Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

Rupiah Melemah Dekati Rp17.000, Ini Sektor Saham yang Diuntungkan dan Tertekan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS memberikan dampak yang beragam terhadap pasar saham Indonesia. Di tengah tekanan mata uang, sejumlah sektor justru diuntungkan, sementara sektor lainnya menghadapi kenaikan biaya dan tekanan margin.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 masih berada dalam jalur konstruktif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menuju target 9.400 untuk skenario dasar dan 10.200 pada skenario optimistis, ditopang pemulihan laba emiten dan perbaikan margin sektor-sektor utama.

“Meski volatilitas global masih menjadi risiko, arah jangka menengah IHSG tetap positif selama stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan terjaga,” ujar Andrey, Senin (19/1/2026).

Namun, penguatan pasar saham tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan rupiah. Permintaan struktural dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta aktivitas lindung nilai investor asing membuat rupiah cenderung bergerak terbatas sepanjang 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga disorot BRI Danareksa Sekuritas. Chief Economist and Head of Research Helmy Kristanto menyebut pelemahan rupiah terlihat tidak lazim di tengah derasnya arus masuk dana asing ke pasar obligasi dan saham.

“Hasil ini cukup membingungkan jika dibandingkan dengan korelasi historis,” ujar Helmy dalam riset, dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp16.956 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 98–100 seiring ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang tetap ketat.

Dalam kondisi rupiah melemah, saham-saham berbasis ekspor cenderung menjadi pemenang. Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan rupiah secara alami menguntungkan emiten dengan pendapatan dolar AS.

Pandangan serupa disampaikan Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan, yang menyebut sektor komoditas seperti pertambangan emas, batu bara, nikel, serta crude palm oil (CPO) diuntungkan karena pendapatan dolar meningkat sementara sebagian biaya masih dalam rupiah.

“Saham komoditas menjadi pilihan defensif saat rupiah tertekan,” kata Ekky.

Sebaliknya, sektor dengan ketergantungan impor tinggi seperti consumer goods tertentu, farmasi, dan manufaktur berbasis bahan baku impor berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan margin.

Sektor perbankan dinilai relatif netral secara fundamental. Namun, tingginya kepemilikan asing membuat saham bank tetap sensitif terhadap volatilitas nilai tukar dan pergerakan arus modal.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan rupiah di tengah reli IHSG menunjukkan arus dana asing yang masih bersifat jangka pendek dan oportunistik.

“Investor asing masuk untuk memanfaatkan peluang jangka pendek, bukan karena keyakinan struktural terhadap ekonomi domestik,” ujarnya.

Untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, emiten dinilai telah menyiapkan strategi mitigasi seperti lindung nilai (hedging), penyesuaian struktur utang, serta efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, saham berbasis ekspor dengan neraca keuangan solid dinilai lebih resilien menghadapi volatilitas rupiah. Emiten seperti United Tractors (UNTR), saham komoditas batu bara, serta perbankan besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) dipandang relatif tahan banting.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Polemik Cerdas Cermat MPR

    Respons Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Polemik Cerdas Cermat MPR

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, menjadi sorotan publik setelah polemik penjurian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI viral di media sosial. Ocha menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang mengalir setelah video perdebatan dengan juri tersebar luas. Ia mengaku tidak menyangka perhatian publik terhadap dirinya dan tim […]

  • Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah membangun 1.357 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, sekitar 30.500 unit lainnya saat ini masih dalam proses pembangunan. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan dan sarana produksi di tingkat desa. “Hari ini kita sudah […]

  • Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bulan Ramadan sering menjadi momen bagi umat Islam untuk menunaikan berbagai ibadah, termasuk membayar zakat. Namun di tengah kewajiban tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: mana yang harus didahulukan, membayar hutang atau menunaikan zakat? Ulama tafsir Indonesia, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam Islam, membayar hutang yang sudah jatuh tempo harus didahulukan […]

  • Kemenhub Cabut Status Internasional Bandara IMIP Morowali

    Kemenhub Cabut Status Internasional Bandara IMIP Morowali

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mencabut status internasional Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dengan pencabutan tersebut, bandara tidak dapat lagi melayani penerbangan langsung dari dan atau ke luar negeri. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025 tentang Penggunaan Bandar Udara yang […]

  • ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat. Kebijakan ini diberlakukan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya penyesuaian pola kerja yang lebih adaptif dan efisien. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan […]

  • Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    Pertamina Pastikan Merger Tiga Anak Usaha Tanpa PHK Karyawan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memastikan proses merger tiga anak usaha, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) tidak dibarengi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan jaminan tersebut telah disampaikan langsung kepada karyawan. “Tadi pagi kami sudah […]

expand_less