Jusuf Kalla Kumpulkan Tokoh Poso dan Maluku, Luruskan Polemik Ceramah di UGM
- account_circle say say
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- comment 0 komentar

Jusuf Kalla mengumpulkan sejumlah tokoh agama dan pelaku sejarah perdamaian dari Poso dan Maluku.
JAMBISNIS.COM – Jusuf Kalla mengumpulkan sejumlah tokoh agama dan pelaku sejarah perdamaian dari Poso dan Maluku untuk memberikan penjelasan terkait ceramahnya yang disampaikan di Universitas Gadjah Mada dan belakangan menimbulkan polemik. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (21/4/2026), dan dihadiri tokoh lintas agama yang terlibat dalam proses perdamaian Poso dan Maluku, termasuk perwakilan pemerintah.
JK mengatakan, ceramah yang ia sampaikan di Masjid UGM mengangkat tema perjalanan panjang menuju perdamaian, termasuk pengalaman penyelesaian konflik di berbagai daerah.
Menurut dia, potongan video ceramah yang beredar di media sosial tidak utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya ingin memberikan pengertian agar tidak terjadi salah persepsi atas apa yang disampaikan,” ujar JK.
Ia mengaku khawatir apabila kesalahpahaman tersebut tidak segera diluruskan dapat memicu reaksi di masyarakat.
JK menyebut, dirinya telah menerima informasi adanya rencana aksi di sejumlah daerah sebagai respons atas potongan ceramah tersebut.
Karena itu, ia meminta masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi.
“Satu kejadian kecil saja bisa berdampak luas jika tidak dipahami secara utuh,” kata dia.
Melalui pertemuan ini, JK berharap para tokoh yang hadir dapat menyampaikan penjelasan kepada masyarakat di daerah masing-masing, sehingga tidak terjadi salah tafsir.
Ia menegaskan bahwa substansi ceramah yang disampaikannya berfokus pada pentingnya perdamaian. Sebelumnya, JK dilaporkan ke kepolisian terkait isi ceramah tersebut yang dinilai sebagian pihak menyinggung isu sensitif.
Namun, JK membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa pernyataannya disampaikan dalam konteks menjelaskan berbagai jenis konflik, termasuk konflik berlatar belakang agama di Poso dan Maluku.
Ia juga menuturkan bahwa dalam upaya penyelesaian konflik di masa lalu, dirinya bersama sejumlah pihak terlibat langsung dalam proses perdamaian, termasuk melalui perundingan Malino.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar