Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Tertekan

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Tertekan

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bangkit. Mata uang Indonesia kembali bergerak menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), setelah sebelumnya berada di bawah tekanan.

Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.743 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.753 per dolar AS.

Meski penguatannya masih tipis, pergerakan tersebut menjadi sinyal positif bagi rupiah. Mata uang Indonesia mulai meninggalkan tekanan yang membayangi perdagangan sebelumnya.

Di saat yang sama, dolar AS justru bergerak melemah. Indeks dolar AS turun 0,03 persen ke posisi 100,223.

Pergerakan rupiah pada perdagangan terakhir pekan ini diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan dari luar dan dalam negeri.

Dari pasar global, dolar AS mulai kehilangan tenaga setelah melonjak tajam menyusul keputusan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.

Koreksi dolar terjadi seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan mulai meredanya harga minyak. Laporan mengenai tambahan pengiriman minyak mentah Arab Saudi melalui Oman turut mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Meski mulai terkoreksi, dolar AS masih berada di atas level psikologisnya di 100.

Pelaku pasar bahkan memperkirakan jalur kenaikan bunga yang lebih agresif dibandingkan proyeksi The Fed. Pejabat The Fed memperkirakan satu kali kenaikan tambahan pada 2026 dan tidak ada perubahan pada 2027.

Sementara itu, investor memperhitungkan lebih dari satu kenaikan tambahan hingga akhir tahun ini dan sekitar tiga kali kenaikan lagi sampai akhir 2027. Perbedaan perkiraan tersebut membuat pergerakan dolar masih berpotensi mengalami volatilitas.

Adapun dari domestik, perhatian pasar akan tertuju kepada konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa yang akan digelar Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Konferensi pers tersebut akan membahas realisasi pendapatan dan belanja negara hingga Agustus 2026. Ini sekaligus menjadi konferensi pers APBN KiTa pertama Suahasil sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan yang disampaikan Suahasil, terutama terkait perkembangan penerimaan negara, belanja pemerintah, dan pembiayaan utang.

Realisasi hingga Agustus juga akan menjadi gambaran awal untuk memperkirakan kondisi APBN sampai akhir 2026, termasuk kemampuan pemerintah menjaga defisit dan membiayai program prioritas.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah Lagi, Segini Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    Rupiah Melemah Lagi, Segini Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tidak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Setelah menutup perdagangan akhir pekan di zona merah, mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (21/9/2026). Mengutip Antara, rupiah kini bertengger di level Rp17.783 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 25 poin atau 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini! Galeri24 Anjlok Rp29 Ribu, Antam dan UBS Ikut Terjun

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini! Galeri24 Anjlok Rp29 Ribu, Antam dan UBS Ikut Terjun

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kembali anjlok. Tiga produk emas yang banyak diminati masyarakat, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, kompak mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Koreksi paling dalam terjadi pada emas Galeri24. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 turun Rp29.000 per gram. Kini, harga emas Galeri24 dipatok Rp2.681.000 per gram. […]

  • Kenapa Bisnis Kuliner di Jambi Masih Ramai? Ini Data yang Menjelaskannya

    Kenapa Bisnis Kuliner di Jambi Masih Ramai? Ini Data yang Menjelaskannya

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Bisnis kuliner di Provinsi Jambi masih menunjukkan geliat di tengah dinamika ekonomi dan perubahan daya beli masyarakat. Ramainya rumah makan, kedai kopi, kafe hingga usaha makanan rumahan bukan semata-mata fenomena sesaat. Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat dan sektor penyediaan makanan dan minuman masih memiliki ruang pertumbuhan. Salah satu indikator terbarunya […]

  • Kabut Asap Selimuti Bandara Sultan Thaha, Jarak Pandang Naik-Turun hingga 1.000 Meter

    Kabut Asap Selimuti Bandara Sultan Thaha, Jarak Pandang Naik-Turun hingga 1.000 Meter

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi berdampak terhadap kondisi operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Selasa (20/10/2026). Jarak pandang di bandara tersebut sempat turun hingga 800 meter pada pukul 06.00 WIB, sehingga perkembangan kondisi cuaca menjadi perhatian dalam aktivitas penerbangan. Berdasarkan siaran pers PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Thaha […]

  • Pemilik Mobil Wajib Tahu! Ini 5 Tanda Radiator Bermasalah yangh Bisa Bikin Mesin Overheat

    Pemilik Mobil Wajib Tahu! Ini 5 Tanda Radiator Bermasalah yangh Bisa Bikin Mesin Overheat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemilik mobil perlu mewaspadai tanda-tanda awal gangguan sistem pendingin mesin. Pasalnya, masalah radiator yang terlihat sepele bisa berkembang menjadi overheat atau panas berlebih, bahkan memicu kerusakan serius apabila terlambat ditangani. Gejala tersebut tidak selalu ditandai dengan keluarnya asap dari kap mesin atau naiknya indikator suhu hingga batas berbahaya. Sejumlah gangguan justru bisa dikenali […]

  • Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    Harga Ayam Anjlok, Kementerian Pertanian RI Minta Produksi DOC dan Pakan Dikendalikan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian RI mendorong penyesuaian produksi di sektor hulu industri perunggasan menyusul tekanan harga ayam hidup (livebird) yang berada di bawah level keekonomian peternak. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan, Hary Suhada, mengatakan struktur biaya produksi saat ini menunjukkan margin peternak semakin tertekan. Ia menyebut, estimasi harga pokok produksi (HPP) nasional […]

expand_less