Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Properti » Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dunia usaha menilai kinerja industri manufaktur Indonesia pada 2026 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Setelah melewati fase pemulihan pada 2025, tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai rebound jangka pendek.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyebutkan, terdapat dua faktor utama yang akan membentuk outlook industri manufaktur nasional pada 2026.

“Outlook 2026 akan sangat dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, efek lanjutan kebijakan 2025, seperti paket stimulus, deregulasi impor, dan pembenahan perizinan. Jika implementasinya konsisten, ini bisa menurunkan sebagian tantangan struktur biaya dan memberi ruang ekspansi manufaktur,” ujar Shinta kepada CNBC Indonesia, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kebijakan pemerintah sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi efisiensi iklim usaha. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan koordinasi antarinstansi di lapangan.

Selain faktor domestik, Shinta menegaskan bahwa dinamika global juga akan berperan besar dalam menentukan arah industri manufaktur nasional.

“Kedua, kita juga menghadapi peluang sekaligus risiko eksternal dan policy shock, mulai dari dinamika geopolitik, tarif resiprokal Amerika Serikat, implementasi IEU-CEPA, hingga kebijakan lingkungan Eropa seperti EUDR dan CBAM, serta arah kebijakan The Fed,” jelasnya.

Ia menilai tantangan utama ke depan bukan sekadar bertahan dari tekanan global, melainkan bagaimana mengubah pemulihan manufaktur 2025 menjadi proses reindustrialisasi yang lebih dalam dan berkelanjutan.

“Kuncinya ada pada seberapa cepat pemerintah dan dunia usaha bisa mengubah momentum pemulihan 2025 menjadi re-industrialisasi yang lebih dalam, bukan hanya pemantulan jangka pendek,” tegas Shinta.

Dalam jangka menengah, peluang peningkatan nilai tambah manufaktur dinilai sangat bergantung pada keberhasilan Indonesia memanfaatkan tren hilirisasi, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

“Prospek nilai tambah manufaktur Indonesia di 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita naik kelas, dari eksportir bahan mentah menjadi basis produksi bernilai tambah,” katanya.

Shinta juga menyoroti pentingnya kebijakan industri yang lebih terarah agar investasi hilirisasi memberi dampak luas bagi perekonomian domestik.

“Investasi hilirisasi yang tumbuh cepat, jika diikuti kebijakan industri berbasis komoditas, pengembangan klaster, kemitraan riset, serta integrasi UMKM ke dalam rantai nilai lokal, berpotensi meningkatkan domestic value added ekspor secara bertahap,” jelasnya.

Meski demikian, pekerjaan rumah di dalam negeri dinilai masih besar. Penurunan biaya logistik, energi, dan bunga pinjaman, serta kepastian regulasi dan penegakan hukum terhadap impor ilegal menjadi agenda krusial untuk menjaga daya saing industri.

Apindo memproyeksikan ekspor manufaktur Indonesia pada 2026 masih memiliki ruang tumbuh, meski tidak akan melonjak tajam.

“Kami melihat masih ada ruang bagi ekspor manufaktur Indonesia untuk tumbuh di 2026, tetapi lebih dalam koridor measured growth, bukan lonjakan spektakuler,” ujar Shinta.

Ke depan, fokus kebijakan diharapkan bergeser dari sekadar mengejar volume ekspor menuju peningkatan kualitas dan nilai tambah industri, sekaligus menciptakan lapangan kerja formal dan memperkuat kelas menengah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

  • Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    Operasional KA Pandalungan Jember–Jakarta Kembali Normal, Berangkat Tepat Waktu Setelah Tertunda 10 Jam

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat mengalami keterlambatan panjang akibat anjloknya KA Purwojaya di Bekasi, operasional Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Jember–Jakarta (Gambir) kini kembali berjalan normal. KA tersebut berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pada Senin (27/10/2025) pukul 16.00 WIB, sesuai jadwal dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang berlaku. Manajer Hukum dan Humas PT KAI […]

  • Mau Ganti Mobil? Ini Rekomendasi Mobil Bekas di Jambi dengan Cicilan Mulai Rp 2 Jutaan

    Mau Ganti Mobil? Ini Rekomendasi Mobil Bekas di Jambi dengan Cicilan Mulai Rp 2 Jutaan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar otomotif sekunder atau mobil bekas di wilayah Jambi dan sekitarnya menunjukkan tren pergerakan yang dinamis pada pertengahan tahun ini. Berdasarkan data kompilasi bursa mobil bekas digital di Jambi per Juni 2026, tercatat sedikitnya 134 unit kendaraan siap pakai ditawarkan ke konsumen dengan rentang harga yang sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp 42 […]

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

  • Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari dua produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak stabil pada perdagangan Senin, (26/1/2026). Meski tidak mengalami pergerakan, namun kedua produk logam mulia itu tetap berada di level atas. Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, harga emas UBS untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp2.974.000. Sementara itu, harga emas […]

  • Harga Tembaga Naik 2,14%  Usai Longsor Tambang Freeport

    Harga Tembaga Naik 2,14%  Usai Longsor Tambang Freeport

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga tembaga dunia melonjak setelah tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah mengalami longsor pada September 2025. Insiden ini memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan global, sehingga mendorong harga tembaga ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga kontrak berjangka tembaga naik 2,14% menjadi […]

expand_less