Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Mahindra kembali beroperasi di Indonesia
JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan pikap impor asal India yang akan digunakan untuk operasional Koperasi Merah Putih dirancang tangguh menghadapi berbagai kondisi bahan bakar di Indonesia, termasuk Bio Solar dengan kualitas yang kurang baik.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan spesifikasi mesin menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pengadaan kendaraan niaga tersebut.
“Speknya (Mesin) diesel, terus Euro 4. Dia kasih double filter, solar busuk pun bisa diminum,” kata Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Kendaraan yang dimaksud adalah Mahindra Scorpio Pikup, pikap 4×4 produksi pabrikan India yang dibekali mesin diesel 2.2 liter mHawk. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 140 tk dan torsi 320 Nm, yang disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan.
Dari sisi sistem penggerak, Scorpio Pikup tersedia dalam pilihan 2WD dan 4WD. Fitur 4Low turut disematkan untuk membantu kendaraan melintasi medan berat, termasuk jalan berbatu, berlumpur, maupun tanjakan curam di wilayah pedesaan.
Mode ini memungkinkan kendaraan bergerak perlahan (crawl mode) dengan kontrol lebih optimal, sehingga meminimalkan intervensi pengemudi saat menghadapi kontur jalan yang menantang.
Secara kemampuan angkut, pikap ini diklaim mampu membawa beban hingga 1,2 ton, dengan kapasitas tarik maksimum mencapai 2,5 ton. Ban tipe MT (Mud Terrain) menjadi standar, menegaskan orientasinya sebagai kendaraan operasional di medan berat.
Dari aspek desain, kendaraan tampil dengan kesan kokoh melalui tambahan lubang udara di atas kap mesin. Sementara untuk menunjang kenyamanan, tersedia layar sentuh infotainment dan kamera belakang.
Joao menjelaskan, kemampuan kendaraan untuk tetap optimal meski menggunakan Bio Solar CN 48 ditopang oleh sistem filtrasi ganda atau double filter. Fitur ini dinilai penting mengingat kualitas bahan bakar di sejumlah wilayah, terutama daerah terpencil, tidak selalu dalam kondisi ideal.
Dengan sistem penyaringan tersebut, risiko gangguan akibat kontaminasi bahan bakar dapat ditekan, sekaligus menjaga performa mesin tetap stabil.
“Dan rencananya di dalam kontrak khususnya dengan Mahindra selain menyiapkan bengkel-bengkel, menyiapkan diler-diler, mereka juga sudah sepakat mungkin bisa saya tunjukkan nanti bahwa pada 2027 atau sampai 2028 harus membangun pabrik di Indonesia,” ucap Joao.
Selain menggandeng Mahindra, Agrinas juga bekerja sama dengan Tata Motors dari India untuk pengembangan kendaraan niaga. Disebutkan, Tata Motors ditargetkan membangun fasilitas produksi di Indonesia pada 2029.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar