Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Tertekan Lagi! Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.174 per Dolar AS

Tertekan Lagi! Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.174 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026). Mata uang Indonesia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penguatan greenback dan meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan.

Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.174 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.156 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,09 persen ke level 102,414. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah, terutama menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari eksternal. Kondisi pasar surat utang domestik juga menjadi perhatian investor setelah permintaan dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) mengalami penurunan tajam.

Pada lelang Selasa (27/10/2026), total penawaran yang masuk hanya mencapai Rp31,09 triliun. Angka tersebut turun 52,1 persen dibandingkan lelang sebelumnya sekaligus menjadi yang terendah sejak November 2024.

Di tengah melemahnya minat investor, imbal hasil rata-rata tertimbang SUN seri FR0111 dengan tenor sekitar 10 tahun mencapai 7,55 persen. Pemerintah hanya menyerap dana Rp20,65 triliun, lebih rendah daripada target indikatif sebesar Rp30 triliun.

Penurunan permintaan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap pasar obligasi domestik. Apabila berlanjut dan diikuti keluarnya modal asing, kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan laporan Reuters pada Rabu (28/10/2026), pasar memperkirakan peluang sebesar 91 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,75–4,00 persen.

Dengan tingginya peluang tersebut, investor kini mencermati petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS berikutnya, termasuk kemungkinan perubahan suku bunga pada Desember mendatang.

Dolar AS bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan menjelang pengumuman tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati dalam memperhitungkan prospek suku bunga AS.

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh menjadi salah satu faktor yang akan dicermati pasar. Apabila memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat atau hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih lunak dapat membuka peluang penguatan mata uang regional. Arah pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi kombinasi keputusan The Fed, respons dolar AS, serta perkembangan arus modal dan permintaan investor di pasar keuangan domestik.(*)

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Herdi Amanda Guncang Turnamen 10 Best Chess Player Jambi 2026, Tumbangkan Favorit Juara MN Sarmadoli Siringo-ringo

    Herdi Amanda Guncang Turnamen 10 Best Chess Player Jambi 2026, Tumbangkan Favorit Juara MN Sarmadoli Siringo-ringo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Turnamen 10 Best Chess Player Jambi 2026 semakin memanas. Memasuki hari kedua babak keempat, kejutan demi kejutan mewarnai persaingan para pecatur terbaik Provinsi Jambi yang bertarung memperebutkan gelar prestisius. Sorotan utama tertuju pada pertandingan meja tiga yang mempertemukan pecatur non master Herdi Amanda dari Tanjung Jabung Timur melawan salah satu favorit juara, MN […]

  • Bobby Nasution Dukung Kenaikan Gaji Kepala Daerah

    Bobby Nasution Dukung Kenaikan Gaji Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan mendukung wacana kenaikan gaji kepala daerah. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut harus disertai dengan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) yang jelas agar hanya kepala daerah berprestasi yang memperoleh tambahan penghasilan. Hal itu disampaikan Bobby menanggapi usulan revisi aturan mengenai hak keuangan kepala daerah yang tengah dikaji […]

  • IHSG Dibuka Naik ke Level 8.577, 304 Saham Menguat

    IHSG Dibuka Naik ke Level 8.577, 304 Saham Menguat

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (2/12/2025). IHSG hari ini bergerak menghijau pada rentang 8.564-8.584. Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.577,60. Tercatat 304 saham menguat, 99 saham melemah, dan 241 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar berada di posisi Rp15.717 triliun. Saham PT Bank […]

  • Warga Jambi Penasaran? Harga Perak Antam Hari Ini Tembus Rp44.100 per Gram

    Warga Jambi Penasaran? Harga Perak Antam Hari Ini Tembus Rp44.100 per Gram

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bukan hanya harga emas yang menjadi perhatian. Warga Jambi yang mulai melirik investasi logam mulia kini juga penasaran dengan pergerakan harga perak Antam hari ini. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), harga perak murni produksi Antam kembali melesat. Logam mulia berwarna silver itu naik cukup signifikan dan kembali menyentuh level tinggi. Mengutip laman Logam Mulia, […]

  • Danantara Siap Borong Saham Blue Chip di Tengah Anjloknya IHSG, Ini Alasannya

    Danantara Siap Borong Saham Blue Chip di Tengah Anjloknya IHSG, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengoleksi saham-saham blue chip yang memiliki fundamental kuat di tengah tekanan pasar modal Indonesia. Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai dapat menjadi peluang investasi jangka panjang, terutama pada saham-saham unggulan yang mengalami koreksi harga signifikan. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai pelemahan pasar saham saat ini tidak […]

  • Babak Baru Restrukturisasi Garuda dan WIKA: Suntikan Modal Jumbo Rp44 Triliun

    Babak Baru Restrukturisasi Garuda dan WIKA: Suntikan Modal Jumbo Rp44 Triliun

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia (GIAA) dan PT Wijaya Karya (WIKA) memasuki babak baru restrukturisasi jumbo senilai Rp44 triliun, setelah upaya sebelumnya dinilai belum menyentuh persoalan fundamental. Rencana ini mempertegas bahwa langkah penyelamatan tahap pertama belum mampu memulihkan kondisi keuangan dua BUMN tersebut. Manajemen WIKA menetapkan restrukturisasi lanjutan sebagai pilar transformasi pada 2026, selain program asset […]

expand_less