Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Laba Turun 33 Persen, Saham BYD Anjlok

Laba Turun 33 Persen, Saham BYD Anjlok

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Saham BYD Co. anjlok pada hari Jumat setelah produsen mobil tersebut melaporkan penurunan laba bersih dan pendapatan kuartal ketiga, yang tidak memenuhi ekspektasi analis. Ini semakin menggarisbawahi bahwa bahkan raksasa mobil listrik tersebut pun tidak kebal terhadap persaingan ketat di pasar otomotif terbesar di dunia.

Mengutip Trading Economic dilansir Kontan pada Jumat (31/10/2025) pukul 11.14 wib saham BYD di Bursa Hongkong tercatat melemah 3,74% ke level 100,3 dibandingkan hari kemarin.

Sebelumnya, saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong tersebut anjlok hingga 6,4% pada perdagangan awal Jumat, menyusul laporan keuangan Kamis malam yang menunjukkan laba bersih kuartalan turun 33% dari tahun sebelumnya menjadi 7,82 miliar yuan (US$1,1 miliar). Total pendapatan dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 September turun sekitar 3% menjadi 194,98 miliar yuan. Sementara analis sebelumnya memperkirakan bisa mencetak pendapatan 216 miliar yuan.

“Kami memperkirakan reaksi saham yang netral hingga sedikit negatif terhadap hasil kuartal ketiga yang lesu,” kata analis Morgan Stanley termasuk Tim Hsiao dalam sebuah catatan yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (31/10/2025).

Laba per unit kendaraan BYD mencapai 6.100 yuan pada kuartal tersebut. Itu juga di bawah estimasi Morgan Stanley sebesar 6.500 yuan, meskipun terjadi pemulihan dari kuartal sebelumnya.

Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini berjuang untuk tetap dominan di pasar domestiknya, Tiongkok. Di mana perang harga yang berkepanjangan memicu kekhawatiran pemerintah bahwa persaingan yang ketat dapat merusak kualitas produk.

Tantangan BYD awalnya terungkap ketika melaporkan penurunan laba yang mengejutkan sebesar 30% pada kuartal kedua, dan produsen kendaraan listrik ini terus berjuang dengan penjualan yang tersendat, bahkan membuatnya kehilangan predikat sebagai produsen mobil terlaris di Tiongkok yang diambil alih oleh perusahaan milik negara SAIC Motor Corp. pada bulan September.

Masih pada periode yang sama, BYD mencatatkan penurunan pengiriman sekitar 1,8% menjadi 1,15 juta kendaraan energi baru termasuk model listrik murni dan hibrida plug-in dari tahun sebelumnya. Sedangkan pesaingnya, Geely Automobile Holdings dan Chongqing Changan Automobile Co., masing-masing justru melaporkan peningkatan penjualan sebesar 96% dan 84%.

Menurut laporan media, BYD sebelumnya telah memangkas target penjualan tahun 2025 sebesar 16% menjadi 4,6 juta unit. BYD tidak merilis angka resmi dalam laporan keuangan hari Kamis.

Margin kotor produsen mobil tersebut mengalami kontraksi selama tiga bulan menjadi 17,6% dari 21,9% tahun lalu, meskipun meningkat dari 16,3% pada kuartal kedua. Hal ini menunjukkan tekanan yang dihadapi BYD dari periode diskon yang berkepanjangan yang telah menopang kenaikan pesatnya di pasar kendaraan listrik Tiongkok tetapi menarik perhatian dari Beijing.

Namun, beberapa analis melihat pemulihan margin dari kuartal ke kuartal sebagai sinyal positif bagi BYD. Menurutnya peningkatan volume, margin, dan pendapatan yang konsisten akan terwujud pada kuartal keempat, didorong oleh pemulihan permintaan di musim puncak, bauran produk yang lebih baik, dan leverage operasional.

“Perusahaan ini berada di jalur menuju perbaikan lebih lanjut. Kami melihat BYD berada di posisi yang tepat untuk merebut kembali pangsa pasar domestik dan mempercepat ekspansi global,” tulis analis HSBC Yuqian Ding dalam sebuah laporan.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) periode kedua Oktober 2025 mengalami kenaikan. Tren kenaikan ini berlaku untuk semua kelompok HBA. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (16/10), kenaikana tertinggi ada pada kategori batu bara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Untuk HBA kategori ini harga pada periode pertama Oktober 2025 106,94 dolar AS […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini: Banyak Wilayah Diguyur Hujan

    Cuaca Jambi Hari Ini: Banyak Wilayah Diguyur Hujan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Jambi pada Rabu (26/11/2025) didominasi hujan ringan, hujan petir, serta kondisi udara kabur di sejumlah kabupaten dan kota. Suhu udara bervariasi antara 16–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 99 persen. Di wilayah barat Jambi seperti Kerinci dan Kota Sungai Penuh, cuaca […]

  • Kopi, Teh dan Rempah Pukul Ekspor Jambi, Akibatkan Penurunan Ekspor pada September Play Button

    Kopi, Teh dan Rempah Pukul Ekspor Jambi, Akibatkan Penurunan Ekspor pada September

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor Provinsi Jambi pada September 2025 terpukul oleh sejumlah komoditi. Penurunan ekspor komoditi ini membuat nilai ekspor Provinsi Jambi menjadi turun. Data BPS Provinsi Jambi, penurunan nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan September sebesar 21,35 persen dibandingkan Agustus 025. Nilai ekspor Jambi di bulan Agustus US$193,18 juta. Namun angka itu melorot […]

  • Rupiah Balik Perkasa, Tembus Lagi ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS

    Rupiah Balik Perkasa, Tembus Lagi ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (3/8/2026). Penguatan ini membawa mata uang Indonesia kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, rupiah menguat 0,06 persen ke posisi Rp17.980 per dolar AS. Penguatan rupiah pagi ini terjadi […]

  • Tengah Hari, Rupiah Melemah Menjadi Rp 16.669 Per Dolar AS

    Tengah Hari, Rupiah Melemah Menjadi Rp 16.669 Per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berbalik arah dan melemah pada perdagangan tengah hari ini, Rabu (26/11/2025). Rupiah berada di level Rp 16.669 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 0,07 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.657 per dolar AS. Alhasil rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Mata […]

  • Pelabuhan Talang Duku Jadi Urat Nadi Logistik Jambi

    Pelabuhan Talang Duku Jadi Urat Nadi Logistik Jambi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelabuhan Talang Duku di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, terus memegang peranan penting sebagai pusat logistik dan perdagangan di Provinsi Jambi. Berada di tepian Sungai Batanghari, pelabuhan ini menjadi pintu utama distribusi berbagai komoditas unggulan Jambi menuju pasar domestik hingga internasional. Sebagai pelabuhan sungai terbesar di Provinsi Jambi, Pelabuhan Talang Duku menghubungkan kawasan […]

expand_less