Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Laba dan Penjualan Japfa Comfeed (JPFA) Naik di Kuartal III-2025, Catat Pertumbuhan 15%

Laba dan Penjualan Japfa Comfeed (JPFA) Naik di Kuartal III-2025, Catat Pertumbuhan 15%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten sektor peternakan ini membukukan kenaikan penjualan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan bersih JPFA mencapai Rp 43,10 triliun hingga akhir September 2025, meningkat 4,41% year on year (yoy) dibandingkan Rp 41,27 triliun pada periode Januari–September 2024.

Peningkatan penjualan terutama ditopang oleh segmen peternakan komersial sebesar Rp 17,28 triliun, pakan ternak Rp 11,1 triliun, pengolahan hasil peternakan Rp 7,72 triliun, budidaya perairan Rp 3,68 triliun, pembibitan unggas Rp 2,46 triliun, dan perdagangan lain-lain Rp 1,66 triliun.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut mengerek laba bruto JPFA menjadi Rp 8,71 triliun, naik dari Rp 7,94 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, Japfa Comfeed mencatat Rp 2,41 triliun, tumbuh 15,05% yoy dari Rp 2,09 triliun pada kuartal III-2024.

Kinerja laba yang solid didukung oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi pada beban keuangan yang turun dari Rp 656,38 miliar menjadi Rp 599,56 miliar. Selain itu, laba ventura bersama juga berbalik positif menjadi Rp 7,01 miliar dari sebelumnya rugi Rp 2,39 miliar.

Sementara itu, laba usaha JPFA tercatat Rp 3,92 triliun atau naik 7,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total, aset JPFA mencapai Rp 37,3 triliun per akhir kuartal III-2025, naik dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp 34,66 triliun. Total liabilitas perusahaan mencapai Rp 19,02 triliun, sedangkan ekuitas tercatat Rp 18,27 triliun.

Saldo kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp 1,72 triliun per September 2025, dibandingkan Rp 1,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa Japfa Comfeed berhasil menjaga stabilitas bisnis di tengah fluktuasi harga pakan dan permintaan unggas yang mulai pulih di tahun 2025.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali Kapal AS dan Israel

    Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali Kapal AS dan Israel

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi negara-negara dunia. Namun, jalur strategis tersebut tidak diperbolehkan dilintasi kapal milik Amerika Serikat, Israel, serta sekutu keduanya. Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Mesir, Ayman Mohyeldin, seperti dikutip media internasional. “Selat Hormuz sebenarnya terbuka. […]

  • Harga Sembako di Talang Banjar Mayoritas Stabil, Cabai Masih Jadi Pemicu Kenaikan

    Harga Sembako di Talang Banjar Mayoritas Stabil, Cabai Masih Jadi Pemicu Kenaikan

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau stabil pada pembaruan data per 25 November 2025. Berdasarkan informasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga, sementara beberapa jenis cabai justru mencatat kenaikan. Untuk komoditas beras, hampir seluruh jenis berada pada kondisi stabil. Beras […]

  • Deretan Tokoh Dunia Mundur dan Diselidiki Usai File Jeffrey Epstein Dibuka

    Deretan Tokoh Dunia Mundur dan Diselidiki Usai File Jeffrey Epstein Dibuka

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rilis dokumen kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) memicu dampak luas di tingkat global. Sejumlah pejabat dan tokoh dunia dilaporkan mengundurkan diri, diskors, atau diselidiki akibat keterkaitan nama mereka dalam berkas tersebut. Jeffrey Epstein diketahui membangun jejaring internasional yang melibatkan politisi, kalangan bisnis, akademisi, hingga tokoh publik […]

  • Guncang Akhir Tahun! All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jambi

    Guncang Akhir Tahun! All New Honda Vario 125 Resmi Meluncur di Jambi

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi secara resmi meluncurkan All New Honda Vario 125 kepada masyarakat Jambi. Skutik 125cc generasi terbaru ini hadir dengan pembaruan menyeluruh pada desain dan fitur, serta diperkuat dengan kehadiran tipe Street yang mengusung konsep street style lebih ekspresif dan berkarakter. […]

  • Harga Tiket Garuda Indonesia Turun 17-18 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Berlaku 14-29 Maret

    Harga Tiket Garuda Indonesia Turun 17-18 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Berlaku 14-29 Maret

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia menurunkan harga tiket penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik pada periode mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan 14-29 Maret 2026. Penyesuaian harga tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus bagi industri penerbangan nasional guna mendukung kelancaran […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap empat modus utama yang selama ini digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran bea keluar atas sejumlah komoditas. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan dari sektor kepabeanan. Purbaya menjelaskan, modus pertama adalah kesalahan administratif dalam penyampaian dokumen ekspor. Kesalahan tersebut ditemukan pada jenis […]

expand_less