Laba SK Hynix Melejit 5 Kali Lipat di Kuartal I-2026, Booming AI Dongkrak Permintaan Chip Memori
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Permintaan AI yang terus tumbuh dan pasokan yang masih terbatas, SK Hynix diperkirakan akan tetap berada dalam tren positif dalam waktu dekat.
JAMBISNIS.COM – Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat lonjakan kinerja luar biasa pada kuartal I-2026. Perusahaan membukukan laba operasional lebih dari lima kali lipat, didorong oleh tingginya permintaan chip memori di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Mengacu laporan Reuters, Kamis (23/4/2026), SK Hynix mencatat laba operasional sebesar 37,6 triliun won atau sekitar 25,42 miliar dollar AS pada periode Januari–Maret 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan 7,4 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya laba, pendapatan perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang kuartal pertama, pendapatan SK Hynix meningkat 198 persen secara tahunan menjadi 52,6 triliun won.
Kinerja impresif ini tak lepas dari meningkatnya permintaan chip memori dari perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia, yang terus mengembangkan infrastruktur pusat data berbasis AI.
Lonjakan permintaan tersebut turut mendorong kenaikan harga chip memori secara global. Data dari TrendForce menunjukkan harga kontrak beberapa chip DRAM naik hingga 83 persen pada kuartal I dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, harga produk NAND tertentu bahkan melonjak hingga sekitar 160 persen.
SK Hynix menyebut perkembangan AI kini telah memasuki fase baru, dari sekadar pelatihan model menjadi “agentic AI” yang mampu melakukan inferensi secara real-time. Perubahan ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan terhadap memori, baik DRAM maupun NAND flash.
Meski tren positif masih berlanjut, sejumlah analis memperkirakan laju kenaikan harga chip akan mulai melambat setelah kuartal II-2026. Namun, keterbatasan pasokan diperkirakan masih akan terjadi hingga kapasitas produksi baru mulai beroperasi, yang umumnya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.
Ketua SK Group, Chey Tae-won, bahkan memperkirakan kekurangan wafer chip global dapat berlangsung hingga 2030, seiring permintaan AI yang terus meningkat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, SK Hynix mempercepat ekspansi kapasitas produksi. Perusahaan tengah mengembangkan fasilitas baru di Korea Selatan, termasuk proyek Yongin Cluster serta peningkatan produksi di fasilitas M15X.
Selain itu, pada Maret lalu, SK Hynix mengumumkan rencana investasi besar dengan membeli peralatan litografi EUV dari ASML senilai 11,95 triliun won hingga 2027.
Dari sisi pasar, kinerja cemerlang ini turut mendongkrak harga saham perusahaan. Sejak awal tahun, saham SK Hynix telah melonjak hampir 90 persen, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar 590 miliar dollar AS, melampaui ASML.
Ke depan, perusahaan juga membuka peluang peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen, pembelian kembali saham (buyback), hingga pembatalan saham.
Dengan permintaan AI yang terus tumbuh dan pasokan yang masih terbatas, SK Hynix diperkirakan akan tetap berada dalam tren positif dalam waktu dekat.
Ingin tahu perkembangan pasar teknologi dan ekonomi global terbaru? 👉 Klik jambisnis.com untuk membaca berita lengkap dan update lainnya.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar