Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kualitas biji kakao Indonesia masih tertinggal dibandingkan produsen kakao global, sehingga nilai tambah hilang dan keuntungan pengolahan dinikmati negara lain. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian, menyebut hanya sekitar 10% biji kakao yang difermentasi dengan baik. Akibat rendahnya fermentasi, mutu biji kakao tidak memenuhi standar pembeli premium, terutama di Eropa.

“Secara ekonomi, ini hilangnya nilai tambah. Kita menjual bahan mentah murah, sementara negara lain seperti Swiss meraup untung dari pengolahan,” ujar Eliza, Kamis (23/10/2025).

Kualitas biji kakao yang rendah berdampak pada industri pengolahan kakao domestik. Banyak pabrik di dalam negeri beroperasi tidak penuh (idle capacity), sehingga impor biji kakao meningkat hingga 63% dari total impor pada 2023, menurut kode Harmonized System (HS). Kapasitas industri kakao yang terpakai saat ini diperkirakan sekitar 59%.

Padahal, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibanding produsen besar lain seperti Pantai Gading dan Ghana, berkat rasa unik dari tanah vulkanik dan potensi berkelanjutan.

Untuk memanfaatkan keunggulan ini, Eliza menyarankan peningkatan kualitas melalui fermentasi dan sertifikasi, terutama untuk pasar niche Eropa yang menuntut ketertelusuran (traceability) tinggi.

Namun, tantangan utama datang dari struktur petani kecil yang kesulitan menanggung biaya sertifikasi dan kurangnya insentif harga.

“Harga biji kakao fermentasi dan non-fermentasi hampir sama. Jadi petani tidak memiliki insentif untuk melakukan fermentasi,” jelas Eliza.

Eliza menekankan perlunya skema perbedaan harga, sehingga petani terdorong menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi dan Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dari sektor kakao nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Bangkit! Dibuka Rp17.873 per Dolar AS, Kembali Jauhi Level Rp18 Ribu

    Rupiah Bangkit! Dibuka Rp17.873 per Dolar AS, Kembali Jauhi Level Rp18 Ribu

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.873 per dolar AS. Penguatan tersebut membawa rupiah sedikit menjauh dari level psikologis Rp18.000 […]

  • Harga Cabai Merah Naik 16,67 Persen di Pasar Angso Duo Jambi, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Cabai Merah Naik 16,67 Persen di Pasar Angso Duo Jambi, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Kota Jambi pada Rabu (29/7/2026) terpantau relatif stabil. Namun, cabai merah besar dan cabai merah kecil mengalami kenaikan harga sebesar 16,67 persen, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi. Harga cabai merah besar kini mencapai Rp36.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp30.000 […]

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dengan angka 5,11% pada kuartal II 2025, meski menghadapi dinamika global yang kompleks. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menekankan bahwa kolaborasi antar pelaku bisnis menjadi kunci untuk menangkap peluang di tengah ketidakpastian ekonomi. Dalam OCBC Business Forum 2025 di Jakarta, Parwati menjelaskan bahwa sinergi antara perusahaan, […]

  • OJK Blokir 27 Ribu Rekening Terkait Judi Online, Kredit Perbankan Tumbuh 7,56 Persen

    OJK Blokir 27 Ribu Rekening Terkait Judi Online, Kredit Perbankan Tumbuh 7,56 Persen

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah mengajukan pemblokiran terhadap 27.395 rekening bank yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. “Terkait pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 27.395 […]

  • Menguat Tipis, Harga Perak Antam Kini Rp32.275 per Gram

    Menguat Tipis, Harga Perak Antam Kini Rp32.275 per Gram

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat hari ini. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak menguat Rp 100 menjadi Rp 32.275 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam diposisi Rp 32.175 per gram. Adanya penguatan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.328.250, […]

  • BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

    BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Perseroan turut berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,2 triliun untuk proyek strategis Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek Flyover Sitinjau Lauik menjadi salah satu infrastruktur yang […]

expand_less