Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Ternyata Ini Dampak Telat Ganti Oli di Mobil Listrik

Ternyata Ini Dampak Telat Ganti Oli di Mobil Listrik

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Berbeda dengan mobil bensin atau diesel, mobil listrik tetap memiliki oli untuk motor listrik dan reduction gear. Jika oli ini telat diganti, risikonya cukup serius karena komponen EV bekerja pada putaran dan torsi yang sangat tinggi.

Mobil listrik memakai reduction gear untuk menurunkan putaran motor listrik yang tinggi. Sehingga, dihasilkan rasio putaran lebih rendah namun memiliki torsi lebih besar.

Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan motor pada mobil listrik sebagai pusat dapur pacu, yang mampu berputar dalam kecepatan tinggi sehingga membutuhkan pelumasan.

“Oli pada motor listrik atau gear reduction harus diganti sesuai dengan rekomendasi pabrikan, atau buku servis, masing-masing model bisa berbeda, sebagai contoh Chery J6 tiap 2 tahun atau 30.000 Km harus ganti oli,” ucap Wahyu dikutip Kompas.Com, Jumat (28/11/2025).

Sama dengan pelumas pada umumnya, kualitas oli bisa menurun seiring pemakaian. Artinya, kemampuan oli dalam melindungi komponen bisa menurun sehingga berpeluang membuat kerusakan.

“Saat ini sih belum ada kasus komponen rusak karena telat ganti oli pada mobil listrik, hanya saja saran dari pabrikan tersebut sebaiknya tidak diabaikan,” ucap Wahyu.

Instruktur Nasmoco Solo Baru, Muchlis, mengatakan setiap komponen yang membutuhkan pelumasan harus mengganti oli secara teratur.

“Kualitas oli pasti akan menurun seiring pemakaian karena mengalami panas, bersirkulasi terus, dan adanya sisa gesekan kedua komponen yang saling bertautan,” ucapnya.

Dampak telat mengganti oli pada mobil listrik bisa beragam berdasarkan teori yang berlaku. Seperti permukaan kedua komponen mudah tergerus, timbul suara dengung atau putaran motor jadi lebih kasar, dan ada potensi gear rusak.

Robertus Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, mengatakan selain sebagai pelumas oli pada mobil listrik juga berperan menjaga suhu komponen tidak berlebihan.

“Pelumasan yang jelek bisa membuat gear reduction overheating, panas berlebih ini bisa membuat komponen lebih cepat rusak,” ucap Danang.

Pelumasan yang buruk dapat meningkatkan gesekan, sehingga kerja motor jadi lebih berat dan menambah beban konsumsi listrik. Meski angkanya kecil, perbedaan jarak tempuh bisa saja terjadi ketika pelumasan jelek. Kesimpulannya, oli pada mobil listrik wajib diganti tepat waktu sebagai upaya menjaga komponen tetap awet dan prima.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Pegadaian Kompak Terkoreksi! Lebih Murah? Cek Disini

    Emas Pegadaian Kompak Terkoreksi! Lebih Murah? Cek Disini

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian kompak mengalami koreksi pada Kamis (30/4/2026). Penurunan terjadi pada tiga produk utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp2.792.000 per gram. Sementara itu, emas Antam berada di level Rp2.896.000 per gram, dan Galeri24 turun […]

  • Gubernur Al Haris Bahas Capaian Jambi Mantap 2025, Ekonomi Tumbuh 4,93 Persen

    Gubernur Al Haris Bahas Capaian Jambi Mantap 2025, Ekonomi Tumbuh 4,93 Persen

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris menggelar rapat perdana bersama jajaran Tenaga Ahli Gubernur (TAG) tahun 2026 di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. Rapat tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi forum evaluasi capaian program pembangunan bertajuk Jambi Mantap sepanjang […]

  • Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan 142.743 unit KPR Sejahtera FLPP atau setara 81,8% dari total nasional sebanyak 188.434 unit. Capaian tersebut membuktikan peran strategis BTN dalam menopang program pemerintah di sektor perumahan rakyat. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan keberhasilan program KPR subsidi tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah. […]

  • Ekspor Jambi Turun 5,27 Persen pada Mei 2026, Pinang hingga Karet Jadi Penyebab Utama

    Ekspor Jambi Turun 5,27 Persen pada Mei 2026, Pinang hingga Karet Jadi Penyebab Utama

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor asal Provinsi Jambi kembali melemah pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor turun 5,27 persen dibanding April 2026, dari US$205,55 juta menjadi US$194,72 juta. Penurunan tersebut bukan dipicu oleh satu komoditas, melainkan terjadi hampir di seluruh sektor andalan ekspor Jambi. Komoditas pinang, kopi, teh dan rempah-rempah, […]

  • Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (6/11/2025). Meski kenaikannya tipis, penguatan rupiah sebesar  18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.699 per dolar Amerika Serikat (AS) sangat berarti. Pada saat yang sama, indeks dolar AS bertahan di kisaran 100. Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 9 poin dan parkir […]

  • Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun. Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara […]

expand_less