RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan
- account_circle say say
- calendar_month 41 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas, agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia tercatat sekitar US$ 5.083 per tahun, masih jauh dari ambang negara berpendapatan tinggi yang mencapai kisaran US$ 14.000 per tahun.
“Indonesia memang sudah masuk upper middle income, tapi masih di level paling bawah. Ini menjadi tantangan besar untuk bisa naik ke high income,” ujar Susiwijono, Rabu (15/4).
Dari sisi struktur masyarakat, jumlah kelas menengah mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, proporsi kelas menengah mencapai sekitar 21,5% dari total penduduk, namun kini turun menjadi sekitar 17%.
Sebaliknya, kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah meningkat dari 48% menjadi 49,2%. Secara total, gabungan kelas menengah dan calon kelas menengah kini mencapai 66,3% populasi atau sekitar 185 juta orang.
Kelompok ini menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sekitar 54%–55% terhadap perekonomian nasional. Bahkan, sekitar 80% konsumsi rumah tangga berasal dari kelas menengah.
Namun demikian, perubahan juga terjadi pada struktur ketenagakerjaan. Terjadi pergeseran dari sektor formal ke sektor informal, yang menunjukkan semakin terbatasnya penciptaan pekerjaan formal.
Selain itu, kontribusi sektor industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi—cenderung mengalami penurunan.
“Kita harus hati-hati, karena secara sektoral ekonomi kita masih ditopang industri manufaktur yang kontribusinya hampir 19% terhadap PDB,” jelasnya.
Pemerintah menilai penguatan kelas menengah menjadi kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan middle income trap dan naik menjadi negara maju. Upaya tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja formal, peningkatan produktivitas industri, serta menjaga daya beli masyarakat.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar