Selasa, 19 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

  • account_circle -
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang. Hingga pukul 11.04 WIB, IHSG tercatat merosot 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif dari penyedia indeks global yang memicu aksi jual investor.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana (Didit), mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG saat ini sangat terbebani oleh kondisi makroekonomi dan bursa regional yang mayoritas terkoreksi.

“Nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan dan saat ini berada di level Rp17.676 per dolar AS, yang turut membebani pergerakan IHSG,” ujar Didit.

Selain faktor mata uang, pasar modal Indonesia juga menghadapi tekanan dari pengumuman penyedia indeks global, MSCI dan FTSE. Kedua lembaga tersebut dilaporkan masih membekukan posisi saham-saham Indonesia dan mengeluarkan beberapa emiten dari daftar konstituen mereka.

Kondisi ini diprediksi akan memicu arus modal keluar (outflow) dalam skala besar pada akhir Mei 2026. Didit menambahkan bahwa konflik geopolitik yang berlarut-larut telah mengerek harga minyak mentah dunia ke atas 100 dolar AS per barel. Hal ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global di masa depan.

Senada dengan Didit, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pelemahan IHSG didorong oleh fenomena risk-off akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memicu aksi jual agresif oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

“Pasar masih dibayangi aksi jual asing yang kembali agresif. Efek lanjutan dari rebalancing MSCI serta sinyal keras dari FTSE yang akan menghapus saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) semakin menekan psikologis pasar,” jelas Reydi.

Kekhawatiran terhadap keluarnya dana asing dan passive funds diperkirakan masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek, seiring dengan upaya pelaku pasar memitigasi risiko di tengah ketidakpastian global yang tinggi.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mastercard Strive Dorong Pertumbuhan UMKM Garut lewat Kolaborasi dengan Mitra Lokal

    Mastercard Strive Dorong Pertumbuhan UMKM Garut lewat Kolaborasi dengan Mitra Lokal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program Mastercard Strive dari Mastercard Center for Inclusive Growth terus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, program ini membantu pelaku UMKM di Kabupaten Garut, Jawa Barat, agar bisa naik kelas dan berdaya saing di era digital. Program ini dijalankan bersama Mercy […]

  • Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Berlangsung 10 Jam

    Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Berlangsung 10 Jam

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Selasa pagi, 28 April 2026. Tim SAR gabungan mengevakuasi sedikitnya empat kantong jenazah dari dalam gerbong KRL yang rusak parah akibat tabrakan. Proses evakuasi dilakukan bertahap sejak pukul 08.05 WIB. Tiga kantong jenazah […]

  • Defisit APBN 2025 Capai Rp 560,3 Triliun, Menkeu Pastikan Masih dalam Batas Aman

    Defisit APBN 2025 Capai Rp 560,3 Triliun, Menkeu Pastikan Masih dalam Batas Aman

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 November 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp 560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah memastikan angka tersebut masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan kerangka kebijakan fiskal yang telah ditetapkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, defisit terjadi seiring […]

  • Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Shinta menanggapi langkah Bank Indonesia (BI) yang memangkas porsi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi Rp707 triliun per 21 Oktober […]

  • Harga Cabe di Pasar Angso Duo Hari Ini Turun 23,08% Jadi Rp 50.000 per Kilogram

    Harga Cabe di Pasar Angso Duo Hari Ini Turun 23,08% Jadi Rp 50.000 per Kilogram

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Senin, 1 Desember 2025, relatif stabil di hampir semua komoditas. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, terutama kelompok cabai yang menunjukkan penurunan cukup signifikan. Penurunan harga terbesar terjadi pada cabai rawit hijau yang turun […]

  • Rizki Juniansyah Kaget Naik Pangkat Jadi Kapten Usai Pecahkan Rekor Dunia Angkat Besi

    Rizki Juniansyah Kaget Naik Pangkat Jadi Kapten Usai Pecahkan Rekor Dunia Angkat Besi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.CO M – Atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah, mengaku terkejut sekaligus terharu setelah menerima kenaikan pangkat luar biasa dari Letnan Dua menjadi Kapten. Kenaikan pangkat tersebut diberikan menyusul prestasinya memecahkan rekor dunia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Rizki baru mengetahui kenaikan pangkat itu saat Presiden Prabowo Subianto mengumumkannya secara langsung dalam acara […]

expand_less