Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS.

Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota Southwark, London, setelah penyelidikan panjang yang berhasil menyita lebih dari 61.000 bitcoin, setara dengan lebih dari US$6 miliar.

Penyitaan ini menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah kejahatan kripto di Inggris. Dalam sidang, Qian, 47 tahun, menangis di ruang pengadilan saat Hakim Sally-Ann Hales menyatakan bahwa dirinya merupakan “arsitek utama kejahatan ini dari awal hingga akhir.”

“Motif Anda hanyalah keserakahan,” tegas hakim.

Qian sebelumnya sempat mengklaim bahwa dirinya menjadi korban dari “penindasan pemerintah China terhadap pengusaha kripto sukses”.

Namun, pada September lalu ia mengubah pengakuannya menjadi bersalah, mengakui kepemilikan dan transfer aset hasil kejahatan.

Jaksa penuntut menjelaskan, Qian menjalankan skema investasi Ponzi antara tahun 2014 hingga 2017, yang berhasil menarik lebih dari 128.000 investor dengan total dana sekitar 40 miliar yuan (US$5,62 miliar). Dari jumlah itu, sekitar 6 miliar yuan diselewengkan.

Lebih dari 80 orang telah divonis bersalah di China terkait penipuan tersebut. Namun, Qian berhasil melarikan diri melalui Myanmar, Thailand, Laos, dan Malaysia, sebelum akhirnya terbang ke London menggunakan paspor St. Kitts dan Nevis.

Setibanya di Inggris, Qian berupaya menukar bitcoin hasil kejahatan menjadi uang tunai, namun tindakannya terendus oleh aparat Inggris yang kemudian melacak jejak digital transaksi tersebut.

Otoritas Inggris menyebut penyitaan 61.000 bitcoin milik Qian sebagai tangkapan terbesar sepanjang sejarah penegakan hukum kripto di negara itu. Kasus ini sekaligus memperkuat posisi Inggris dalam upaya global memberantas pencucian uang lintas negara melalui aset digital.

Hingga kini, kepolisian masih menelusuri jaringan keuangan internasional yang membantu Qian dalam memindahkan asetnya ke luar negeri.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kontan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Banjir Sumatera: 442 Meninggal, 402 Hilang, Prabowo Turun ke Lapangan

    Tragedi Banjir Sumatera: 442 Meninggal, 402 Hilang, Prabowo Turun ke Lapangan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 442 korban meninggal dunia dan 402 warga masih hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Senin (1/12/2025). Pemerintah mempercepat penanganan darurat, mulai dari pencarian korban, evakuasi warga, hingga pembukaan akses wilayah terisolasi. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa […]

  • Desain Imut! Changan Lumin Siap Meluncur di Indonesia

    Desain Imut! Changan Lumin Siap Meluncur di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar mobil listrik di Indonesia semakin semarak. Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Changan Automobile resmi memasuki pasar Indonesia. Rencananya ditandai dengan peluncuran dua mobil listrik terbaru di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada 21–30 November 2025. Kehadiran Changan menjadi babak baru bagi industri otomotif nasional […]

  • Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Mayora Indah Tbk mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026 di tengah penurunan penjualan. Perusahaan makanan dan minuman ini berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 945,58 miliar, naik 37,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 689,43 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa, […]

  • Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Hijau Naik per 9 Juni 2026

    Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Ayam Broiler dan Cabai Rawit Hijau Naik per 9 Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, pada Selasa (9/6/2026) terpantau relatif stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas menunjukkan kenaikan dan penurunan harga yang perlu menjadi perhatian. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, harga beras di pasar ini cenderung seragam. Beras Naruto, Anggur, Belido, hingga King dijual di kisaran Rp16.000 […]

  • 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mengelola epilepsi ternyata tidak hanya soal rutin minum obat. Pola makan juga punya peran besar dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil dan mencegah kejang. Banyak yang belum tahu, beberapa jenis makanan justru bisa memicu kejang atau mengganggu kerja obat epilepsi di dalam tubuh. Karena itu, penting bagi penderita epilepsi maupun keluarga untuk […]

  • Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

    Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Nasional Iran memutuskan mundur dari ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat. Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali. Ia menyatakan keputusan mundur diambil menyusul situasi politik dan keamanan yang dinilai tidak kondusif bagi tim nasional Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia […]

expand_less