Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan tetap stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke depan. Keyakinan ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid, inflasi yang terkendali, serta stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa rupiah berpotensi bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, seiring dukungan imbal hasil aset domestik yang menarik dan prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik pada awal 2026.

“Ke depan, nilai tukar diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat, didukung inflasi yang rendah, imbal hasil menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

BI mencatat ketahanan eksternal Indonesia masih berada pada level yang kuat, tercermin dari cadangan devisa yang tinggi dan berada di atas standar kecukupan internasional. Meski rupiah sempat mengalami tekanan akibat dinamika arus modal global, bank sentral menilai kondisi tersebut masih terkendali dan sejalan dengan perkembangan pasar global.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan stabilisasi, antara lain melalui intervensi di pasar valas, optimalisasi transaksi Non-Delivery Forward (NDF), serta penguatan operasi moneter yang pro-pasar.

Selain itu, BI juga mengintensifkan transaksi spot dan swap dalam mata uang mitra dagang utama seperti yuan China dan yen Jepang, guna mendukung penguatan local currency transaction.

Di sisi domestik, inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi inti yang rendah dan ekspektasi harga yang stabil. BI juga melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan sektor riil.

Analis menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama arah kebijakan moneter AS dan kondisi pasar keuangan internasional. Melemahnya dolar AS serta membaiknya selera risiko global memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Di dalam negeri, pasar juga mencermati konsistensi kebijakan dan kredibilitas otoritas moneter. Kepercayaan terhadap BI dalam menjaga stabilitas dinilai menjadi faktor utama yang menopang pergerakan rupiah, terlepas dari dinamika internal dan sentimen jangka pendek.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IRGC Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah

    IRGC Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin meningkat. Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dilaporkan tengah melakukan operasi intelijen untuk melacak keberadaan sekitar 11.000 tentara Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Media Iran yang dikutip oleh Al Jazeera menyebutkan bahwa badan intelijen IRGC telah mengeluarkan seruan kepada masyarakat […]

  • Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pabrikan kendaraan dari Jepang Mazda mempertahankan filosofi turun temurun-temurun jinba ittai dalam desain mobil mereka yang modern, termasuk untuk mobil yang beredar di Indonesia. “Apapun powertrain (sistem tenaga)-nya yang penting harus jinba ittai,” kata Managing Director PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio, selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mazda di Indonesia, dikutip dari […]

  • Anjlok Parah, Harga Emas Antam Kini Rp2.147.000 per Gram

    Anjlok Parah, Harga Emas Antam Kini Rp2.147.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali ambrol pada Selasa (28/10/2025). Kali ini ambrol sebesar Rp 45.000 menjadi Rp 2.282.000 per gram. Harga beli kembali atau buyback emas Antam (ANTM) juga ikut anjlok sebesar Rp 45.000 menjadi Rp 2.147.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri […]

  • OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan regulasi baru yang akan membatasi pemasaran produk unitlink bagi perusahaan asuransi jiwa dengan ekuitas kecil. Aturan ini akan diatur dalam rancangan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Kegiatan Usaha dan Lini Usaha Perusahaan Asuransi Berdasarkan Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE). Berdasarkan rancangan tersebut, perusahaan asuransi jiwa yang […]

  • Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menilai eskalasi konflik di Papua tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan parsial. Ia menegaskan perlunya langkah besar, menyeluruh, dan berbasis dialog untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang. Pernyataan itu disampaikan Pigai menyusul laporan Komnas HAM yang mencatat 97 peristiwa kekerasan sepanjang 2025 dan 26 kasus tambahan […]

  • Kekayaan 50 Orang Terkaya di Hong Kong Tembus Rp 6.163 Triliun, Hang Seng Naik 30 Persen

    Kekayaan 50 Orang Terkaya di Hong Kong Tembus Rp 6.163 Triliun, Hang Seng Naik 30 Persen

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kekayaan kolektif 50 orang terkaya di Hong Kong melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada 2025. Total harta mereka mencapai 366 miliar dollar AS atau setara Rp 6.163 triliun, naik dari 301 miliar dollar AS pada tahun sebelumnya. Lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh maraknya penawaran saham perdana (IPO) serta pemulihan sektor properti yang […]

expand_less