Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Mbak Tutut: Kontra Boleh Ekstrem Jangan

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Mbak Tutut: Kontra Boleh Ekstrem Jangan

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Anak Presiden ke-2 RI,Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Bambang Trihatmodjo, menjadi perwakilan keluarga saat penganugerahan gelar tanda pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Mereka tampak semringah.

Seperti diberitakan, nama Soeharto masuk dalam 10 penerima gelar pahlawan nasional 2025. Presiden Prabowo Subianto langsung menganugerahkan gelar tanda pahlawan tersebut.

Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut tak menampik adanya pro kontra atas gelar kepada ayahnya yang 32 tahun menjadi Presiden Indonesia. Kepada wartawan ia mengatakan bahwa hal itu wajar adanya.

Namun, menurut Mbak Tutut, masyarakat melihat jasa apa yang telah diberikan oleh mendiang ayahnya.

“Itu semua perjuangannya untuk kepentingan negara dan masyarakat Indonesia. Jadi boleh-boleh saja kontra tapi jangan ekstrem gitu, yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya sebagaimana dilansir Cnbcindonesia.com.

Dalam kesempatan itu, Mbak Tutut juga memberikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan gelar pahlawan ini kepada ayahnya. Dia juga mengaku tidak merasa dendam dengan bagi masyarakat yang kontra dengan penganugerahan gelar ini.

“Untuk yang kontra, yang tidak mendukung, saya kami tidak merasa dendam atau kecewa atau bagaimana karena memang kita kan negara kita ini kan kesatuan Bhinneka banyak ininya ya, macem-macemnya, monggo-monggo saja,” katanya.

Seperti diketahui, usulan gelar pahlawan untuk Soeharto sudah dilakukan pada tahun 2010 dan 2015 lalu, namun baru terlaksana saat ini. Dari pandangan Mbak Tutut, presiden memberikan gelar kehormatan itu karena aspirasi masyarakat.

Selain itu sosok Presiden Prabowo yang lama di militer tentu mengetahui dan mampu menilai jasa yang diberikan ayahnya.

“Karena beliau dulu tentara juga ya, jadi tahu apa yang telah dilakukan bapak sejak muda. Tapi beliau juga menentukan itu melihat aspirasi dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, menurut dia, masyarakat saat ini juga lebih pintar untuk menilai sosok ayahnya atas jasa yang telah dilakukan. Sehingga pihak keluarga tidak merasa ingin membela diri ataupun menutupi atas gelar yang diberikan.

“Jadi bisa melihat apa yang bapak lakukan dan bisa menilai sendiri ya. Kami tidak perlu membela diri atau bagaimana tapi sudah terlihat kok, enggak ada yang ditutupi,” tuturnya.

Setelah menerima gelar pahlawan ini, Tutut mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga akan melakukan ziarah ke makam ayahnya.

Kompas.com memberitakan, usai acara anak-anak Presiden ke-2 RI Soeharto tampak berpelukan. Momen itu terjadi saat pemberian selamat dari undangan yang hadir kepada keluarga pahlawan nasional, sebelum acara selesai pasca Keputusan Presiden (Keppres) pemberian gelar pahlawan nasional dibacakan. Di sana, Titiek Soeharto sebagai anggota DPR RI turut hadir, dan berbaris bersama para menteri untuk memberikan selamat kepada keluarga. Baca juga: Soeharto-Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Golkar: Prabowo Tunjukkan Sikap Kenegarawanan Setibanya di hadapan kedua kakaknya, Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, Titiek tampak memeluk keduanya bergantian.

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani Play Button

    Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus pembobolan perbankan melalui BI Fast menjadi kekhawatiran tersendiri. Terlebih peristiwa ini diduga dilakukan oleh jaringan yang terorganisir. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan keyakinan itu, Senin (15/12). Ia mengatakan kasus penipuan dan serangan siber di sektor keuangan saat ini merupakan persoalan yang semakin kompleks dan sulit ditangani. Dilansir Kompas.com, […]

  • 167 BUMN Dilikuidasi, Pemerintahan Prabowo Subianto Pangkas Ribuan Perusahaan Negara

    167 BUMN Dilikuidasi, Pemerintahan Prabowo Subianto Pangkas Ribuan Perusahaan Negara

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat perampingan badan usaha milik negara (BUMN). Hingga 28 April 2026, sebanyak 167 perusahaan pelat merah telah dilikuidasi. Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN. “Total yang sudah dilikuidasi sekitar 167 perusahaan,” kata Dony, Selasa, 28 April 2026. Pemerintah […]

  • Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India. Said menilai rencana tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Apalagi, pembelian kendaraan itu disebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan […]

  • Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian produksi atau lifting minyak nasional yang telah melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Bahlil menyampaikan laporan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). “Target APBN kan 605.000 barel per hari, jadi sekarang sudah melampaui […]

  • Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti […]

  • Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026

    Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat lebih dari 1,15 juta wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 hingga 2 Februari 2026. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan, hingga Senin (2/2/2026) pukul 06.00 WIB, total SPT Tahunan yang telah masuk mencapai 1.150.414 laporan. […]

expand_less