Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Italia kini tengah menikmati keuntungan besar dari lonjakan harga emas dunia. Bank Sentral Italia (Bank of Italy) tercatat memiliki 2.452 ton emas, menjadikannya pemilik cadangan emas terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman.

Dengan harga emas yang saat ini mencapai rekor tertinggi, nilai cadangan tersebut diperkirakan mencapai US$300 miliar atau sekitar Rp4.974 triliun (kurs US$1 = Rp16.580). Angka ini setara dengan 13% dari total output nasional Italia pada 2024, menurut perhitungan Reuters.

Kecintaan Italia terhadap emas telah berakar sejak ribuan tahun lalu. Bangsa Etruscan telah menguasai teknik pengelasan manik-manik emas jauh sebelum kejayaan Romawi.

Di era Julius Caesar, koin emas aureus menjadi fondasi moneter Kekaisaran Romawi, sementara di abad pertengahan, fiorino Florentine berperan seperti dolar di zaman modern.

Namun, kebijakan emas Italia modern banyak dipengaruhi oleh pengalaman pahit di masa Perang Dunia II. Pasukan Nazi, dengan bantuan rezim fasis Italia, merampas sekitar 120 ton emas, meninggalkan hanya 20 ton saat perang berakhir.

Dalam masa “keajaiban ekonomi” pascaperang, Italia bangkit sebagai ekonomi berbasis ekspor. Arus masuk dolar AS dari perdagangan kemudian sebagian dikonversi menjadi emas.

Pada tahun 1960, cadangan emas Italia sudah mencapai 1.400 ton, termasuk tiga perempat emas rampasan yang berhasil direbut kembali pada tahun 1958.

Krisis minyak pada 1970-an membawa ketidakpastian global yang mengguncang ekonomi Italia. Ketidakstabilan politik dan sosial membuat investor menilai negara ini berisiko tinggi.

“Ketidakstabilan moneter ekstrem mendorong bank sentral di negara-negara Barat membeli emas — simbol utama stabilitas keuangan,” ujar Stefano Caselli, Dekan SDA Bocconi School of Management di Milan.

Untuk menutupi defisit anggaran, Italia bahkan pernah menggunakan 41.300 batang emas sebagai jaminan pinjaman senilai US$2 miliar dari Bundesbank Jerman pada 1976 — setara sekitar Rp33,16 triliun dengan kurs saat ini.

Namun berbeda dari Inggris atau Spanyol, Italia tidak pernah menjual emasnya, bahkan saat krisis utang 2008 melanda.

“Emas adalah seperti peralatan perak keluarga — atau jam tangan kakek yang berharga — cadangan terakhir di masa krisis yang mengguncang kepercayaan internasional,” tulis Salvatore Rossi, mantan Wakil Gubernur Bank of Italy, dalam bukunya Oro (Emas) tahun 2018.

Di tengah ketidakpastian global saat ini, banyak bank sentral kembali menimbun emas sebagai pelindung nilai terakhir.

“Keputusan historis Bank of Italy terasa sangat relevan saat ini,” kata Caselli. “Kita kembali ke situasi seperti dulu.”

Menurut data World Gold Council, emas menyumbang 75% dari total cadangan resmi Italia, jauh di atas rata-rata zona euro yang hanya 66,5%. Sekitar 1.100 ton emas disimpan di brankas bawah tanah Palazzo Koch, markas Bank of Italy yang berlokasi tak jauh dari Colosseum, Roma. Jumlah serupa disimpan di Amerika Serikat, sementara sebagian kecil berada di Inggris dan Swiss.

Menariknya, Italia juga merupakan salah satu eksportir perhiasan emas terbesar di dunia, dengan pusat produksi di Arezzo, Alessandria, dan Vicenza. Merek-merek mewah seperti Bulgari, Buccellati, dan Damiani turut mengharumkan nama Italia di pasar global.

Meskipun cadangan emasnya bernilai fantastis, Italia masih bergulat dengan utang publik lebih dari €3 triliun (sekitar US$3,49 triliun atau Rp57.848 triliun), setara 137,4% dari PDB.

Seruan untuk menjual sebagian emas demi mengurangi utang atau membiayai layanan publik terus muncul, namun hingga kini belum berhasil.

“Menjual bahkan separuh dari cadangan emas tidak akan menyelesaikan masalah utang Italia,” ujar Giacomo Chiorino, Kepala Analisis Pasar di Banca Patrimoni Sella & C.

Bank of Italy sendiri tidak memberikan komentar terkait kebijakan emasnya. Namun para ekonom sepakat, di tengah ketegangan geopolitik dan munculnya aset digital seperti stablecoin dan kripto, emas tetap menjadi aset paling aman.

“Ketika dunia sedang berubah dan harga pasar mencapai level belum pernah terjadi sebelumnya, bank sentral kini memegang aset terpanas di dunia,” pungkas Caselli.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

  • Traveloka Dorong Wisatawan Jelajahi Hidden Gems Asia dan Indonesia Lewat Promo 10.10

    Traveloka Dorong Wisatawan Jelajahi Hidden Gems Asia dan Indonesia Lewat Promo 10.10

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Seiring meningkatnya tren perjalanan, semakin banyak wisatawan Indonesia memilih menjelajahi destinasi baru di luar kota besar, termasuk destinasi hidden gems yang menawarkan pengalaman unik. “Wisatawan kini semakin tertarik mencari pengalaman baru di berbagai destinasi Asia Pasifik, mulai dari eksplorasi hidden gems hingga wisata perkotaan,” ujar Vice President of Commercial Traveloka, Charles Wong, Jumat […]

  • X-GOLF Masuk Indonesia, Hadirkan Konsep Golf Digital di Kawasan Industri

    X-GOLF Masuk Indonesia, Hadirkan Konsep Golf Digital di Kawasan Industri

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren olahraga berbasis teknologi terus berkembang di Indonesia. X-GOLF resmi membuka gerai pertamanya dengan memilih Pollux Mall Cikarang sebagai lokasi awal ekspansi. Langkah ini menargetkan pasar kawasan industri yang dinilai memiliki daya beli tinggi serta didukung gaya hidup modern, khususnya dari kalangan pekerja dan ekspatriat. X-GOLF menghadirkan konsep golf digital melalui teknologi simulasi […]

  • Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ini bisa jadi sebagai pertimbangan bagi Anda yang hendak membeli mobil. Sebab, ada sejumlah mobil yang “disuntik mati” di Indonesia. Sebagaimana dilansir Katadata.co.id, penjualan empat mobil dihentikan untuk digantikan varian ataupun produk baru. Empat pabrikan otomotif tersebut yakni Suzuki, Toyota, Chery, Honda. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, penjualan Baleno untuk pasar Indonesia dihentikan. […]

  • Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga tercatat mengalami […]

  • Dulu Rajanya Jalanan, Kini Tinggal Kenangan: Nasib Angkot Jambi!

    Dulu Rajanya Jalanan, Kini Tinggal Kenangan: Nasib Angkot Jambi!

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pernah ada masa ketika suara musik dari dalam angkutan kota (angkot) menjadi penanda ramainya jalanan Kota Jambi. Dari pagi hingga malam, angkot hilir mudik mengangkut pelajar, pegawai, hingga pedagang. Murah, mudah ditemukan, dan menjangkau hampir seluruh sudut kota. Namun kini, kejayaan itu perlahan memudar. Sebagai ibu kota Provinsi Jambi, Kota Jambi dikenal sebagai […]

expand_less