Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Batu Bara Cetak Rekor Tertinggi, tapi Indonesia Dapat Banyak Kabar Buruk

Harga Batu Bara Cetak Rekor Tertinggi, tapi Indonesia Dapat Banyak Kabar Buruk

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga batu bara global kembali melonjak ke level tertinggi bulan ini, namun di balik kenaikan itu, tersimpan sejumlah tantangan bagi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama dunia. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara ditutup di posisi USD 108,5 per ton, menguat 0,69 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi rekor tertinggi sejak awal Oktober 2025.

Lonjakan harga dipicu oleh penguatan permintaan dari China, yang tengah menghadapi pasokan ketat akibat pengetatan inspeksi keselamatan tambang dan perlambatan produksi di beberapa provinsi penghasil batu bara utama.

Kenaikan harga batu bara domestik di China terus berlanjut pada pekan terakhir Oktober. Aktivitas pelabuhan dan tambang menunjukkan peningkatan permintaan menjelang musim dingin. Cuaca yang tidak menentu juga memperkuat tren kenaikan harga, terutama dari sektor utilitas listrik.

Meski begitu, analis menilai pasar batu bara mulai menunjukkan tanda stabilisasi, artinya kenaikan tidak lagi seagresif sebelumnya. China kini tengah mencari keseimbangan baru antara pasokan dan permintaan.

Produksi tambang domestik mulai meningkat untuk mengantisipasi kebutuhan musim dingin, sementara transisi energi ke sumber terbarukan dan stok yang menumpuk di beberapa pelabuhan bisa menekan harga dalam jangka menengah.

Selain batu bara termal, pasar batu bara kokas (coking coal) di China juga menunjukkan tren positif. Indeks harga untuk kokas di provinsi Shanxi naik hingga CNY 50 per ton menjadi CNY 1.340 per ton.

Kondisi ini memberi peluang bagi produsen kokas untuk menaikkan harga secara bertahap. Namun bagi industri baja, kenaikan tersebut justru berpotensi menekan margin produksi, kecuali jika diimbangi oleh efisiensi atau kenaikan harga baja di pasar.

Bagi Indonesia, situasi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Sebagai salah satu pemasok bahan baku industri baja Asia, permintaan terhadap batu bara kokas asal Indonesia bisa meningkat, tetapi kompetisi dengan Australia dan Rusia semakin ketat.

Meski harga naik, kabar kurang menggembirakan datang bagi eksportir seperti Indonesia. Setelah menyelesaikan pemeliharaan jalur kereta batu bara Daqin Railway lebih cepat dari jadwal, pasokan domestik China kini lebih lancar.

Akibatnya, kebutuhan impor dari negara lain berpotensi menurun. Pasar batu bara termal via laut juga menunjukkan tanda-tanda melambat karena penurunan tender dari utilitas China.

Kondisi serupa terjadi di pasar Korea Selatan. Negeri Ginseng memangkas impor batu bara dari Rusia sebesar 14 persen pada September dan beralih ke Kolombia karena harga yang lebih murah.

Sementara Indonesia justru mencatat penurunan ekspor ke Korea Selatan sebesar 20,5 persen menjadi hanya 2,86 juta ton. Sebaliknya, Australia justru berhasil meningkatkan ekspor hingga 39,2 persen ke negara tersebut.

Persaingan di pasar Asia Timur semakin sengit. Rusia, Kolombia, dan Australia berlomba menawarkan harga kompetitif, bahkan menanggung sebagian biaya pengiriman untuk menarik pembeli baru.

Bagi Indonesia, kondisi ini menandakan perlunya strategi baru dalam mempertahankan pasar ekspor, termasuk diversifikasi tujuan ekspor ke negara-negara Asia Selatan atau Timur Tengah, serta peningkatan efisiensi logistik di dalam negeri.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta saat Lapor SPT via Coretax

    Menkeu Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta saat Lapor SPT via Coretax

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan dirinya mengalami kurang bayar pajak sekitar Rp 50 juta saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) 2025 melalui sistem Coretax. Pengalaman tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya usai menyampaikan laporan pajaknya. Ia menjelaskan bahwa kondisi kurang bayar merupakan hal yang umum terjadi, terutama bagi wajib pajak […]

  • Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pabrikan kendaraan dari Jepang Mazda mempertahankan filosofi turun temurun-temurun jinba ittai dalam desain mobil mereka yang modern, termasuk untuk mobil yang beredar di Indonesia. “Apapun powertrain (sistem tenaga)-nya yang penting harus jinba ittai,” kata Managing Director PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio, selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mazda di Indonesia, dikutip dari […]

  • Harga Perak Naik Terus Kini Menjadi Rp35.525 per Gram

    Harga Perak Naik Terus Kini Menjadi Rp35.525 per Gram

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak Antam melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Senin (1/12/2025). Sekarang ini harga perak Antam naik Rp300 menjadi Rp35.525 per gram. Sebelumnya, perak Antam pada Sabtu (29/11/2025) naik drastis Rp1.600 menjadi Rp 35.225 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 9.281.250, dengan harga yang […]

  • Pasar Kripto Tumbuh dan Arsari Group Masuk sebagai Pemegang Saham

    Pasar Kripto Tumbuh dan Arsari Group Masuk sebagai Pemegang Saham

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang kuat seiring meningkatnya aktivitas pasar kripto nasional dan masuknya Arsari Group, grup usaha milik Hashim Djojohadikusumo, sebagai pemegang saham strategis pada akhir 2025. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Erni Marsella Siahaan, menilai COIN berada pada posisi strategis sebagai […]

  • OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah mencabut izin usaha enam Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang tahun 2026 hingga Maret. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan regulasi serta perlindungan terhadap konsumen di sektor perbankan. Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pencabutan izin dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. […]

  • Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski telah mengumumkan rencana pembangunan pabriknya di Tanah Air, PT Chery Sales Indonesia (CSI) sampai saat ini masih belum mau berbicara lebih jauh terkait hal tersebut. Belum ada kejelasan apakah nantinya Chery akan membangun pabrik sendiri atau mengambil alih fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), yang saat ini menjadi lokasi perakitan beberapa produknya. […]

expand_less