Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang. Hingga pukul 11.04 WIB, IHSG tercatat merosot 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif dari penyedia indeks global yang memicu aksi jual investor.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana (Didit), mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG saat ini sangat terbebani oleh kondisi makroekonomi dan bursa regional yang mayoritas terkoreksi.

“Nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan dan saat ini berada di level Rp17.676 per dolar AS, yang turut membebani pergerakan IHSG,” ujar Didit.

Selain faktor mata uang, pasar modal Indonesia juga menghadapi tekanan dari pengumuman penyedia indeks global, MSCI dan FTSE. Kedua lembaga tersebut dilaporkan masih membekukan posisi saham-saham Indonesia dan mengeluarkan beberapa emiten dari daftar konstituen mereka.

Kondisi ini diprediksi akan memicu arus modal keluar (outflow) dalam skala besar pada akhir Mei 2026. Didit menambahkan bahwa konflik geopolitik yang berlarut-larut telah mengerek harga minyak mentah dunia ke atas 100 dolar AS per barel. Hal ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global di masa depan.

Senada dengan Didit, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pelemahan IHSG didorong oleh fenomena risk-off akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memicu aksi jual agresif oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Pasar masih dibayangi aksi jual asing yang kembali agresif. Efek lanjutan dari rebalancing MSCI serta sinyal keras dari FTSE yang akan menghapus saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) semakin menekan psikologis pasar,” jelas Reydi.

Kekhawatiran terhadap keluarnya dana asing dan passive funds diperkirakan masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek, seiring dengan upaya pelaku pasar memitigasi risiko di tengah ketidakpastian global yang tinggi.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 753 jiwa meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut tercatat pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025, yang diperbarui Rabu (3/12/2025) pagi. Menurut data Pusat Data, Informasi, dan […]

  • Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Makin Mahal

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua produk emas buatan UBS dan Galeri24 yang ditawarkan Pegadaian makin mahal. Kini keduanya kembali mengalami kenaikan harga secara bersamaan pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 melonjak ke angka Rp2.536.000 dari awalnya Rp2.519.000 per gram atau naik Rp17.000. Begitu pula emas UBS naik menjadi Rp2.593.000 dari […]

  • Xiaomi Debut Vision GT, Supercar Futuristis untuk Era Kendaraan Listrik

    Xiaomi Debut Vision GT, Supercar Futuristis untuk Era Kendaraan Listrik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Xiaomi menegaskan ambisinya masuk ke dunia otomotif performa tinggi melalui debut mobil konsep Vision GT di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, Barcelona, Spanyol. Supercar listrik ini bukan sekadar pajangan, melainkan pernyataan serius perusahaan teknologi asal China untuk menembus pasar global kendaraan listrik. Mobil konsep dua pintu ini mengusung nama lengkap Vision Gran […]

  • Penyebab Rupiah Melemah Kian Kompleks, Dollar Tembus Rp18.000 dan Tekanan Belum Reda

    Penyebab Rupiah Melemah Kian Kompleks, Dollar Tembus Rp18.000 dan Tekanan Belum Reda

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar AS, dan berbagai penyebab rupiah melemah kini menjadi perhatian serius pelaku pasar. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan tekanan eksternal, tetapi juga memperlihatkan tantangan domestik yang belum sepenuhnya teratasi. Para analis menilai, kombinasi faktor global dan internal menjadi rangkaian […]

  • iCar V23 SUV Listrik Resmi Masuk Indonesia

    iCar V23 SUV Listrik Resmi Masuk Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Merek mobil listrik asal China, iCar, resmi hadir di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2). Chery Group Indonesia membawa model SUV listrik V23, menawarkan desain modern dan performa andal. iCar mengusung filosofi “Classic Never Fades”, menekankan desain ikonik dan karakter kuat. V23 hadir dengan konsep “born to play”, memprioritaskan kebebasan, eksplorasi, […]

  • Pemerintah Sita 4.000 Ton Monasit Bernilai Rp300 Triliun

    Pemerintah Sita 4.000 Ton Monasit Bernilai Rp300 Triliun

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menyita ribuan ton mineral tanah jarang jenis monasit dari tambang ilegal di Bangka. Presiden Prabowo Subianto menyebut nilai ekonominya bisa mencapai Rp300 triliun, menjadikannya salah satu penyelamatan sumber daya alam terbesar dalam sejarah Indonesia. Saat meninjau enam smelter sitaan negara di PT Tinindo Internusa, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang, Senin (6/10/2025), Prabowo […]

expand_less