Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen. Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027.

Selain itu, tingkat inflasi diproyeksikan naik menjadi 3 persen pada 2026, sebelum turun ke level 2,6 persen pada 2027.

IMF menyebutkan, proyeksi tersebut dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi dan rantai pasokan.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel telah memicu lonjakan harga komoditas, khususnya energi, serta mengganggu distribusi global.

IMF juga memperingatkan risiko perlambatan ekonomi global jika konflik berkepanjangan dan harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel hingga 2027.

Dalam laporan yang sama, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1 persen pada 2026 dan meningkat tipis menjadi 3,2 persen pada 2027.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya, mencerminkan tekanan akibat ketidakpastian global.

IMF menilai ekonomi global masih mampu bertahan dari berbagai guncangan, namun konflik geopolitik terbaru menjadi ujian serius bagi stabilitas ekonomi dunia.

Kenaikan harga energi dan pangan dinilai menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di berbagai negara. Selain itu, sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan turut menambah tekanan terhadap negara berkembang.

Negara-negara pengimpor komoditas disebut lebih rentan terhadap dampak tersebut, terutama akibat depresiasi mata uang yang memperburuk kenaikan harga energi dan pangan.

IMF juga menyoroti ketidakmerataan pertumbuhan di negara besar seperti Amerika Serikat dan China, yang berpotensi menambah risiko terhadap prospek ekonomi global. Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi dunia dinilai masih menghadapi tantangan, termasuk fragmentasi geoekonomi dan perubahan struktur perdagangan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dolar AS Tembus Rp17.879, Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    Dolar AS Tembus Rp17.879, Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah belum juga mampu keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Memasuki perdagangan Selasa (22/9/2026), mata uang Indonesia kembali melemah dan kian mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah kini berada di posisi Rp17.879 per dolar AS. Rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

  • Update Harga Emas Antam Hari InI: Naik Beruntun! Tembus Rp2,695 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari InI: Naik Beruntun! Tembus Rp2,695 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali melanjutkan tren penguatan. Setelah menguat dalam perdagangan terakhir, harga logam mulia Antam kini semakin mendekati level Rp2,7 juta per gram. Mengutip laman resmi Logam Mulia, Selasa (18/8/2026), pada perdagangan hari ini emas Antam kembali naik sebesar Rp18.000. Kini satu gramnya menjadi Rp2.695.000 dari semula Rp2.677.000. Kenaikan tersebut membuat […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Angso Duo Hari Ini Tembus Rp75.000 per Kilogram

    Harga Cabai Merah di Pasar Angso Duo Hari Ini Tembus Rp75.000 per Kilogram

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Selasa (19/5/2026) relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas cabai menunjukkan dinamika yang berbeda, dengan cabai merah mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit merah justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data terbaru, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil masing-masing berada di angka Rp 32.000 […]

  • Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    Inggris Janjikan Paket Bantuan Sebesar US$ 27 Juta untuk Gaza

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Inggris janjikan paket bantuan kemanusiaan sebesar US$ 27 juta untuk Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui UNICEF, Program Pangan Dunia, dan Dewan Pengungsi Norwegia dan dirancang untuk menjangkau mereka yang menghadapi kelaparan, malnutrisi, dan penyakit. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, paket bantuan senilai 20 juta pound (US$27 juta/ $1 = 0,7486 pound) […]

  • Harga Sembako Pasar Talang Banjar 23 Juli 2026: Cabai Rawit Turun hingga 25 Persen, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Sembako Pasar Talang Banjar 23 Juli 2026: Cabai Rawit Turun hingga 25 Persen, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Kamis (23/7/2026) secara umum masih terkendali. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan tercatat stabil, sementara harga cabai kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan. Komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah cabai rawit merah yang kini dijual […]

  • Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir) mendesak pemerintah meninjau ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang pengenaan denda administratif di bidang kehutanan. Aturan baru tersebut dinilai sangat memberatkan petani sawit dan dapat mengancam keberlanjutan industri sawit nasional. Ketua Umum Aspekpir Setiyono menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Ia menilai, mayoritas […]

expand_less