Rupiah Melemah Lagi Hari Ini, Dolar AS Tembus Rp18.089
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Petugas menghitung uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026). Mata uang Indonesia dibuka di zona merah saat dolar AS masih berada di level indeks 101.
Mengutip Antara, rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS. Pelemahan ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Indonesia masih berlanjut pada awal perdagangan pekan ini.
Menariknya, tekanan terhadap rupiah terjadi ketika indeks dolar AS justru bergerak melemah. Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS turun 0,18 persen ke level 101,631.
Analis Doo Financial, Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran eskalasi tensi konflik geopolitik di Asia Barat/Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel,” katanya.
Mengutip Xinhua, harga minyak Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April di tengah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timteng.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup per Sabtu (24/10) pada harga 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember ditutup pada 103,27 dolar AS per barel, naik 3,82 persen.
Para investor khawatir akan pecahnya kembali pertempuran menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel telah menyusun rencana untuk menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz, sementara Washington memerintahkan staf non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.
Selain itu, sentimen lain berasal dari outflow dana asing di pasar ekuitas domestik yang disebut masih terus membebani pergerakan rupiah.
“Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp1-2 triliunan,” ungkap Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan dalam kisaran Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
