Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah makin perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di perdagangan Senin (15/6/2026) ini mata uang Indonesia menguat signifikan dan kini bertengger di level Rp17.778 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Antara, kurs  rupiah tercatat menguat 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.860 per dolar AS. Penguatan ini menandai tren positif rupiah yang mulai kembali menemukan momentumnya.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memproyeksikan penguatan nilai tukar rupiah masih berpotensi berlanjut ke kisaran Rp17.500 per dolar AS seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

“Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” kata Fakhrul.

Lebih rinci, Fakhrul memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.450 hingga Rp17.650 per dolar AS dengan kecenderungan menguat.

Menurutnya, penguatan rupiah saat ini bukan semata-mata didorong oleh sentimen jangka pendek, melainkan mulai ditopang oleh perbaikan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Selama beberapa bulan terakhir, rupiah mengalami tekanan yang cukup besar akibat kombinasi faktor eksternal dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan domestik. Namun, sebagian besar faktor tersebut kini mulai menunjukkan perbaikan.

Fakhrul mencatat terdapat tiga langkah penting yang saat ini menjadi fondasi penguatan rupiah, salah satunya komitmen kuat otoritas moneter terhadap stabilitas nilai tukar melalui kenaikan suku bunga secara kumulatif sebesar 75 basis poin (bps).

Langkah tersebut memberikan sinyal yang jelas kepada pasar bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritas utama dan membantu meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia.

Kedua, penyesuaian harga BBM khususnya Pertamax mulai memperbaiki persepsi pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Meskipun langkah ini merupakan kebijakan yang tidak populer, langkah tersebut menunjukkan adanya keberanian pemerintah untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan guna menjaga keberlanjutan APBN.

Ketiga, efisiensi dan penyesuaian anggaran program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dibaca pasar sebagai sinyal bahwa disiplin fiskal kembali menjadi prioritas.

“Pasar selama beberapa bulan terakhir menunggu bukti bahwa Indonesia bersedia melakukan normalisasi fiskal. Kini sinyal tersebut mulai terlihat. BI sudah bergerak melalui kenaikan suku bunga, sementara pemerintah mulai melakukan penyesuaian fiskal. Kombinasi inilah yang menjadi fondasi penguatan rupiah,” jelas Fakhrul.

Ia juga mencatat, respons pasar terhadap perubahan kebijakan tersebut mulai terlihat cukup nyata. Pada pekan lalu, catat Fakhrul, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan.

Apabila proses normalisasi fiskal terus berlanjut dan konsistensi kebijakan tetap terjaga, Fakhrul melihat peluang rupiah menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbaik di kawasan pada pekan ini cukup terbuka.

Selain faktor domestik, ia menilai perkembangan geopolitik global juga berpotensi memberikan tambahan momentum positif bagi rupiah.

Menurutnya, membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan yang lebih permanen akan membantu menurunkan premi risiko global, memperbaiki sentimen pasar negara berkembang, serta mengurangi tekanan terhadap harga energi dunia.

“Apabila proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terus bergerak ke arah yang positif, maka momentum penguatan rupiah dapat menjadi semakin kuat. Risiko geopolitik yang menurun biasanya akan mendorong investor kembali masuk ke aset-aset emerging markets, termasuk Indonesia,” kata Fakhrul.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp42 Ribu, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp42 Ribu, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam hari ini lebih murah. Harga emas Antam kini dibanderol Rp2.818.000 per gram. Berdasarkan data dari laman logam mulia, Senin (13//4/2026), harga emas Antam anjlok sebesar Rp42.000. Sehingga lebih murah ketimbang perdagangan sebelumnya yang dibanderol Rp2.860.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam turut merosot. Harga […]

  • Kemenag Muaro Jambi Jemput Bola Sosialisasi Sertifikasi Halal ke Pelaku Usaha

    Kemenag Muaro Jambi Jemput Bola Sosialisasi Sertifikasi Halal ke Pelaku Usaha

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muaro Jambi terus menggencarkan sosialisasi sertifikasi halal dengan mendatangi langsung para pelaku usaha di sejumlah kecamatan. Kegiatan  tersebut menyasar tiga wilayah, yakni Kecamatan Jambi Luar Kota, Sekernan, dan Mestong. Lebih dari 100 pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman, menjadi target sosialisasi. Kepala Kantor Kemenag Muaro Jambi, […]

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

  • Emas Antam Nanjak Lagi! Harga Tembus Rp2,64 Juta per Gram

    Emas Antam Nanjak Lagi! Harga Tembus Rp2,64 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali melanjutkan tren penguatan. Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), harga logam mulia tersebut naik Rp5.000 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam kini dibanderol Rp2.640.000 per gram, naik dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.635.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas […]

  • Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tengah mengkaji skema baru dalam program Magang Nasional dengan melibatkan perusahaan untuk ikut memberikan uang saku kepada peserta. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia. Selama ini, uang saku peserta magang sepenuhnya bersumber dari anggaran negara. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang […]

  • Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

    Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melancarkan serangan defensif terhadap Iran. Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir. Meski London menegaskan tidak terlibat dalam serangan ofensif […]

expand_less