Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp286 Triliun, Mayoritas Sektor Produksi

Realisasi Penyaluran KUR Capai Rp286 Triliun, Mayoritas Sektor Produksi

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp238,7 triliun per 15 November 2025. Realisasi tersebut sudah 83% dari target penyaluran KUR tahun 2025 yang sebesar Rp286 triliun. Mayoritas penerima KUR berasal dari sektor produksi.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah menargetkan 60% penyaluran KUR disalurkan untuk sektor produksi. Dengan kondisi yang terjadi saat ini target tersebut sudah terlampaui.

“Untuk pertama kali sepanjang sejarah program KUR berdiri, baru sekarang terealisasi sektor produksi di angka 60,7%. Insya Allah pada akhir Desember akan mencapai 61%,” ucap Maman dikutip dari Investor pada Senin (17/11/2025).

Pemerintah menargetkan debitur baru di tahun 2025 sebanyak 2,34 juta debitur. Hingga 15 November 2025 tercatat sudah ada 2,25 juta debitur baru. Pemerintah juga mendorong agar terjadi peningkatan kelas debitur atau debitur graduasi. Pada tahun 2025 ini ditargetkan ada 1,17 juta debitur. Adapun jumlah debitur graduasi telah berada di atas target tersebut.

“Alhamdulillah debitur graduasi melebihi target sebanyak 112%, yaitu sekitar 1,3 juta,” imbuh Maman.

Maman mengatakan dengan penyaluran KUR yang ada berpotensi menciptakan lapangan kerja di kisaran 8-11 juta tenaga kerja. Namun pemerintah juga masih menghadapi tantangan dalam penciptaan lapangan kerja. Lantaran penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM masih didominasi oleh sektor informal.

“Target Kementerian UMKM ke depan, kita akan mengupayakan membuat program untuk yang dari sektor informal kita geser ke sektor formal,” terang Maman.

Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM menargetkan plafon penyaluran KUR naik menjadi Rp320 triliun pada tahun 2026. Dari target tersebut penyaluran sektor produksi ditargetkan mencapai 65% dari target atau naik 5% dari target tahun 2025.

“Saya tadi mendapatkan target di 2026 sebesar Rp 320 triliun untuk didorong ke sektor UMKM. Lalu yang dialokasikan ke sektor produksi 65%. Jadi dapat penugasan dari Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM naik sekitar 5%,” terang dia.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Bisa Dilalui Terbatas, KAI Masih Batasi Kecepatan

    Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Bisa Dilalui Terbatas, KAI Masih Batasi Kecepatan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyatakan jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi kini dapat dilalui secara terbatas, setelah sebelumnya terdampak banjir akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam serta pengawasan ketat di lokasi terdampak. Pembatasan dilakukan untuk […]

  • Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masuk lima besar penyumbang investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari-September 2025. Sebagai informasi, total realisasi investasi di Indonesia pada periode tersebut sebesar Rp 1.434,3 triliun, atau setara 75,3 persen dari target 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun. Berdasarkan data tersebut, properti menempati peringkat lima subsektor […]

  • Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

    Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Turun 22%, Meski Pendapatan Naik Jadi USD 318,86 Juta

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat laba bersih sebesar USD 104,27 juta atau sekitar Rp 1,73 triliun hingga kuartal III 2025. Angka ini turun 22,17% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 133,99 juta atau sekitar Rp 2,22 triliun. Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa […]

  • UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Indonesia berada di ujung tanduk. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berpotensi terjadi usai Lebaran 2026. Ancaman ini muncul seiring penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang mewajibkan pemerintah daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 […]

  • Harga Cabai Rawit Merah Naik 31 Persen di Pasar Talang Banjar Jambi

    Harga Cabai Rawit Merah Naik 31 Persen di Pasar Talang Banjar Jambi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga cabai rawit merah di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Senin (19/1/2026), harga cabai rawit merah naik sebesar 31,03 persen menjadi Rp 58.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kondisi sebagian besar harga kebutuhan pokok […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Hari Ini, Cabai Merah Merangkak Naik hingga 10,71 Persen

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Hari Ini, Cabai Merah Merangkak Naik hingga 10,71 Persen

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, menunjukkan tren yang beragam pada Kamis (25/6/2026). Di tengah stabilnya mayoritas komoditas pangan, harga cabai merah justru mengalami kenaikan, sementara cabai rawit merah turun tajam. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, cabai merah besar dan cabai merah kecil masing-masing naik […]

expand_less