Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menilai tantangan utama reformasi birokrasi di Indonesia tidak hanya terletak pada percepatan digitalisasi, tetapi juga pada kualitas regulasi yang dihasilkan pemerintah. Regulasi yang keliru dinilai berpotensi menjadi sumber kejahatan birokrasi sekaligus merugikan hak kesejahteraan masyarakat.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kebijakan publik yang bersifat kriminogenik dan viktimogenik harus dihindari. Regulasi kriminogenik merupakan kebijakan yang secara sistemik mendorong terjadinya tindak pidana, seperti korupsi, sementara regulasi viktimogenik berpotensi mengorbankan hak dasar masyarakat.

“Birokrasi justru bisa menjadi sumber masalah jika regulasi yang dibuat membuka ruang kejahatan dan merugikan masyarakat,” ujar Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Zudan mencontohkan mahalnya biaya penyelenggaraan pilkada yang dapat mencapai triliunan rupiah. Kondisi tersebut kerap menyedot anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk program prioritas, seperti pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.

“Ketika anggaran habis untuk biaya politik, masyarakat kehilangan hak atas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan. Inilah yang disebut faktor viktimogenik,” kata dia.

Selain itu, Zudan menyoroti ketimpangan antara tingginya biaya politik dengan pendapatan resmi kepala daerah. Ketidakseimbangan ini, menurutnya, kerap menjerumuskan pejabat publik ke dalam praktik korupsi demi mengembalikan modal kampanye, yang berujung pada kasus operasi tangkap tangan (OTT).

Zudan menegaskan, pembenahan regulasi merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi pembangunan nasional. Hal ini tercermin dari tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“ICOR yang tinggi menunjukkan bahwa biaya pembangunan besar, tetapi hasilnya belum optimal. Ini menandakan birokrasi dan regulasi belum bekerja efektif,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan struktur birokrasi Indonesia yang saat ini ditopang sekitar 6,5 juta aparatur sipil negara (ASN), yang terdiri atas 54 persen PNS dan 46 persen PPPK, tersebar di 514 kabupaten/kota, 38 provinsi, serta 97 kementerian dan lembaga.

Menurut Zudan, tantangan lain birokrasi adalah masih terbatasnya ASN yang memiliki keahlian strategis di bidang ekonomi hijau, ekonomi biru, dan hilirisasi industri. Oleh karena itu, pemetaan ulang kompetensi serta redistribusi ASN menjadi agenda mendesak.

BKN juga mendorong transformasi digital melalui penerapan sistem ASN Digital yang terintegrasi lintas instansi. Sistem ini dirancang berbasis satu data dan satu produk untuk mendukung perencanaan serta penganggaran yang transparan dan akuntabel.

“Dengan sistem terintegrasi, kebijakan dapat disusun berbasis data dan kepentingan publik, sehingga risiko lahirnya regulasi bermasalah bisa ditekan,” kata Zudan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – DPR RI dan pemerintah menyepakati sejumlah langkah untuk mengatasi polemik penonaktifan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat konsultasi DPR dan pemerintah yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri […]

  • BGN Minta Pengawas Gizi Awasi Ketat Bahan Baku MBG

    BGN Minta Pengawas Gizi Awasi Ketat Bahan Baku MBG

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pengawas gizi, pengawas keuangan, serta asisten lapangan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai penting guna mencegah terjadinya insiden keamanan pangan sejak tahap awal pengolahan. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan seluruh bahan pangan […]

  • Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengunjungi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) waktu setempat. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Megawati selama berada di UEA. Megawati yang didampingi putranya, Muhammad Prananda Prabowo, disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha […]

  • Peserta Membludak! Turnamen Catur Hari Pahlawan Pengprov Jambi Jadi Ajang Cari Bibit Atlit Muda

    Peserta Membludak! Turnamen Catur Hari Pahlawan Pengprov Jambi Jadi Ajang Cari Bibit Atlit Muda

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Antusiasme pecatur di Provinsi Jambi benar-benar luar biasa menjelang pelaksanaan Turnamen Catur Hari Pahlawan 2025 yang digelar oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Jambi. Event yang bekerja sama dengan Rumah Catur Jambi ini akan dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 di Rumah Catur Jambi – Kopi Mansur, Kota Jambi. Hingga saat ini, jumlah peserta […]

  • Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana sebesar Rp83 triliun untuk mendukung pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Dana besar ini akan menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan ekonomi desa di tahun 2026. Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Subandono, menjelaskan bahwa pendanaan tersebut akan ditempatkan di perbankan nasional […]

  • Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

    Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tidak semua peluang bisnis lahir dari pusat perdagangan modern. Sebagian tumbuh dari hubungan langsung antara bahan baku, produsen lokal dan konsumen. Tanjung Jabung Barat menjadi contoh menarik. BPS mencatat wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Jambi. Pada 2022, kontribusinya terhadap PDRB provinsi mencapai 18,17 persen. Salah satu aktivitas ekonomi lokal yang […]

expand_less