Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan memunculkan fakta mengejutkan. Alih-alih fokus menyerang musuh utamanya, sebagian besar rudal dan drone Iran justru menghantam negara-negara Arab di kawasan Teluk.

Laporan lembaga berbasis di Washington DC, Stimson Center, mengungkap sekitar 83 persen serangan Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026 menyasar negara anggota Gulf Cooperation Council. Negara-negara tersebut selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Washington.

Total tercatat 4.391 serangan menghantam kawasan Teluk, jauh melampaui serangan langsung ke Israel yang hanya mencapai sekitar 17 persen atau 930 serangan.

Negara yang paling terdampak adalah Uni Emirat Arab dengan lebih dari 2.100 serangan, disusul Arab Saudi yang menerima ratusan serangan drone dan rudal.

Serangan Iran ke negara-negara Arab bukan tanpa alasan. Teheran disebut menargetkan pangkalan militer dan aset Amerika Serikat yang tersebar di kawasan tersebut. Namun karena fasilitas itu berada di wilayah negara Arab, dampaknya pun ikut dirasakan oleh negara tuan rumah.

Direktur Council for Arab-British Understanding, Chris Doyle, menilai klaim Iran yang hanya menyasar target militer tidak sepenuhnya benar.

“Iran jelas juga menyerang infrastruktur sipil penting. Ini membuat klaim mereka sulit dipercaya,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News.

Pengamat menilai strategi Iran adalah membuka banyak front konflik sekaligus. Dengan memperluas medan serangan hingga belasan negara, Iran berupaya memaksa AS menghadapi tekanan militer dan ekonomi yang besar.

Tujuannya jelas: mempercepat tekanan agar Amerika Serikat kembali ke meja negosiasi.

Analis dari New Lines Institute, Caroline Rose, menyebut strategi ini juga bertujuan mengguncang stabilitas kawasan secara cepat.

“Iran ingin negara-negara Teluk menekan AS agar menghentikan perang dan menjauh dari Israel,” kata Rose.

Namun strategi tersebut berisiko menjadi bumerang. Sejumlah negara Arab justru mempererat kerja sama militer dengan AS, bahkan membuka kembali akses bagi pasukan Amerika untuk beroperasi di wilayah mereka.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Tiket Mudik Naik Tajam, Pemudik di Terminal Jatijajar Depok Mengeluh

    Harga Tiket Mudik Naik Tajam, Pemudik di Terminal Jatijajar Depok Mengeluh

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga tiket bus menjelang arus mudik Lebaran 2026 dikeluhkan para calon penumpang di Terminal Jatijajar. Kenaikan tarif yang signifikan dinilai memberatkan, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Sejak Selasa (17/3/2026) pagi, terminal tersebut mulai dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Salah satu pemudik, […]

  • AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US1 per Barel

    AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US$101 per Barel

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan menembus level psikologis US$100 per barel pada Senin (13/4/2026), menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini diperparah dengan rencana blokade jalur pelayaran menuju Iran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak […]

  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Tidak Bergerak

    Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Tidak Bergerak

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak mengalami pergerakan dari perdagangan hari sebelumnya. Tidak adanya perubahan harga ini mengikuti tren pergerakan harga emas global yang sedang berkonsolidasi di level tertinggi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (12/2/2026), menunjukkan harga emas UBS tetap berada di angka Rp3.002.000 per gram dan Galeri24 […]

  • 10 Bulan Menjabat, Harta Dirut Treasury Bank Jambi Rp2,41 Miliar

    10 Bulan Menjabat, Harta Dirut Treasury Bank Jambi Rp2,41 Miliar

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Baru sekitar 10 bulan menjabat sebagai Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, Achmad Nunung Haji Sabki mulai menjadi sorotan publik. Selain laporan harta kekayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp2,41 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), gangguan layanan perbankan yang menyebabkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di […]

  • ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

    ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi menyepakati aturan baru dalam perdagangan barang melalui penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade). Kesepakatan ini menandai langkah besar ASEAN dalam memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan menghadapi tantangan global. Penyerahan naskah perjanjian dilakukan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 19 Juni 2026: Cabai Rawit Naik, Cabai Merah Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 19 Juni 2026: Cabai Rawit Naik, Cabai Merah Turun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Jumat (19/6/2026) terpantau relatif stabil. Namun, beberapa komoditas hortikultura mengalami fluktuasi, terutama pada kelompok cabai. Berdasarkan data SIHARKO milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau tercatat naik 15 persen menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah […]

expand_less