Banjir Bandang Sitaro Sulut, Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi menyusul banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sejak awal pekan ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 hingga 18 Januari 2026. Penetapan status ini tertuang dalam Keputusan Bupati Kepulauan Sitaro Nomor 1 Tahun 2026 sebagai dasar percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hingga saat ini proses penanganan bencana masih terus dilakukan secara intensif, terutama untuk pencarian korban yang dilaporkan hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Prioritas penanganan saat ini difokuskan pada pencarian korban hilang, evakuasi warga, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi BNPB, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, banjir bandang di Sitaro mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan tiga orang dilaporkan masih hilang. Tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan pencarian di lokasi terdampak.
BNPB mencatat sekitar 682 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan pendampingan petugas. Dari jumlah korban, lima orang telah berhasil diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan.
Selain itu, 22 warga dilaporkan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat dan dua orang dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan.
Abdul Muhari menjelaskan, banjir bandang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kepulauan Sitaro sejak dini hari. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA.
Banjir berdampak pada empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
Sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan hanyut, sementara lebih dari 120 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sejumlah akses jalan dan bangunan fasilitas umum juga terdampak banjir bandang.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengerahkan personel dan logistik untuk mempercepat penanganan darurat. Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal agar kebutuhan pengungsi dapat segera terpenuhi.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar