Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP).

Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di kandang saat ini hanya berkisar Rp 16.000–Rp 17.000 per kilogram, khususnya di wilayah Banten dan Jawa Barat. Angka tersebut terus menurun sejak 24 Desember 2025.

Menurut Asep, harga tersebut jauh dari kondisi ideal. Ia menyebut harga normal ayam hidup seharusnya berada di kisaran Rp 23.000 per kilogram, sementara HPP peternak saat ini mencapai Rp 21.500 per kilogram.

“Sekarang harga jauh di bawah HPP. Kalau kondisi ini terus berlangsung, peternak rakyat akan semakin sulit bertahan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Padahal, pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian ayam hidup di tingkat produsen sebesar Rp 25.000 per kilogram, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024. Sementara harga acuan penjualan di tingkat konsumen ditetapkan Rp 40.000 per kilogram.

Asep menduga penurunan harga ayam hidup salah satunya dipicu berkurangnya penyerapan pasokan akibat libur sekolah, yang berdampak pada terhentinya sementara distribusi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibatnya, stok ayam di tingkat peternak menjadi berlebih.

Di sisi lain, harga daging ayam di tingkat pengecer masih terpantau relatif tinggi. Kondisi ini, menurut Asep, menunjukkan adanya ketimpangan harga yang berpotensi dimanfaatkan oleh pedagang perantara.

“Di peternak harganya rendah, tapi di pengecer masih tinggi. Ini menandakan ada tekanan pasar, terutama di tingkat broker,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi. Ia membenarkan bahwa harga ayam hidup di kandang pada awal 2026 mengalami penurunan signifikan akibat kelebihan pasokan yang tidak diimbangi permintaan.

Sugeng berharap, seiring kembali berjalannya program MBG setelah libur sekolah, permintaan daging ayam dan telur dapat meningkat sehingga harga ayam hidup di tingkat peternak kembali membaik.

“Dengan MBG kembali beroperasi, diharapkan permintaan naik dan harga bisa menyesuaikan agar peternak tidak terus merugi,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

    Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya peningkatan produksi minyak terus dilakukan PT Pertamina EP melalui unit operasinya, Pertamina EP Zona 4. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah kegiatan workover pada 51 sumur eksisting sepanjang 2025. Langkah ini dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami pada sumur-sumur tua sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. General Manager Pertamina […]

  • Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk UBS dan Galeri24 di Pegadaian menunjukkan pergerakan yang stabil pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (9/3/2026), harga emas Galeri24 dan UBS tidak mengalami perubahan dibandingkan harga kemarin. Harga emas UBS dan Galeri24 stabil, masing-masing di angka Rp3.105.000 dan Rp3.091.000 per gram. Harga jual emas […]

  • Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

    Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa perusahaan otomotif global asal Jepang, Toyota, menunjukkan ketertarikan untuk membangun pabrik etanol di Indonesia. “Ya, bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang tertarik, di luar itu ada beberapa lagi,” ujar Todotua di Jakarta, Selasa (28/10). Todotua menjelaskan, Toyota sudah lama […]

  • Inflasi Jambi 3,25 Persen, Muara Bungo Paling Tinggi Capai 4,21 Persen

    Inflasi Jambi 3,25 Persen, Muara Bungo Paling Tinggi Capai 4,21 Persen

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga di sejumlah wilayah Jambi tidak seragam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Muara Bungo menjadi wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Jambi pada Juli 2026. BPS mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jambi pada Juli 2026 mencapai 3,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,41. Namun, jika dilihat […]

  • Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Apa Artinya bagi Dunia Usaha?

    Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Apa Artinya bagi Dunia Usaha?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Perekonomian Provinsi Jambi masih mencatat pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Bank Indonesia mencatat ekonomi Jambi tumbuh 4,15 persen secara tahunan (yoy), meski melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 sebesar 4,33 persen. Perlambatan tersebut terutama berkaitan dengan kinerja sektor pertanian yang dipengaruhi pergeseran musim panen komoditas hortikultura. Kondisi tersebut kemudian turut berdampak terhadap […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

expand_less