Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur konstruktif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menuju target 9.400 untuk skenario dasar dan 10.200 pada skenario optimistis, ditopang pemulihan laba emiten dan perbaikan margin sektor-sektor utama.

“Meski volatilitas global masih menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG tetap positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun, penguatan pasar saham tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan rupiah. Permintaan struktural dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta aktivitas lindung nilai investor asing membuat rupiah cenderung bergerak terbatas sepanjang 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga disorot BRI Danareksa Sekuritas. Chief Economist and Head of Research Helmy Kristanto menyebut pelemahan rupiah terlihat tidak lazim di tengah derasnya arus masuk dana asing ke pasar obligasi dan saham.

“Hasil ini cukup membingungkan jika dibandingkan dengan korelasi historis,” ujar Helmy dalam riset, dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 98–100 seiring ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang tetap ketat.

Dalam kondisi rupiah melemah, saham-saham berbasis ekspor cenderung menjadi pemenang. Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan rupiah secara alami menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, yang menyebut sektor komoditas seperti pertambangan emas, batu bara, nikel, serta crude palm oil (CPO) diuntungkan karena pendapatan dolar meningkat sementara sebagian biaya masih dalam rupiah.

“Saham komoditas menjadi pilihan defensif saat rupiah tertekan,” kata Ekky.

Sebaliknya, sektor dengan ketergantungan impor tinggi seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur berbasis bahan baku impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan margin.

Sektor perbankan dinilai relatif netral secara fundamental. Namun, tingginya kepemilikan asing membuat saham bank tetap sensitif terhadap volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan rupiah di tengah reli IHSG menunjukkan arus dana asing yang masih bersifat jangka pendek dan oportunistik.

“Investor asing masuk untuk memanfaatkan peluang jangka pendek, bukan karena keyakinan struktural terhadap ekonomi domestik,” ujarnya.

Untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, emiten dinilai telah menyiapkan strategi mitigasi seperti lindung nilai (hedging), penyesuaian struktur utang, serta efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, saham berbasis ekspor dengan neraca keuangan solid dinilai lebih resilien menghadapi volatilitas rupiah. Emiten seperti United Tractors (UNTR), saham komoditas batu bara, serta perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) dipandang relatif tahan banting.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surga Rasa di Tanah Jambi! Kuliner Lokal Ini Siap Bikin Lidah Ketagihan

    Surga Rasa di Tanah Jambi! Kuliner Lokal Ini Siap Bikin Lidah Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bicara soal kuliner, Jambi memang tak pernah kehabisan kejutan. Dari sajian berbahan ikan segar hingga olahan daging dengan bumbu pekat, semuanya hadir dengan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Kekayaan kuliner Jambi lahir dari perpaduan rempah tradisional dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Tak heran, setiap hidangan punya karakter kuat—gurih, pedas, hingga asam […]

  • Peretasan Bank Jakarta: Transaksi Anomali Capai Rp 227 Miliar

    Peretasan Bank Jakarta: Transaksi Anomali Capai Rp 227 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Jakarta, sebelumnya bernama Bank DKI, mengalami peretasan serius pada sistem pembayaran BI Fast, menyebabkan transaksi anomali mencapai Rp 227,1 miliar. Insiden ini terjadi beberapa kali sejak 2024, dengan peretasan terakhir dilaporkan pada 29 Maret 2025. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebut bahwa pihaknya telah membekukan seluruh rekening terkait sejak awal untuk mencegah keluarnya […]

  • Transaksi QRIS di Bank Muamalat Tumbuh 89,37 Persen

    Transaksi QRIS di Bank Muamalat Tumbuh 89,37 Persen

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat, jumlah transaksi melalui QRIS di aplikasi mobile banking Muamalat DIN per November 2025 tercatat lebih dari 5 juta atau tumbuh sekitar 89,37 persen secara tahunan (year on year/yoy). Lonjakan tersebut juga diikuti dengan kenaikan volume transaksi pada periode yang sama yaitu sebesar 71,06 persen (yoy). Direktur Bank […]

  • Tanjab Barat Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Kejurprov 2025 dengan 8 Medali Emas

    Tanjab Barat Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Kejurprov 2025 dengan 8 Medali Emas

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terus menunjukkan dominasinya di ajang Kejurprov Catur 2025 dengan memimpin perolehan medali emas sementara. Pada hari kelima Kejurprov 2025, kontingen Catur Tanjabbar kembali menambah 3 medali emas, sehingga total medali emas mereka menjadi 8. Medali emas tersebut diperoleh dari kategori umur (KU) 13 putra atas nama Gilbert Calcio […]

  • PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), mencatat produksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd) pada triwulan I 2026. Angka tersebut setara dengan 120 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, produksi gas juga mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 105 persen […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang hari raya Idulfitri 1447 H/2026 harga emas di Pegadaian mengalami penurunan. Baik itu produk logam mulia buatan UBS maupun Galeri24, pagi ini kompak turun Rp11.000. Dilansir laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (17/3/2026), emas UBS menjadi Rp3.015.000 dari semula Rp3.026.000 per gram. Sementara emas Galeri24 dipatok Rp3.001.000 per gram dari sebelumnya di angka […]

expand_less