RUPSLB Pertamina Geothermal (PGEO) Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama Baru
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta
JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) merombak jajaran pimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (20/1/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menggantikan Julfi Hadi yang mengundurkan diri sejak November 2025.
Penunjukan Ahmad Yani dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan bisnis panas bumi serta memperkuat posisi PGEO sebagai salah satu produsen energi panas bumi terkemuka di dunia di bawah naungan Pertamina Group.
Komisaris Utama PGEO, Gigih Adi Atmo, menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Ahmad Yani yang telah berpengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina.
“Dengan pengalaman panjangnya di industri panas bumi, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGEO sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Sebelumnya, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGEO sejak 2023. Selama masa jabatannya, PGEO mencatat rekor produksi tertinggi sepanjang 2025 serta mendorong akselerasi inovasi teknologi, termasuk proyek percontohan hidrogen hijau di Ulubelu, pengembangan teknologi Flow2Max, dan G-Bionic.
Dalam pernyataannya, Ahmad Yani menegaskan komitmen untuk menjadikan energi panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. PGEO menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033.
“Target ini didukung potensi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi nasional dan agenda net zero emission 2060,” kata Ahmad Yani.
Selain penetapan Direktur Utama, RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi PGEO, menggantikan posisi Ahmad Yani sebelumnya. Andi Joko Nugroho sebelumnya menjabat sebagai Vice President Operation & Engineering PGEO.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar