Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur konstruktif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menuju target 9.400 untuk skenario dasar dan 10.200 pada skenario optimistis, ditopang pemulihan laba emiten dan perbaikan margin sektor-sektor utama.

“Meski volatilitas global masih menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG tetap positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun, penguatan pasar saham tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan rupiah. Permintaan struktural dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta aktivitas lindung nilai investor asing membuat rupiah cenderung bergerak terbatas sepanjang 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga disorot BRI Danareksa Sekuritas. Chief Economist and Head of Research Helmy Kristanto menyebut pelemahan rupiah terlihat tidak lazim di tengah derasnya arus masuk dana asing ke pasar obligasi dan saham.

“Hasil ini cukup membingungkan jika dibandingkan dengan korelasi historis,” ujar Helmy dalam riset, dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 98–100 seiring ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang tetap ketat.

Dalam kondisi rupiah melemah, saham-saham berbasis ekspor cenderung menjadi pemenang. Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan rupiah secara alami menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, yang menyebut sektor komoditas seperti pertambangan emas, batu bara, nikel, serta crude palm oil (CPO) diuntungkan karena pendapatan dolar meningkat sementara sebagian biaya masih dalam rupiah.

“Saham komoditas menjadi pilihan defensif saat rupiah tertekan,” kata Ekky.

Sebaliknya, sektor dengan ketergantungan impor tinggi seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur berbasis bahan baku impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan margin.

Sektor perbankan dinilai relatif netral secara fundamental. Namun, tingginya kepemilikan asing membuat saham bank tetap sensitif terhadap volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan rupiah di tengah reli IHSG menunjukkan arus dana asing yang masih bersifat jangka pendek dan oportunistik.

“Investor asing masuk untuk memanfaatkan peluang jangka pendek, bukan karena keyakinan struktural terhadap ekonomi domestik,” ujarnya.

Untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, emiten dinilai telah menyiapkan strategi mitigasi seperti lindung nilai (hedging), penyesuaian struktur utang, serta efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, saham berbasis ekspor dengan neraca keuangan solid dinilai lebih resilien menghadapi volatilitas rupiah. Emiten seperti United Tractors (UNTR), saham komoditas batu bara, serta perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) dipandang relatif tahan banting.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen BEI untuk Meningkatkan Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

    Komitmen BEI untuk Meningkatkan Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan oleh MSCI Inc. (MSCI), pada Rabu (28/01/2026) lalu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI. Kautsar Primadi […]

  • Catatnya, Ini Harapan Menteri PKP Terhadap Pengembang di Daerah

    Catatnya, Ini Harapan Menteri PKP Terhadap Pengembang di Daerah

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) terus mendorong tumbuhnya pengembang yang berkualitas di daerah untuk membuka lapangan pekerjaan. “Saya ingin terus menumbuhkan semakin banyak pengembang-pengembang yang berkualitas di daerah, supaya membuka lapangan pekerjaan,” ujar Ara dikutip dari Antara, Rabu (8/10/2025). Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah karena sudah menjalankan […]

  • Pemerintah Tata Ulang 45.000 Sumur Rakyat, Perkuat Kemandirian Energi Nasional

    Pemerintah Tata Ulang 45.000 Sumur Rakyat, Perkuat Kemandirian Energi Nasional

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia memperkuat peran rakyat dalam sektor minyak dan gas bumi (migas) dengan menata ulang 45.000 sumur rakyat secara legal dan produktif. Langkah ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi di berbagai daerah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, di mana sumber […]

  • Dirjen Bea Cukai Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Izin Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang

    Dirjen Bea Cukai Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Izin Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas masuknya 250 ton beras impor ilegal melalui Sabang, Aceh. Ia memastikan bahwa barang tersebut langsung disegel saat tiba di kawasan tersebut. “Impor beras ilegal yang pasti kita enggak mengizinkan itu. Makanya, ketika barang itu masuk, […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

    BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Perseroan turut berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,2 triliun untuk proyek strategis Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek Flyover Sitinjau Lauik menjadi salah satu infrastruktur yang […]

expand_less