Amazon Rencana PHK Besar di Awal 2026, 14.000 Posisi Kantoran Terancam
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 26 Jan 2026
- comment 0 komentar

Bos Amazon Andy Jassy
JAMBISNIS.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali membayangi industri teknologi global di awal 2026. Salah satu raksasa teknologi dunia, Amazon, dilaporkan tengah mempersiapkan gelombang kedua PHK skala global yang berpotensi berdampak pada hingga 14.000 karyawan.
Langkah efisiensi ini disebut akan dimulai paling cepat dalam waktu dekat, meskipun kinerja keuangan Amazon masih tergolong solid. Perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan menargetkan pemangkasan sekitar 10 persen karyawan kantoran global, atau setara 30.000 posisi.
Mengutip laporan Modaes, Senin (26/1/2026), gelombang PHK terbaru Amazon diperkirakan menyasar sejumlah divisi strategis, antara lain:
- Amazon Web Services (AWS)
- Operasi ritel
- Prime Video
- Departemen sumber daya manusia (HR)
Skala pemangkasan ini disebut sebanding dengan PHK yang dilakukan Amazon pada Oktober tahun lalu. Hingga kini, manajemen Amazon belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana efisiensi terbaru tersebut.
Jika rencana pengurangan 30.000 peran korporasi benar-benar terealisasi, maka langkah ini akan menjadi PHK kolektif terbesar sepanjang 30 tahun sejarah Amazon.
Sebelumnya, Amazon telah memangkas sekitar 27.000 karyawan pada 2022 dan sekitar 14.000 posisi pada tahun 2025. Dalam gelombang PHK sebelumnya, Amazon masih memberikan gaji selama 90 hari kepada karyawan terdampak serta membuka peluang melamar posisi internal lain.
Sejumlah analis menilai PHK Amazon kali ini berkaitan dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional internal perusahaan. Namun, analis lain menyebut langkah ini lebih mencerminkan penataan ulang organisasi untuk memangkas birokrasi yang dinilai semakin gemuk.
Tak hanya di Amerika Serikat, Amazon juga telah melakukan efisiensi di Eropa. Di Spanyol, perusahaan menjalankan program redundansi yang berdampak pada 1.200 karyawan, khususnya di unit korporasi Amazon Digital Spain dan Amazon Spain Service.
Meski dilanda gelombang PHK, Amazon dilaporkan masih mencatat kinerja keuangan yang kuat, menegaskan bahwa langkah efisiensi ini lebih bersifat strategis ketimbang akibat tekanan finansial jangka pendek.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar