fenomena risk-off akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memicu aksi jual agresif oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Pasar masih dibayangi aksi jual asing yang kembali agresif. Efek lanjutan dari rebalancing MSCI serta sinyal keras dari FTSE yang akan menghapus saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) semakin menekan psikologis pasar,” jelas Reydi.

Kekhawatiran terhadap keluarnya dana asing dan passive funds diperkirakan masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek, seiring dengan upaya pelaku pasar memitigasi risiko di tengah ketidakpastian global yang tinggi.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Merah Naik, Cabai Rawit Merah Turun di Pasar Angso Duo Jambi 

    Harga Cabai Merah Naik, Cabai Rawit Merah Turun di Pasar Angso Duo Jambi 

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis, 30 Juli 2026, didominasi kondisi stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura mengalami perubahan harga, terutama cabai dan bawang merah. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil masing-masing naik 10 persen menjadi Rp40.000 […]

  • BUMD Muaro Jambi Jadi yang Pertama Kelola Sumur Minyak Rakyat Secara Legal

    BUMD Muaro Jambi Jadi yang Pertama Kelola Sumur Minyak Rakyat Secara Legal

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Muaro Jambi Unggul Perseroda resmi menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pertama di Provinsi Jambi yang mengelola sumur minyak rakyat secara legal. Legalitas pengelolaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Muaro Jambi Unggul Perseroda dan Pertamina. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata aktivitas sumur minyak […]

  • Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa keberadaan dan ekspansi toko ritel modern di daerah tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan ini disampaikan di tengah wacana pembatasan ritel modern seiring penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan bahwa aktivitas usaha ritel modern telah memiliki […]

  • Boston Celtics Raih Kemenangan Perdana Musim Ini, Bungkam Pelicans 122–90

    Boston Celtics Raih Kemenangan Perdana Musim Ini, Bungkam Pelicans 122–90

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Boston Celtics akhirnya mencatat kemenangan perdana di musim NBA 2025/2026 setelah menundukkan New Orleans Pelicans dengan skor meyakinkan 122–90 di Smoothie King Center, Selasa (28/10) waktu Indonesia. Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Celtics setelah sebelumnya menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim. Performa agresif dan ketajaman tembakan jarak jauh menjadi faktor utama […]

  • Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peneliti forensik digital Rismon Sianipar akhirnya menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi adalah asli. Pernyataan itu disampaikan Rismon setelah melakukan kajian lanjutan selama sekitar tiga bulan terkait dokumen kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Iya, asli. Dengan kajian saya, kebenaran itu menyakitkan, tetapi lebih menyakitkan lagi jika […]

  • Rupiah Tersungkur, Tinggal Rp85 dari Level Rp18.000 per Dolar AS

    Rupiah Tersungkur, Tinggal Rp85 dari Level Rp18.000 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sempat tampil perkasa pada perdagangan sebelumnya, rupiah kembali kehilangan tenaga. Mata uang Indonesia kembali melemah pada perdagangan Kamis (1/10/2026), sekaligus membuat posisinya semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.915 per dolar AS. Rupiah melemah 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan […]

expand_less