Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

Bos Pengusaha Ungkap 2 Kunci Manufaktur RI Bisa Perkasa di 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dunia usaha menilai kinerja industri manufaktur Indonesia pada 2026 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Setelah melewati fase pemulihan pada 2025, tantangan berikutnya adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai rebound jangka pendek.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyebutkan, terdapat dua faktor utama yang akan membentuk outlook industri manufaktur nasional pada 2026.

“Outlook 2026 akan sangat dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, efek lanjutan kebijakan 2025, seperti paket stimulus, deregulasi impor, dan pembenahan perizinan. Jika implementasinya konsisten, ini bisa menurunkan sebagian tantangan struktur biaya dan memberi ruang ekspansi manufaktur,” ujar Shinta kepada CNBC Indonesia, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, kebijakan pemerintah sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi efisiensi iklim usaha. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan koordinasi antarinstansi di lapangan.

Selain faktor domestik, Shinta menegaskan bahwa dinamika global juga akan berperan besar dalam menentukan arah industri manufaktur nasional.

“Kedua, kita juga menghadapi peluang sekaligus risiko eksternal dan policy shock, mulai dari dinamika geopolitik, tarif resiprokal Amerika Serikat, implementasi IEU-CEPA, hingga kebijakan lingkungan Eropa seperti EUDR dan CBAM, serta arah kebijakan The Fed,” jelasnya.

Ia menilai tantangan utama ke depan bukan sekadar bertahan dari tekanan global, melainkan bagaimana mengubah pemulihan manufaktur 2025 menjadi proses reindustrialisasi yang lebih dalam dan berkelanjutan.

“Kuncinya ada pada seberapa cepat pemerintah dan dunia usaha bisa mengubah momentum pemulihan 2025 menjadi re-industrialisasi yang lebih dalam, bukan hanya pemantulan jangka pendek,” tegas Shinta.

Dalam jangka menengah, peluang peningkatan nilai tambah manufaktur dinilai sangat bergantung pada keberhasilan Indonesia memanfaatkan tren hilirisasi, digitalisasi, dan ekonomi hijau.

“Prospek nilai tambah manufaktur Indonesia di 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita naik kelas, dari eksportir bahan mentah menjadi basis produksi bernilai tambah,” katanya.

Shinta juga menyoroti pentingnya kebijakan industri yang lebih terarah agar investasi hilirisasi memberi dampak luas bagi perekonomian domestik.

“Investasi hilirisasi yang tumbuh cepat, jika diikuti kebijakan industri berbasis komoditas, pengembangan klaster, kemitraan riset, serta integrasi UMKM ke dalam rantai nilai lokal, berpotensi meningkatkan domestic value added ekspor secara bertahap,” jelasnya.

Meski demikian, pekerjaan rumah di dalam negeri dinilai masih besar. Penurunan biaya logistik, energi, dan bunga pinjaman, serta kepastian regulasi dan penegakan hukum terhadap impor ilegal menjadi agenda krusial untuk menjaga daya saing industri.

Apindo memproyeksikan ekspor manufaktur Indonesia pada 2026 masih memiliki ruang tumbuh, meski tidak akan melonjak tajam.

“Kami melihat masih ada ruang bagi ekspor manufaktur Indonesia untuk tumbuh di 2026, tetapi lebih dalam koridor measured growth, bukan lonjakan spektakuler,” ujar Shinta.

Ke depan, fokus kebijakan diharapkan bergeser dari sekadar mengejar volume ekspor menuju peningkatan kualitas dan nilai tambah industri, sekaligus menciptakan lapangan kerja formal dan memperkuat kelas menengah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Daftar Penerima BSU Rp600.000 di Situs Resmi Kemnaker, Ini Link, Syarat, dan Cara Lengkapnya

    Cek Daftar Penerima BSU Rp600.000 di Situs Resmi Kemnaker, Ini Link, Syarat, dan Cara Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bahwa bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp600.000 tidak akan disalurkan kembali pada sisa tahun 2025. Meski demikian, masyarakat masih bisa mengecek status penerima BSU melalui situs resmi bsu.kemnaker.go.id atau aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) untuk memastikan apakah mereka termasuk penerima bantuan pada tahap sebelumnya. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli […]

  • BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

    BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pada 5 Agustus lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026 sebesar 8,07%. Di sisi lain, berdasarkan pengelompokan negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle-Income Country), Bank Dunia memperkirakan 64,1% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar sebesar US$8,30 PPP atau sekitar Rp. 51.087 per orang per hari. […]

  • Melejit Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp 2.296.000 per Gram: Rekor Tertinggi!

    Melejit Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp 2.296.000 per Gram: Rekor Tertinggi!

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Harga emas Antam terus menyala dan mencetak rekor. Perdagangan hari ini, Rabu (8/10/2025), harga emas Antam melejit sebesar Rp 12.000 menjadi Rp 2.296.000 per gram. Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama empat hari beruntun. Untuk harga emas Antam termurah sekarang dibanderol Rp1.198.000 dengan ukuran 0,5 gram. Paling mahal, untuk emas 1.000 […]

  • Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Guru Besar Fakultas Ekonomi dan […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi 18 Desember 2025: Cabai Turun, Bawang Putih Naik Tipis

    Harga Sembako di Kota Jambi 18 Desember 2025: Cabai Turun, Bawang Putih Naik Tipis

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Kamis (18/12/2025). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, fluktuasi harga hanya terjadi pada beberapa komoditas, terutama cabai dan bawang putih. Pemantauan harga dilakukan di dua pasar utama, yakni Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang […]

  • Dukung Implementasi Transisi Energi, BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026

    Dukung Implementasi Transisi Energi, BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong implementasi keuangan berkelanjutan dan perdagangan karbon dengan menjadi salah satu penyelenggara Asean Climate Forum (ACF) 2026 pada Rabu (11/2) di Main Hall BEI. Forum yang diinisiasi oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM) ini terselenggara dengan […]

expand_less