Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur konstruktif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menuju target 9.400 untuk skenario dasar dan 10.200 pada skenario optimistis, ditopang pemulihan laba emiten dan perbaikan margin sektor-sektor utama.

“Meski volatilitas global masih menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG tetap positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun, penguatan pasar saham tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan rupiah. Permintaan struktural dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta aktivitas lindung nilai investor asing membuat rupiah cenderung bergerak terbatas sepanjang 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga disorot BRI Danareksa Sekuritas. Chief Economist and Head of Research Helmy Kristanto menyebut pelemahan rupiah terlihat tidak lazim di tengah derasnya arus masuk dana asing ke pasar obligasi dan saham.

“Hasil ini cukup membingungkan jika dibandingkan dengan korelasi historis,” ujar Helmy dalam riset, dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 98–100 seiring ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang tetap ketat.

Dalam kondisi rupiah melemah, saham-saham berbasis ekspor cenderung menjadi pemenang. Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan rupiah secara alami menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, yang menyebut sektor komoditas seperti pertambangan emas, batu bara, nikel, serta crude palm oil (CPO) diuntungkan karena pendapatan dolar meningkat sementara sebagian biaya masih dalam rupiah.

“Saham komoditas menjadi pilihan defensif saat rupiah tertekan,” kata Ekky.

Sebaliknya, sektor dengan ketergantungan impor tinggi seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur berbasis bahan baku impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan margin.

Sektor perbankan dinilai relatif netral secara fundamental. Namun, tingginya kepemilikan asing membuat saham bank tetap sensitif terhadap volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan rupiah di tengah reli IHSG menunjukkan arus dana asing yang masih bersifat jangka pendek dan oportunistik.

“Investor asing masuk untuk memanfaatkan peluang jangka pendek, bukan karena keyakinan struktural terhadap ekonomi domestik,” ujarnya.

Untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, emiten dinilai telah menyiapkan strategi mitigasi seperti lindung nilai (hedging), penyesuaian struktur utang, serta efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, saham berbasis ekspor dengan neraca keuangan solid dinilai lebih resilien menghadapi volatilitas rupiah. Emiten seperti United Tractors (UNTR), saham komoditas batu bara, serta perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) dipandang relatif tahan banting.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/10/2025). IHSG melemah 9,62 poin atau 0,14% ke 8.112,63. Sebanyak 252 saham naik, 144 saham turun dan 201 saham stagnan. Lima indeks sektoral menguat, Sedangkan enam indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku […]

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

    Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan tetap stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke depan. Keyakinan ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid, inflasi yang terkendali, serta stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa rupiah berpotensi bergerak stabil dengan […]

  • Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi […]

  • Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    Melambung Tinggi! Harga Emas Antam Rp 2.383.000 Per Gram Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melambung tinggi. Hari ini harga emas Antam loncat tinggi sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.383.000 per gram. Harga ini menembus rekor terakhir di level Rp2.360.000 per gram yang tercatat sehari sebelumnya, Selasa (14/10/2025). Sementara harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,32 miliar. […]

  • Harga Batu Bara Cetak Rekor Tertinggi, tapi Indonesia Dapat Banyak Kabar Buruk

    Harga Batu Bara Cetak Rekor Tertinggi, tapi Indonesia Dapat Banyak Kabar Buruk

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara global kembali melonjak ke level tertinggi bulan ini, namun di balik kenaikan itu, tersimpan sejumlah tantangan bagi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama dunia. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara ditutup di posisi USD 108,5 per ton, menguat 0,69 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi rekor tertinggi sejak awal […]

expand_less