Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan masukan resmi kepada pemerintah terkait perlunya penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) demi mendukung pemulihan ekonomi nasional. HKI menilai bahwa tarif PPN yang lebih rendah dapat memperkuat konsumsi masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas industri dalam beberapa tahun ke depan.

HKI mengusulkan penurunan tarif PPN dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028, yakni 10% pada 2026, 9% pada 2027, dan 8% pada 2028. Skema bertahap ini dinilai lebih realistis bagi pemerintah sekaligus mampu memberikan ruang pertumbuhan konsumsi yang lebih kuat.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa meski kenaikan PPN menjadi 11% bukan satu-satunya faktor pelemahan ekonomi belakangan ini, tekanan konsumsi tetap terasa cukup signifikan bagi sektor industri.

“Kami melihat penjualan turun dan ekspansi tertunda di banyak sektor. Bukan karena satu faktor saja, tetapi PPN yang tinggi ikut memberi tekanan pada pasar. Penurunan tarif secara bertahap akan membantu memulihkan keyakinan konsumen dan menggerakkan kembali produksi,” ujar Ma’ruf.

HKI juga menilai bahwa dampak penurunan PPN tak bisa dihitung secara linear. Meski penurunan 1 persen tarif berpotensi mengurangi penerimaan negara sekitar Rp70 triliun secara statis, perhitungan itu belum memasukkan efek meningkatnya transaksi dan konsumsi masyarakat.

“Ketika tarif turun, konsumsi naik, dan volume transaksi meningkat. Dalam banyak skenario, total penerimaan PPN justru bisa membaik karena basis pajaknya menjadi lebih besar,” jelasnya.

Menurut HKI, penyesuaian tarif PPN tidak hanya berdampak pada konsumsi, tetapi juga mempercepat pemulihan aktivitas industri di kawasan industri. Permintaan yang meningkat akan memicu pabrik meningkatkan kapasitas produksi, membuka shift tambahan, hingga memperluas fasilitas.

“Tarif 10 persen pada 2026 akan mengembalikan stabilitas. Penurunan lebih lanjut ke 9 persen dan 8 persen pada 2027–2028 akan menjadi akselerator pertumbuhan kawasan industri. Dampaknya langsung terasa: permintaan lahan naik, investasi baru masuk, dan kawasan industri menjadi pusat kegiatan ekonomi,” ujar Ma’ruf.

HKI berharap pemerintah mempertimbangkan usulan ini sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi jangka menengah, terutama untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan industri nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Operasikan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    Pertamina Operasikan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penggunaan Pertamina Mobile SPBU dan perangkat canting atau tabung mini guna mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga pasokan energi selama proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, akses energi […]

  • Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

    Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Definisi kelapa sawit yang kini dicatat sebagai pohon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI memicu kekhawatiran ahli lingkungan dan kehutanan. Menurut para peneliti, perubahan ini tidak berpijak pada landasan ilmiah yang kuat dan berpotensi memengaruhi kebijakan terkait deforestasi dan pengelolaan lahan. Redefinisi ini disebut-sebut berkaitan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto terhadap […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 25 Mei 2026: Cabai Merah Naik, Cabai Rawit Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 25 Mei 2026: Cabai Merah Naik, Cabai Rawit Turun

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Senin (25/5/2026). Namun, komoditas cabai mengalami fluktuasi cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, kenaikan harga terjadi pada cabai merah. Cabe merah besar dan cabe merah kecil kini dijual Rp55.000 per kilogram atau naik sekitar […]

  • Harga Emas Antam Terpuruk, Segram Dipatok Segini

    Harga Emas Antam Terpuruk, Segram Dipatok Segini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam bertambah dalam anjloknya pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam naik Rp Rp 4.000 setelah sebelumnya anjlok Rp 77.000. Mengutip laman logammulia.com, Jumat (6/3/2026), harga emas Antam turun Rp 25.000 menjadi Rp 3.024.000 per gram dari semula Rp3.049.000. Untuk harga buyback emas Antam juga turun signifikan. Hari […]

  • OJK dan MAS Perkuat Kerja Sama FinTech, Dukung Ekonomi Digital Indonesia–Singapura

    OJK dan MAS Perkuat Kerja Sama FinTech, Dukung Ekonomi Digital Indonesia–Singapura

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) memperbarui komitmen kerja sama dalam pengembangan bidang FinTech dan memperkuat kerja sama di bidang keuangan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) tentang Kerja Sama di Bidang Teknologi Keuangan (Fintech). MoU ini melanjutkan kesepakatan sebelumnya yang ditandatangani pada tahun 2018, serta memperluas upaya bersama dalam […]

  • Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintah. “Tentu untuk tumbuh delapan persen salah satu faktornya adalah tumbuhnya industri. Tanpa industri tumbuh, ya jangan pernah berharap ekonomi bisa tumbuh 8 persen,” […]

expand_less