Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu sorotan dari parlemen yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah stabilisasi yang telah ditempuh Bank Indonesia (BI), mulai dari intervensi pasar hingga penyesuaian instrumen moneter.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino menilai, BI sudah mengerahkan berbagai instrumen, namun pelemahan rupiah tetap berlanjut. Ia menyebut sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari intervensi besar-besaran di pasar valas hingga pembelian surat berharga negara dalam jumlah signifikan.

“Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan. Tetapi, kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi,” kata Harris dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan Gubernur Bank Indonesia secara daring, Senin (18/5/2026).

Ia memaparkan, intervensi tersebut antara lain tercermin dari penurunan cadangan devisa dari sekitar US$156 miliar menjadi US$146 miliar per akhir April 2026. Lalu kenaikan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 6,41%, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp332 triliun pada 2025 dan tambahan Rp133 triliun. BI juga memperketat transaksi pembelian dolar dari US$50 ribu menjadi US$25 ribu.

Meski demikian, ia menilai tekanan eksternal dan internal tetap membebani rupiah. Harris mengakui tekanan global memang besar, namun menurutnya terdapat pula persoalan domestik yang tidak bisa diabaikan.

“Ini memang diakui tekanan global sangat besar,” ujarnya.

Namun, ia menyoroti adanya persoalan di dalam negeri, seperti defisit transaksi berjalan, arus modal keluar, serta melemahnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Harris menegaskan stabilitas rupiah tetap menjadi tanggung jawab BI, meski bank sentral tidak menganut kebijakan target nilai tukar secara langsung.

“Ini adalah tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kondisi saat ini berbeda dengan krisis 1998, meski tetap menilai tekanan terhadap rupiah perlu diwaspadai. Menurutnya, pola pergerakan modal asing menunjukkan adanya isu kepercayaan di pasar.

“Maka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar,” tudingnya.

Dalam pandangannya, investor asing seharusnya melakukan penyesuaian portofolio di pasar keuangan domestik, namun hal itu tidak sepenuhnya terjadi sehingga tekanan terhadap rupiah masih berlanjut.

Ia pun menyoroti pentingnya penguatan komunikasi dan pengawasan pasar oleh BI, termasuk melalui kebijakan moral suasion dan pengawasan transaksi valas perbankan.

“Sehingga orang yang long dolar bisa menjual dolar. Orang yang short dolar bisa nanti membeli dolarnya pada kurs yang sudah disepakati,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XI dari Fraksi NasDem Charles Meikyansah memberikan apresiasi terhadap kinerja BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Ia menilai inflasi yang terjaga, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, serta stabilitas sistem keuangan menjadi capaian penting.

“Ini kami sampaikan sebagai suatu hal yang mesti terus dijaga oleh Bank Indonesia,” ujarnya

Namun, ia juga menyoroti pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp17.600 per dolar AS. Ia mempertanyakan indikator stabilitas yang digunakan BI dalam menilai kondisi rupiah.

“BI menyatakan stabilitas rupiah tetap terjaga, namun secara fakta rupiah telah melemah hingga menembus Rp17.000 lebih. Pertanyaannya, indikator stabilitas yang digunakan BI ini bagaimana?” ucapnya.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian […]

  • Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Dihapus, Ini Biaya yang Tetap Wajib Dibayar

    Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Dihapus, Ini Biaya yang Tetap Wajib Dibayar

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menghapus bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) II untuk kendaraan bekas. Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD dan menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin membeli mobil atau motor bekas. Dengan aturan baru ini, biaya balik nama kendaraan bekas tidak lagi dikenakan tarif tambahan seperti sebelumnya. […]

  • BEI Lakukan Trading Halt Dua Hari Beruntun, Menkeu Purbaya Prediksi Pasar Pulih 2–3 Hari

    BEI Lakukan Trading Halt Dua Hari Beruntun, Menkeu Purbaya Prediksi Pasar Pulih 2–3 Hari

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Kamis (29/1/2026). Penghentian perdagangan dilakukan pada pukul 09.26 WIB di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Trading halt ini menjadi yang kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, BEI juga […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

  • OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru. POJK terbaru ini untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional, yaitu POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit […]

  • Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) di Kementerian Keuangan, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini membahas peta jalan (roadmap) peluang, tantangan, dan ancaman di sektor industri tekstil dan garmen nasional. Ketua Umum AGTI yang juga Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, menjelaskan bahwa AGTI memaparkan […]

expand_less