Selasa, 21 Apr 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Merah Membara, Bitcoin dan Ethereum Anjlok Parah

Merah Membara, Bitcoin dan Ethereum Anjlok Parah

  • account_circle -
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga aset kripto utama, Bitcoin dan Ethereum, kembali mengalami penurunan tajam pada Senin (1/12/25). Anjloknya pasar kripto ini sejalan dengan sentimen penghindaran risiko yang lebih luas di awal bulan baru.

Harga Bitcoin anjlok tajam sekitar 5,5%, diperdagangkan di level sekitar US$ 86.273,68. Sementara itu, harga Ethereum mengalami penurunan yang lebih dalam, merosot lebih dari 6,5% dan mencapai US$ 2.831,95 pada perdagangan awal.

Token lain yang juga menjadi sorotan ikut tenggelam dalam zona merah. Harga Solana turun hampir 7,7%, diperdagangkan pada US$ 126,75. Dogecoin merosot 8,4% seperti dipantau CNBC internasional, Senin (1/12/2025).

Penurunan harga aset digital ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, tekanan dari China. Di Asia, pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan People’s Bank of China (PBOC) pada Sabtu (29/11/2025) yang memperingatkan adanya aktivitas ilegal terkait mata uang digital. Peringatan ini langsung memberikan tekanan pada saham-saham perusahaan terkait aset digital yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang turut melemah pada sesi perdagangan hari Senin.

Kedua, ketidakpastian makroekonomi. Kekhawatiran makroekonomi global terus membebani pikiran investor, termasuk ketidakpastian mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Selain itu, keraguan yang terus-menerus terhadap valuasi yang terlalu tinggi pada saham-saham terkait Kecerdasan Buatan (AI) turut berkontribusi pada pasar November yang bergejolak, dan kini volatilitas pasar kripto semakin meningkat.

Aksi jual ini menunjukkan investor cenderung menghindari aset berisiko (risk-off sentiment) di tengah ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan.

Meskipun mata uang kripto sering dipandang sebagai aset yang terpisah dari pasar keuangan tradisional, harganya sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko makroekonomi global. Dalam situasi ketidakpastian seperti keraguan terhadap kebijakan suku bunga The Fed di AS atau valuasi saham teknologi yang overheated, investor cenderung beralih dari aset yang dianggap berisiko tinggi termasuk kripto menuju aset yang lebih aman, seperti dolar AS atau obligasi.

Penurunan ini juga diperburuk oleh sikap regulasi yang ketat di China. Meskipun China telah melarang transaksi kripto, pernyataan resmi dari bank sentralnya masih dapat memicu kepanikan di kalangan investor Asia. Fluktuasi tajam ini menegaskan kembali sifat volatilitas tinggi pasar aset digital, di mana faktor-faktor makroekonomi dan intervensi regulasi dapat dengan cepat memicu aksi jual besar-besaran.(*)

  • Penulis: -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap tiga keuntungan utama bagi Indonesia setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurut Luhut, perjanjian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian perdagangan global. “Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap […]

  • Harga Emas Antam Terpuruk, Segram Dipatok Segini

    Harga Emas Antam Terpuruk, Segram Dipatok Segini

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam bertambah dalam anjloknya pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam naik Rp Rp 4.000 setelah sebelumnya anjlok Rp 77.000. Mengutip laman logammulia.com, Jumat (6/3/2026), harga emas Antam turun Rp 25.000 menjadi Rp 3.024.000 per gram dari semula Rp3.049.000. Untuk harga buyback emas Antam juga turun signifikan. Hari […]

  • Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    Purbaya Dapat Pujian Pengembang Properti, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembang perumahan mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait kepastian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah. “Ini dengan pendekatan Menkeu Purbaya, kita sangat apresiasi,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto dikutip dari Kompas, Jumat (31/10/2025). Menurutnya, keputusan perpanjangan PPN DTP […]

  • Recall Mobil Listrik Kona dan Ioniq, Hyundai Australia Laporkan Ini

    Recall Mobil Listrik Kona dan Ioniq, Hyundai Australia Laporkan Ini

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hyundai dikabarkan menarik kembali (recall) hampir 5.000 kendaraan listrik di Australia akibat potensi gangguan pada sistem baterai yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Dilaporkan laman Drive seperti dilansir Antara pada Senin (20/4/2026) , penarikan ini diumumkan melalui otoritas setempat yang mencakup sejumlah model kendaraan listrik Hyundai yang dipasarkan dalam beberapa tahun terakhir di negara […]

  • Luhut Bantah Punya Saham di PT Toba Pulp Lestari, Tegaskan Tak Terafiliasi dan Tak Terlibat

    Luhut Bantah Punya Saham di PT Toba Pulp Lestari, Tegaskan Tak Terafiliasi dan Tak Terlibat

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah tegas tuduhan yang menyebutkan dirinya memiliki atau terafiliasi dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, Luhut memastikan informasi yang beredar di ruang publik dan media sosial tersebut tidak benar. “Informasi tersebut adalah tidak benar,” kata Jodi dalam keterangan tertulis di […]

  • Krakatau Steel Pangkas Utang Restrukturisasi hingga 12,5%, Dapat Keringanan 80% dari Bank Swasta

    Krakatau Steel Pangkas Utang Restrukturisasi hingga 12,5%, Dapat Keringanan 80% dari Bank Swasta

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil menyelesaikan kewajiban utang restrukturisasi lebih cepat dengan mendapatkan keringanan pokok hingga 80 persen dari empat bank swasta. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), KRAS menyampaikan bahwa pada 30 September 2025 perusahaan telah memperoleh persetujuan tertulis dari seluruh bank restrukturisasi untuk melakukan […]

expand_less