Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur konstruktif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menuju target 9.400 untuk skenario dasar dan 10.200 pada skenario optimistis, ditopang pemulihan laba emiten dan perbaikan margin sektor-sektor utama.

“Meski volatilitas global masih menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG tetap positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun, penguatan pasar saham tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan rupiah. Permintaan struktural dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta aktivitas lindung nilai investor asing membuat rupiah cenderung bergerak terbatas sepanjang 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga disorot BRI Danareksa Sekuritas. Chief Economist and Head of Research Helmy Kristanto menyebut pelemahan rupiah terlihat tidak lazim di tengah derasnya arus masuk dana asing ke pasar obligasi dan saham.

“Hasil ini cukup membingungkan jika dibandingkan dengan korelasi historis,” ujar Helmy dalam riset, dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 98–100 seiring ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang tetap ketat.

Dalam kondisi rupiah melemah, saham-saham berbasis ekspor cenderung menjadi pemenang. Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan rupiah secara alami menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, yang menyebut sektor komoditas seperti pertambangan emas, batu bara, nikel, serta crude palm oil (CPO) diuntungkan karena pendapatan dolar meningkat sementara sebagian biaya masih dalam rupiah.

“Saham komoditas menjadi pilihan defensif saat rupiah tertekan,” kata Ekky.

Sebaliknya, sektor dengan ketergantungan impor tinggi seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur berbasis bahan baku impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan margin.

Sektor perbankan dinilai relatif netral secara fundamental. Namun, tingginya kepemilikan asing membuat saham bank tetap sensitif terhadap volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan rupiah di tengah reli IHSG menunjukkan arus dana asing yang masih bersifat jangka pendek dan oportunistik.

“Investor asing masuk untuk memanfaatkan peluang jangka pendek, bukan karena keyakinan struktural terhadap ekonomi domestik,” ujarnya.

Untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, emiten dinilai telah menyiapkan strategi mitigasi seperti lindung nilai (hedging), penyesuaian struktur utang, serta efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, saham berbasis ekspor dengan neraca keuangan solid dinilai lebih resilien menghadapi volatilitas rupiah. Emiten seperti United Tractors (UNTR), saham komoditas batu bara, serta perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) dipandang relatif tahan banting.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

    Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Bank Dunia menilai Indonesia perlu lebih terbuka terhadap perdagangan global agar tidak semakin tertinggal dalam rantai pasok manufaktur dunia. Lembaga tersebut juga menyoroti dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai menghambat kompetisi dan reformasi ekonomi. Chief Economist of the East and Pacific Region World Bank Aaditya Mattoo mengatakan, kebijakan perdagangan Indonesia yang […]

  • Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Tembus US5 AS per Barel

    Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Tembus US$105 AS per Barel

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada Senin (16/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Lonjakan tersebut mendorong harga minyak mentah global menembus level 105 dollar AS per barel. Kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat naik 2,01 dollar AS atau sekitar 1,95 persen menjadi 105,15 dollar AS per barel. […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • Tito Karnavian: Koperasi Desa Jadi Kunci Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga di Daerah

    Tito Karnavian: Koperasi Desa Jadi Kunci Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga di Daerah

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai Koperasi Desa (Kopdes) memiliki peran strategis dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, Kopdes dapat menjadi saluran distribusi baru bagi program-program strategis pemerintah yang langsung menyasar masyarakat lapisan terbawah. Tito menuturkan, selama ini salah satu persoalan utama dalam kebijakan pengendalian harga adalah saluran distribusi yang tidak merata hingga […]

  • Resep Es Blewah Markisa Segar, Takjil Simpel Favorit untuk Buka Puasa

    Resep Es Blewah Markisa Segar, Takjil Simpel Favorit untuk Buka Puasa

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Es blewah hampir selalu hadir dalam deretan takjil saat Ramadhan. Perpaduan serutan blewah yang segar dengan sirup dan perasan markisa menciptakan rasa manis-asam yang menyegarkan setelah seharian berpuasa. Minuman ini juga praktis dibuat di rumah karena bahannya mudah ditemukan dan prosesnya tidak rumit. Resep Es Blewah Markisa Bahan: 200 gram blewah, dikeruk memanjang […]

  • Meta PHK 8.000 Karyawan Akibat Biaya AI Membengkak

    Meta PHK 8.000 Karyawan Akibat Biaya AI Membengkak

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raksasa teknologi Meta Platforms mengambil langkah drastis dengan memangkas sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin membebani keuangan perusahaan. Keputusan ini menegaskan tren baru di industri teknologi global, di mana investasi besar-besaran dalam infrastruktur […]

expand_less