Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

BKN: Regulasi Kriminogenik dan Viktimogenik Ancam Hak Masyarakat dan Picu Korupsi Birokrasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menilai tantangan utama reformasi birokrasi di Indonesia tidak hanya terletak pada percepatan digitalisasi, tetapi juga pada kualitas regulasi yang dihasilkan pemerintah. Regulasi yang keliru dinilai berpotensi menjadi sumber kejahatan birokrasi sekaligus merugikan hak kesejahteraan masyarakat.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kebijakan publik yang bersifat kriminogenik dan viktimogenik harus dihindari. Regulasi kriminogenik merupakan kebijakan yang secara sistemik mendorong terjadinya tindak pidana, seperti korupsi, sementara regulasi viktimogenik berpotensi mengorbankan hak dasar masyarakat.

“Birokrasi justru bisa menjadi sumber masalah jika regulasi yang dibuat membuka ruang kejahatan dan merugikan masyarakat,” ujar Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Zudan mencontohkan mahalnya biaya penyelenggaraan pilkada yang dapat mencapai triliunan rupiah. Kondisi tersebut kerap menyedot anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk program prioritas, seperti pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.

“Ketika anggaran habis untuk biaya politik, masyarakat kehilangan hak atas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan. Inilah yang disebut faktor viktimogenik,” kata dia.

Selain itu, Zudan menyoroti ketimpangan antara tingginya biaya politik dengan pendapatan resmi kepala daerah. Ketidakseimbangan ini, menurutnya, kerap menjerumuskan pejabat publik ke dalam praktik korupsi demi mengembalikan modal kampanye, yang berujung pada kasus operasi tangkap tangan (OTT).

Zudan menegaskan, pembenahan regulasi merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi pembangunan nasional. Hal ini tercermin dari tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“ICOR yang tinggi menunjukkan bahwa biaya pembangunan besar, tetapi hasilnya belum optimal. Ini menandakan birokrasi dan regulasi belum bekerja efektif,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan struktur birokrasi Indonesia yang saat ini ditopang sekitar 6,5 juta aparatur sipil negara (ASN), yang terdiri atas 54 persen PNS dan 46 persen PPPK, tersebar di 514 kabupaten/kota, 38 provinsi, serta 97 kementerian dan lembaga.

Menurut Zudan, tantangan lain birokrasi adalah masih terbatasnya ASN yang memiliki keahlian strategis di bidang ekonomi hijau, ekonomi biru, dan hilirisasi industri. Oleh karena itu, pemetaan ulang kompetensi serta redistribusi ASN menjadi agenda mendesak.

BKN juga mendorong transformasi digital melalui penerapan sistem ASN Digital yang terintegrasi lintas instansi. Sistem ini dirancang berbasis satu data dan satu produk untuk mendukung perencanaan serta penganggaran yang transparan dan akuntabel.

“Dengan sistem terintegrasi, kebijakan dapat disusun berbasis data dan kepentingan publik, sehingga risiko lahirnya regulasi bermasalah bisa ditekan,” kata Zudan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

    Prediksi Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laga puncak FIFA Series 2026 akan mempertemukan Timnas Indonesia melawan Timnas Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026). Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dengan tensi tinggi. Tim Garuda melangkah ke final usai tampil meyakinkan dengan mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0. Sementara Bulgaria menunjukkan kekuatan ofensif luar biasa setelah menghancurkan Kepulauan […]

  • Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali melesat pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Harga logam mulia ini naik sebesar Rp250 menjadi Rp46.850 per gram. Kenaikan ini turut mengerek harga perak dalam berbagai ukuran. Untuk perak batangan Antam seberat 250 gram, kini dibanderol Rp12.112.500. Jika sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, harganya mencapai Rp13.444.875. […]

  • Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap muda Rico Salmela mulai melakukan evaluasi diri usai dua kali kalah bersaing dari Veda Ega Pratama dalam dua seri awal Moto3 2026. Pada seri pembuka di Thailand dan Brasil, Veda tampil lebih konsisten dengan finis di posisi kelima dan ketiga. Sementara itu, Salmela harus puas finis di posisi ke-19 dan keenam. Hasil […]

  • Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil hari ini, Rabu (26/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam bertahan diposisi Rp32.625 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.556.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.497.438. Sedangkan perak murni dengan […]

  • Emas Pegadaian Serentak Rontok! Ini Harga Terbarunya

    Emas Pegadaian Serentak Rontok! Ini Harga Terbarunya

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi warga Jambi yang ingin menambah koleksi logam mulia di Pegadaian. Hari ini harga emas di Pegadaian mulai dari Antam, UBS hingga Galeri24 mengalami penurunan tajam. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, Kamis (18/6/2026) harga emas Antam ukuran 1 gram kini menjadi Rp2.812.000. Turun sebesar Rp27.000 dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan juga […]

  • 5 Tim Besar Absen di Piala Dunia 2026, Italia Gagal Tiga Kali Beruntun

    5 Tim Besar Absen di Piala Dunia 2026, Italia Gagal Tiga Kali Beruntun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara besar dipastikan absen di ajang Piala Dunia 2026 setelah gagal melewati babak kualifikasi. Hasil ini menjadi kejutan besar dalam peta persaingan sepak bola dunia. Turnamen empat tahunan tersebut memang selalu menghadirkan drama, termasuk tersingkirnya tim-tim unggulan yang selama ini menjadi langganan tampil di putaran final. Italia Kembali Gagal Sorotan utama tertuju […]

expand_less