Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pemerintah Ubah Skema Pembayaran Subsidi Energi, Pertamina dan PLN Bernapas Lega

Pemerintah Ubah Skema Pembayaran Subsidi Energi, Pertamina dan PLN Bernapas Lega

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengumumkan perubahan skema pembayaran kompensasi subsidi energi untuk PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kebijakan baru ini akan mulai berlaku Januari 2026, dan diharapkan dapat mempercepat arus kas perusahaan energi nasional sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi.

Dalam skema terbaru, pemerintah akan membayar 70 persen kompensasi subsidi setiap bulan, sementara 30 persen sisanya akan disalurkan pada September setelah proses audit selesai. Dengan mekanisme ini, pembayaran yang sebelumnya dilakukan setiap tiga bulan sekali kini akan dipercepat menjadi setiap bulan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas Pertamina dan PLN agar tidak terlalu bergantung pada pinjaman jangka pendek. “Mulai Januari 2026, skema pembayaran ini sudah berlaku. Bulan Februari, pembayaran bulan Januari sudah bisa dicairkan,” kata Purbaya, dikutip dari pernyataannya di kantor Kemenkeu, Kamis (30/10/2025).

Menurut Purbaya, percepatan pembayaran ini akan memberikan ruang finansial lebih luas bagi dua perusahaan pelat merah tersebut untuk menjaga arus kas (cash flow) dan meningkatkan pelayanan energi bagi masyarakat. “Tujuh puluh persen dibayar setiap bulan, dan tiga puluh persen di bulan September setelah dilakukan assessment audit. Skema ini lebih efisien dan transparan,” tegasnya.

Kebijakan ini disambut baik oleh pihak Pertamina dan PLN.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan langkah Kemenkeu ini akan memperbaiki kondisi keuangan perseroan secara signifikan. “Perubahan skema ini akan berdampak positif terhadap cash flow perusahaan, sehingga pelayanan energi kepada masyarakat bisa semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, juga menyampaikan bahwa PLN siap mengikuti skema baru tersebut. “Dengan pembayaran kompensasi dilakukan setiap bulan, proses administrasi menjadi lebih efisien, cost of fund dapat ditekan, dan arus kas perusahaan lebih terjaga,” ujarnya.

Gregorius menambahkan bahwa likuiditas yang lebih sehat akan membantu PLN dalam mendukung investasi dan pembangunan proyek energi baru terbarukan (EBT) di masa depan. “Kebijakan ini akan memperlancar pendanaan proyek-proyek hijau yang sejalan dengan komitmen transisi energi nasional,” lanjutnya.

Kebijakan baru ini dinilai akan memberi dampak positif terhadap ekonomi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan mendorong perputaran uang di sektor riil. Dengan arus kas Pertamina dan PLN yang lebih lancar, distribusi bahan bakar dan listrik ke masyarakat diharapkan semakin optimal.

Selain itu, kebijakan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan BUMN energi terhadap utang jangka pendek, yang selama ini digunakan untuk menutup celah arus kas akibat keterlambatan pembayaran kompensasi. “Dengan mekanisme pembayaran bulanan, likuiditas operasional PLN diharapkan lebih terjaga dan dapat mendukung pendanaan investasi,” tegas Gregorius.

Dari sisi makroekonomi, kebijakan ini juga berpotensi menstabilkan inflasi energi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap sektor energi Indonesia. Pemerintah berharap, dengan efisiensi pengelolaan subsidi dan percepatan pembayaran kompensasi, kinerja keuangan BUMN energi dapat meningkat tanpa menambah beban APBN secara signifikan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 Resep Masakan Sederhana untuk Sambut Puasa Ramadhan, Praktis dan Mengenyangkan

    17 Resep Masakan Sederhana untuk Sambut Puasa Ramadhan, Praktis dan Mengenyangkan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak orang mulai menyiapkan ide menu sahur dan berbuka yang praktis namun tetap bernutrisi. Makanan yang sederhana, mudah dimasak, dan berbahan terjangkau menjadi pilihan favorit agar puasa tetap lancar tanpa ribet di dapur. Menu sahur dianjurkan ringan tetapi mengenyangkan, sementara hidangan berbuka sebaiknya mampu mengembalikan energi tubuh setelah seharian […]

  • Harga Emas di Pegadaian Meroket, UBS Tembus Rp3,018 Juta per Gram

    Harga Emas di Pegadaian Meroket, UBS Tembus Rp3,018 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk buatan UBS dan Galeri24 yang dijual di Pegadaian mencatatkan lonjakan signifikan. Keduanya kompak melambung. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (27/1/2026), harga emas Galeri24 dibanderol seharga Rp2.965.000 per gram, naik Rp40.000 dari hari sebelumnya. Sementara, harga emas UBS menembus level psikologis baru di angka Rp 3.018.000 per gram, naik […]

  • Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Toko Offline

    Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Toko Offline

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa bisnis daring atau online tidak mengganggu keberlangsungan perdagangan di toko-toko offline. Ia menilai, penjualan online justru membuka ruang lebih besar bagi pedagang untuk memperluas pasar. Menurut Budi, banyak pelaku UMKM yang terbantu dengan hadirnya bisnis online karena model usaha ini selaras dengan perkembangan zaman dan tidak […]

  • Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    Kerinci Jadi Penyumbang Terbesar Panen Padi Jambi 2025, Luasnya Tembus 16,76 Ribu Hektare

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data final Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare. Angka ini bertambah 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 61,63 ribu hektare. Kenaikan itu tidak hanya memperluas areal panen. Produksi padi Jambi juga ikut terdongkrak. […]

  • Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertandingan final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarna Bumi Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Minggu (25/1/2026), berlangsung sengit dan penuh tensi. Pasalnya, Kota Jambi maupun Merangin tidak mau kalah. Kedua tim menampilkan permainan terbuka, dengan saling melancarkan serangan dan memperagakan pola permainan yang menakjubkan. Pertandingan sarat gengsi tersebut disaksikan langsung Gubernur Jambi Al Haris, Bupati […]

  • Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin menjauh dari level aman. Pada perdagangan Rabu (29/7/2026), mata uang Indonesia kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan […]

expand_less