Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Aktivitas investasi properti di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL), nilai investasi properti komersial atau commercial real estate (CRE) di kawasan tersebut tumbuh 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal II/2025, mencapai US$31,2 miliar atau sekitar Rp517,68 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Asia Pasifik justru mencatat lonjakan besar dalam investasi properti. Laporan JLL mengungkap bahwa kawasan ini masih menjadi magnet bagi investor global, sementara Indonesia fokus memperkuat sektor manufaktur sebagai tulang punggung pertumbuhan properti nasional.

Korea Selatan menjadi negara dengan pertumbuhan investasi tertinggi di kawasan, naik 72% YoY pada kuartal II/2025 menjadi US$6 miliar, dengan akumulasi semester pertama mencapai US$12,8 miliar. Lonjakan ini terutama didorong oleh sektor perkantoran yang menyumbang 77% dari total volume pasar, karena banyak pemilik aset melepas properti sebelum terjadinya potensi oversupply di kawasan pusat bisnis.

“Meski investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, real estate komersial Asia Pasifik terus menarik investor global. Hal ini menunjukkan kekuatan fundamental kawasan dan resilience untuk sektor ini,” ujar Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets JLL, dikutip Kamis (9/10/2025). Stuart menambahkan, pasar hotel juga tetap aktif karena pemilik memanfaatkan kinerja yang membaik untuk menjual di harga premium. Selain itu, penurunan suku bunga acuan menjadi 2,5% oleh Bank of Korea pada Mei 2025 turut memperkuat momentum investasi di negeri Ginseng tersebut.

Sementara itu, Jepang mencatat nilai investasi sebesar US$7,6 miliar pada kuartal II/2025, naik 31% YoY. Total investasi semester pertama mencapai US$21,3 miliar, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dukungan kuat dari investor domestik dan lembaga seperti J-REITs, Warburg Pincus, Aberdeen, dan CapitaLand mendorong sektor perkantoran dan hunian multifamily naik signifikan.

Di Indonesia, prospek pasar properti komersial tetap positif berkat fundamental ekonomi yang stabil dan permintaan domestik yang kuat. Farazia Basarah, Country Head JLL Indonesia, mengatakan bahwa sektor manufaktur menjadi tumpuan utama investasi properti Tanah Air pada kuartal II/2025.

“Terlepas dari tantangan ekonomi global, kami melihat permintaan domestik yang solid serta penempatan modal internasional yang selektif, menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama di Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujar Farazia.

Berdasarkan data Realestat Indonesia (REI), realisasi investasi sektor properti nasional mencapai Rp75 triliun sepanjang semester I/2025. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, optimistis momentum pertumbuhan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

“Investasi di properti di semester I/2025 adalah sebesar Rp75 triliun. Ini adalah kondisi yang mestinya membuat kita optimis di semester kedua ini ataupun triwulan keempat,” kata Joko dalam sosialisasi Kredit Program Perumahan di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Selain itu, bisnis pasar real estate nasional tumbuh 3,71%, disusul sektor konstruksi 4,98%, dan kredit properti meningkat 7,62% hingga Juli 2025. Meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya, tren pertumbuhan tetap positif.

Hasil survei JLL terhadap 75 investor di Asia Pasifik menunjukkan bahwa sektor industri dan logistik, energi dan infrastruktur, serta ritel dinilai paling rentan terhadap risiko geopolitik. Sebaliknya, sektor hunian, life sciences, dan kesehatan dianggap lebih tahan terhadap guncangan ekonomi karena ditopang oleh permintaan domestik yang stabil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momen menarik datang dari pasar logam mulia. Harga perak murni produksi Antam pada Selasa (9/6/2026) mengalami koreksi tajam. Hal ini membuka peluang bagi warga Jambi untuk memanfaatkan situasi ini, untuk menambah koleksi peraknya. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia yang dihimpun Jambisnis.com, harga perak Antam hari ini turun Rp150 menjadi Rp45.650 per gram. […]

  • Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Teridentifikasi

    Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Teridentifikasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima sebanyak 50 kantong jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Selasa (27/1/2026) malam, sebanyak 34 jenazah berhasil diidentifikasi. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan jumlah korban yang teridentifikasi terus bertambah dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 30 jenazah. “Dari […]

  • Erupsi Semeru Hari Ini: Status Awas, 3 Desa Terdampak dan 300 Warga Mengungsi

    Erupsi Semeru Hari Ini: Status Awas, 3 Desa Terdampak dan 300 Warga Mengungsi

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas sejak Rabu (19/11/2025). Pada pukul 17.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Semeru ke Level IV atau Awas. Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung 19–26 November 2025. Dalam enam jam pengamatan terakhir pada Kamis (20/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB, […]

  • Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laju penurunan muka tanah di Jakarta mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memperparah banjir, merusak infrastruktur, hingga mengancam keberlanjutan kota. Pengamat tata kota Prof. Putu Rumawan Salain mengatakan, tren tersebut harus segera direspons dengan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan. “Dengan penurunan tanah […]

  • Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik drastis pada Kamis (13/11/2025). Perak Antam naik Rp 2.225 menjadi Rp 29.889 per gram. Kenaikan harga tersebut membuat Harga dasar perak Antam murni ikut terkerek, dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.756.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.719.438. […]

  • LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih relatif kuat. “Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dana pihak […]

expand_less