Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kualitas biji kakao Indonesia masih tertinggal dibandingkan produsen kakao global, sehingga nilai tambah hilang dan keuntungan pengolahan dinikmati negara lain. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian, menyebut hanya sekitar 10% biji kakao yang difermentasi dengan baik. Akibat rendahnya fermentasi, mutu biji kakao tidak memenuhi standar pembeli premium, terutama di Eropa.

“Secara ekonomi, ini hilangnya nilai tambah. Kita menjual bahan mentah murah, sementara negara lain seperti Swiss meraup untung dari pengolahan,” ujar Eliza, Kamis (23/10/2025).

Kualitas biji kakao yang rendah berdampak pada industri pengolahan kakao domestik. Banyak pabrik di dalam negeri beroperasi tidak penuh (idle capacity), sehingga impor biji kakao meningkat hingga 63% dari total impor pada 2023, menurut kode Harmonized System (HS). Kapasitas industri kakao yang terpakai saat ini diperkirakan sekitar 59%.

Padahal, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibanding produsen besar lain seperti Pantai Gading dan Ghana, berkat rasa unik dari tanah vulkanik dan potensi berkelanjutan.

Untuk memanfaatkan keunggulan ini, Eliza menyarankan peningkatan kualitas melalui fermentasi dan sertifikasi, terutama untuk pasar niche Eropa yang menuntut ketertelusuran (traceability) tinggi.

Namun, tantangan utama datang dari struktur petani kecil yang kesulitan menanggung biaya sertifikasi dan kurangnya insentif harga.

“Harga biji kakao fermentasi dan non-fermentasi hampir sama. Jadi petani tidak memiliki insentif untuk melakukan fermentasi,” jelas Eliza.

Eliza menekankan perlunya skema perbedaan harga, sehingga petani terdorong menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi dan Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dari sektor kakao nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zulhas: Jagung Adalah Harapan dan Simbol Kedaulatan Pangan Indonesia

    Zulhas: Jagung Adalah Harapan dan Simbol Kedaulatan Pangan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jagung bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan dan masa depan kedaulatan pangan Indonesia. Pesan itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menghadiri gerakan tanam jagung serentak kuartal IV di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025). Dalam suasana penuh semangat, Zulhas menyampaikan bahwa jagung memiliki nilai strategis bagi ekonomi nasional karena […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Cabai Turun 11,76 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Cabai Turun 11,76 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging tidak mengalami perubahan harga signifikan. Stabilitas ini menunjukkan pasokan yang masih terjaga di tingkat pedagang. Untuk komoditas beras, harga masih bertahan […]

  • Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan langsung oleh pelaku industri tahu dan tempe. Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha perajin kecil. Berdasarkan pantauan di sentra industri tahu tempe Cibuntu, Kota Bandung, harga kedelai impor naik […]

  • “Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

    “Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara resmi menandatangani surat ketidaksanggupan daerah dalam menangani banjir yang melanda wilayah itu sejak 22 November 2025. Surat tersebut diteken pada Rabu (3/12/2025), disertai ungkapan permintaan maaf dan tangis haru karena bantuan yang diharapkan belum kunjung tiba. Dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Posko Utama Pendopo Bupati, […]

  • Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

    Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia usaha menilai kinerja industri manufaktur Indonesia pada 2026 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Setelah melewati fase pemulihan pada 2025, tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai rebound jangka pendek. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyebutkan, terdapat dua faktor utama yang akan membentuk […]

  • Hitam-Hitam Menggoda! Daging Masak Hitam Jambi Bikin Lidah Tak Mau Berhenti

    Hitam-Hitam Menggoda! Daging Masak Hitam Jambi Bikin Lidah Tak Mau Berhenti

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi tak hanya memikat lewat deretan destinasi wisatanya, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang siap memanjakan lidah. Salah satu yang wajib dicicipi adalah daging masak hitam. Sajian khas yang punya cita rasa kuat dan menggugah selera. Kuliner ini merupakan olahan daging sapi yang dimasak dengan racikan bumbu rempah khas. Kemudian dipadukan dengan […]

expand_less