Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Bank Dunia menilai Indonesia perlu lebih terbuka terhadap perdagangan global agar tidak semakin tertinggal dalam rantai pasok manufaktur dunia. Lembaga tersebut juga menyoroti dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai menghambat kompetisi dan reformasi ekonomi.

Chief Economist of the East and Pacific Region World Bank Aaditya Mattoo mengatakan, kebijakan perdagangan Indonesia yang masih cenderung protektif telah membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) menurun tajam.

“Kebijakan perdagangan yang cenderung protektif justru membuat Indonesia semakin terpinggirkan dari rantai pasok dan manufaktur global. Faktanya, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB telah menurun dari lebih dari sepertiga menjadi kurang dari seperlima,” ujar Aaditya dalam media briefing daring, Selasa (7/10).

Bank Dunia menilai reformasi ekonomi menjadi kunci bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi di masa mendatang. Salah satu langkah penting, kata Aaditya, adalah mengurangi dominasi BUMN dan perusahaan terafiliasi pemerintah dalam berbagai sektor.

“Reformasi harus diarahkan pada keterbukaan perdagangan, perluasan kompetisi, serta pengurangan dominasi perusahaan milik negara. Langkah-langkah ini akan sangat berpengaruh terhadap daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Bank Dunia juga menyoroti upaya Indonesia yang tengah berusaha tumbuh di atas potensi pertumbuhan alaminya. Menurut Aaditya, pemerintah masih menutup kesenjangan pertumbuhan melalui berbagai dukungan fiskal, seperti subsidi pangan, transportasi, dan energi.

Namun, ia menilai tantangan terbesar Indonesia saat ini terletak pada meningkatkan arus investasi. Meski demikian, langkah-langkah seperti pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan pelonggaran kebijakan moneter dinilai sebagai kebijakan yang tepat.

“Terdapat potensi besar untuk mengembangkan investasi di sektor hilirisasi dan kawasan ekonomi khusus (KEK),” kata Aaditya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Berpeluang Menguat, Cek PANI hingga ENRG

    IHSG Berpeluang Menguat, Cek PANI hingga ENRG

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,50 persen ke level 8.322,23. Penguatan terjadi di tengah aksi beli investor asing yang tercatat mencapai Rp 1,18 triliun. Head of Retail […]

  • Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    Air Hujan di Surabaya Tercemar Mikroplastik

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Temuan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Surabaya memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pemerhati kesehatan. Bukan lagi hanya mencemari laut dan sungai, mikroplastik kini terbukti terbawa melalui atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan bumi bersama air hujan yang turun hampir setiap hari di wilayah Surabaya. Dosen Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium […]

  • WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (WIKA) mencatat kerugian Rp3,21 triliun pada kuartal III/2025, berbalik dari laba Rp741 miliar di periode yang sama tahun lalu. Penurunan anggaran infrastruktur nasional menjadi faktor utama merosotnya kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Pendapatan WIKA turun tajam 27,5% menjadi Rp9,09 triliun, sehingga laba kotor ikut terkoreksi 28,4%. Direktur Utama WIKA, Agung […]

  • Eks Dirut Bank Jateng Divonis Bebas, Kejaksaan Agung Ajukan Kasasi Kasus Kredit PT Sritex

    Eks Dirut Bank Jateng Divonis Bebas, Kejaksaan Agung Ajukan Kasasi Kasus Kredit PT Sritex

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung resmi mengajukan kasasi atas putusan bebas mantan Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sritex. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan permohonan kasasi diajukan pada 11 Mei 2026. “Tim JPU telah menyatakan kasasi terhadap putusan bebas tersebut,” kata […]

  • Risiko Tinggi Pengemudi Online, Lalamove Perkuat Perlindungan Asuransi

    Risiko Tinggi Pengemudi Online, Lalamove Perkuat Perlindungan Asuransi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lalamove memperkuat sistem perlindungan dalam ekosistem layanannya dengan menghadirkan program asuransi bagi mitra pengemudi dan pengguna. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan PT Mitra Jasa Pratama di tengah meningkatnya kebutuhan layanan logistik berbasis on-demand. Melalui kerja sama tersebut, Lalamove menyediakan perlindungan Group Personal Accident yang mencakup risiko […]

  • Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah terus melemah. Kini nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 31 poin atau 0,18 persen dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS. Rupiah sekarang diposisi Rp16.829 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik ke level 98,96. Naik dari sehari sebelumnya yang ada diposisi 98,93. Menurut sumber yang […]

expand_less