Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Italia kini tengah menikmati keuntungan besar dari lonjakan harga emas dunia. Bank Sentral Italia (Bank of Italy) tercatat memiliki 2.452 ton emas, menjadikannya pemilik cadangan emas terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman.

Dengan harga emas yang saat ini mencapai rekor tertinggi, nilai cadangan tersebut diperkirakan mencapai US$300 miliar atau sekitar Rp4.974 triliun (kurs US$1 = Rp16.580). Angka ini setara dengan 13% dari total output nasional Italia pada 2024, menurut perhitungan Reuters.

Kecintaan Italia terhadap emas telah berakar sejak ribuan tahun lalu. Bangsa Etruscan telah menguasai teknik pengelasan manik-manik emas jauh sebelum kejayaan Romawi.

Di era Julius Caesar, koin emas aureus menjadi fondasi moneter Kekaisaran Romawi, sementara di abad pertengahan, fiorino Florentine berperan seperti dolar di zaman modern.

Namun, kebijakan emas Italia modern banyak dipengaruhi oleh pengalaman pahit di masa Perang Dunia II. Pasukan Nazi, dengan bantuan rezim fasis Italia, merampas sekitar 120 ton emas, meninggalkan hanya 20 ton saat perang berakhir.

Dalam masa “keajaiban ekonomi” pascaperang, Italia bangkit sebagai ekonomi berbasis ekspor. Arus masuk dolar AS dari perdagangan kemudian sebagian dikonversi menjadi emas.

Pada tahun 1960, cadangan emas Italia sudah mencapai 1.400 ton, termasuk tiga perempat emas rampasan yang berhasil direbut kembali pada tahun 1958.

Krisis minyak pada 1970-an membawa ketidakpastian global yang mengguncang ekonomi Italia. Ketidakstabilan politik dan sosial membuat investor menilai negara ini berisiko tinggi.

“Ketidakstabilan moneter ekstrem mendorong bank sentral di negara-negara Barat membeli emas — simbol utama stabilitas keuangan,” ujar Stefano Caselli, Dekan SDA Bocconi School of Management di Milan.

Untuk menutupi defisit anggaran, Italia bahkan pernah menggunakan 41.300 batang emas sebagai jaminan pinjaman senilai US$2 miliar dari Bundesbank Jerman pada 1976 — setara sekitar Rp33,16 triliun dengan kurs saat ini.

Namun berbeda dari Inggris atau Spanyol, Italia tidak pernah menjual emasnya, bahkan saat krisis utang 2008 melanda.

“Emas adalah seperti peralatan perak keluarga — atau jam tangan kakek yang berharga — cadangan terakhir di masa krisis yang mengguncang kepercayaan internasional,” tulis Salvatore Rossi, mantan Wakil Gubernur Bank of Italy, dalam bukunya Oro (Emas) tahun 2018.

Di tengah ketidakpastian global saat ini, banyak bank sentral kembali menimbun emas sebagai pelindung nilai terakhir.

“Keputusan historis Bank of Italy terasa sangat relevan saat ini,” kata Caselli. “Kita kembali ke situasi seperti dulu.”

Menurut data World Gold Council, emas menyumbang 75% dari total cadangan resmi Italia, jauh di atas rata-rata zona euro yang hanya 66,5%. Sekitar 1.100 ton emas disimpan di brankas bawah tanah Palazzo Koch, markas Bank of Italy yang berlokasi tak jauh dari Colosseum, Roma. Jumlah serupa disimpan di Amerika Serikat, sementara sebagian kecil berada di Inggris dan Swiss.

Menariknya, Italia juga merupakan salah satu eksportir perhiasan emas terbesar di dunia, dengan pusat produksi di Arezzo, Alessandria, dan Vicenza. Merek-merek mewah seperti Bulgari, Buccellati, dan Damiani turut mengharumkan nama Italia di pasar global.

Meskipun cadangan emasnya bernilai fantastis, Italia masih bergulat dengan utang publik lebih dari €3 triliun (sekitar US$3,49 triliun atau Rp57.848 triliun), setara 137,4% dari PDB.

Seruan untuk menjual sebagian emas demi mengurangi utang atau membiayai layanan publik terus muncul, namun hingga kini belum berhasil.

“Menjual bahkan separuh dari cadangan emas tidak akan menyelesaikan masalah utang Italia,” ujar Giacomo Chiorino, Kepala Analisis Pasar di Banca Patrimoni Sella & C.

Bank of Italy sendiri tidak memberikan komentar terkait kebijakan emasnya. Namun para ekonom sepakat, di tengah ketegangan geopolitik dan munculnya aset digital seperti stablecoin dan kripto, emas tetap menjadi aset paling aman.

“Ketika dunia sedang berubah dan harga pasar mencapai level belum pernah terjadi sebelumnya, bank sentral kini memegang aset terpanas di dunia,” pungkas Caselli.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Dunia Tertekan ke Level US,05 per Troy Ons

    Harga Perak Dunia Tertekan ke Level US$58,05 per Troy Ons

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak dunia mengalami pelemahan. Dikutip dari laman Kitco, Selasa (9/12/2025), harga perak melemah 0,5 persen ke level US$ 58,05 per troy ons. Harga perak hari ini melemah di tengah kehati-hatian investor menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed), dan pernyataan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter AS di masa […]

  • Fitch Pertahankan Rating BBB untuk BCA, Outlook Negatif Bayangi Risiko Eksternal

    Fitch Pertahankan Rating BBB untuk BCA, Outlook Negatif Bayangi Risiko Eksternal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Bank Central Asia (BCA) di level investment grade. Dalam laporan terbarunya, Fitch menegaskan Long-Term Issuer Default Rating (IDR) BCA tetap di level BBB dengan outlook negatif. Di saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga menahan National Long-Term Rating BCA di level AAA(idn) dengan outlook stabil. Fitch menyebut, kekuatan […]

  • Sumur minyak

    Sumur Rakyat Diharapkan Mampu Katrol Produksi Migas

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana mengatakan legalisasi pertambangan rakyat diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Seperti diketahui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi menjadi dasar hukum bagi keterlibatan […]

  • IRGC Tantang Trump: Kirim Kapal Perang AS ke Teluk Persia Jika Berani

    IRGC Tantang Trump: Kirim Kapal Perang AS ke Teluk Persia Jika Berani

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Teluk Persia jika benar angkatan laut Iran telah dihancurkan. Pernyataan keras itu muncul setelah Trump sebelumnya mengklaim militer Amerika Serikat bersama Israel telah melumpuhkan kekuatan udara dan laut Iran dalam […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan Antam kembali mengalami penurunan pada awal pekan. Penurunannya cukup signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi Logam Mulia pada Senin (27/4/2026), harga emas Antam hari ini anjlok Rp16.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.825.000 menjadi Rp2.809.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi harga emas dalam beberapa waktu terakhir, […]

  • QRIS Bukan Pajak, Ini Bedanya MDR, Aturan Baru dan Pilihan Pengusaha Mulai Oktober 2026

    QRIS Bukan Pajak, Ini Bedanya MDR, Aturan Baru dan Pilihan Pengusaha Mulai Oktober 2026

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi bisnis di Indonesia. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menganggap terdapat QRIS yang “kena pajak” dan QRIS yang “tidak kena pajak”. Padahal, QRIS bukan objek pajak. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan QRIS merupakan sarana pembayaran, seperti uang tunai, kartu debit […]

expand_less