Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Bank Dunia menilai Indonesia perlu lebih terbuka terhadap perdagangan global agar tidak semakin tertinggal dalam rantai pasok manufaktur dunia. Lembaga tersebut juga menyoroti dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai menghambat kompetisi dan reformasi ekonomi.

Chief Economist of the East and Pacific Region World Bank Aaditya Mattoo mengatakan, kebijakan perdagangan Indonesia yang masih cenderung protektif telah membuat kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) menurun tajam.

“Kebijakan perdagangan yang cenderung protektif justru membuat Indonesia semakin terpinggirkan dari rantai pasok dan manufaktur global. Faktanya, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB telah menurun dari lebih dari sepertiga menjadi kurang dari seperlima,” ujar Aaditya dalam media briefing daring, Selasa (7/10).

Bank Dunia menilai reformasi ekonomi menjadi kunci bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi di masa mendatang. Salah satu langkah penting, kata Aaditya, adalah mengurangi dominasi BUMN dan perusahaan terafiliasi pemerintah dalam berbagai sektor.

“Reformasi harus diarahkan pada keterbukaan perdagangan, perluasan kompetisi, serta pengurangan dominasi perusahaan milik negara. Langkah-langkah ini akan sangat berpengaruh terhadap daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Bank Dunia juga menyoroti upaya Indonesia yang tengah berusaha tumbuh di atas potensi pertumbuhan alaminya. Menurut Aaditya, pemerintah masih menutup kesenjangan pertumbuhan melalui berbagai dukungan fiskal, seperti subsidi pangan, transportasi, dan energi.

Namun, ia menilai tantangan terbesar Indonesia saat ini terletak pada meningkatkan arus investasi. Meski demikian, langkah-langkah seperti pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan pelonggaran kebijakan moneter dinilai sebagai kebijakan yang tepat.

“Terdapat potensi besar untuk mengembangkan investasi di sektor hilirisasi dan kawasan ekonomi khusus (KEK),” kata Aaditya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, […]

  • Rupiah Tergelincir Lagi! Pagi Ini Tembus Rp17.275

    Rupiah Tergelincir Lagi! Pagi Ini Tembus Rp17.275

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.275 per dolar AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.243 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih terasa meski tidak terlalu dalam. Di sisi lain, […]

  • Peringati Earth Hour, BRI Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi Operasional

    Peringati Earth Hour, BRI Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi Operasional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momentum peringatan Earth Hour dimanfaatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan melalui efisiensi energi dan pengurangan emisi dalam operasional perusahaan. Earth Hour yang pertama kali diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada 2007 telah berkembang menjadi gerakan global yang mendorong aksi nyata […]

  • BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    BP Batam Batalkan Alokasi Lahan Anak Usaha HOME, Ini Alasannya

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengumumkan kabar penting terkait proyeknya di wilayah Pantai Timur, Nongsa, Batam. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) telah resmi membatalkan alokasi lahan untuk entitas anak perusahaan, PT Warga Tri Manunggal. Melalui keterbukaan informasi, Direktur HOME, Ardi Syofyan, menjelaskan hal tersebut. Pembatalan itu […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Rawit Capai Rp50 Ribu per Kg

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi, Cabai Rawit Capai Rp50 Ribu per Kg

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, belum terlihat adanya lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan. Untuk komoditas beras, beberapa jenis masih tercatat stabil. Beras Belido dijual dengan harga Rp15.000 […]

  • Harga Perak Antam Hari Ini Merosot Tajam

    Harga Perak Antam Hari Ini Merosot Tajam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak keluaran Antam tampaknya belum stabil. Pada perdagangan Kamis (9/4/2026) ini harga perak Antam merosot. Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan perak dunia. Berdasarkan data terbaru dari laman logam mulia, harga perak Antam merosot Rp1.400 menjadi Rp47.050. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam sempat naik tinggi Rp3.000 […]

expand_less