Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menandatangani Adendum III Kontrak Payung dengan Asuransi Jasindo sekaligus meluncurkan Asuransi Barang Milik Negara (BMN) Preferen berbasis skema Pooling Fund Bencana. Inisiatif ini juga menandai pembayaran premi pertama melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) kepada konsorsium asuransi BMN.

Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan peluncuran ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat perlindungan aset negara dengan mekanisme asuransi yang lebih berkelanjutan.

“Momentum ini mempercepat transformasi tata kelola risiko nasional. Implementasi Asuransi BMN Preferen diharapkan mampu menghadirkan mitigasi risiko yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel di seluruh kementerian dan lembaga,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Hingga 2025, total nilai BMN yang telah diasuransikan melalui anggaran kementerian/lembaga mencapai Rp 61 triliun. Dengan skema pooling fund bencana yang mulai diterapkan tahun ini, cakupan perlindungan bertambah sekitar Rp 30 triliun melalui tahap piloting di tiga kementerian:

  • Kementerian Sekretariat Negara
  • Kementerian Kesehatan
  • Kementerian Agama

Dengan demikian, total nilai BMN yang terlindungi pada 2025 meningkat menjadi Rp 91 triliun.

Asuransi BMN Preferen dirancang untuk menghadirkan perlindungan aset negara yang lebih terstruktur dengan standar pertanggungan yang berlaku sama di seluruh instansi pemerintah. Mekanisme pooling fund memungkinkan pembayaran premi dilakukan di luar anggaran rutin kementerian/lembaga (Rupiah Murni).

  •  Model pembiayaan ini dinilai mampu:
  • Mempercepat respons pemulihan BMN yang terdampak bencana,
  •  Menjaga keberlanjutan pelayanan publik,

Mendukung stabilitas fiskal negara ketika terjadi kerusakan aset akibat bencana.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap perlindungan aset negara menjadi lebih efisien, adaptif, dan mampu memperkuat ketahanan fiskal nasional terhadap risiko bencana.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tergerus Lagi, Ditutup di Level Rp 16.736

    Rupiah Tergerus Lagi, Ditutup di Level Rp 16.736

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (17/11/2025). Rupiah melemah 29 poin terhadap dolar AS di level Rp 16.736 dari penutupan sebelumnya diposisi Rp 16.707. Mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS sore ini. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam yakni 0,46%, disusul won Korea yang melemah 0,36%, rupiah […]

  • Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025). Sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah, sejumlah mata uang lain di Asia ditutup beragam hari ini. Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,24 persen ke level Rp16.694 dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS ditutup menguat 0,04% ke […]

  • Rupiah Bertenaga, Menguat 9 Poin Jadi Rp16.768 per Dolar AS

    Rupiah Bertenaga, Menguat 9 Poin Jadi Rp16.768 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Dibuka pada perdagangan pagi ini, Selasa (23/12/2025), rupiah berada di level Rp16.768 per dolar AS. Rupiah bergerak menguat 9 poin atau 0,05 persen dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Menguatnya nilai tukar rupiah sejalan dengan kinerja sejumlah mata uang lain di Asia yang turut […]

  • 306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa sebanyak 306 proyek properti terhambat akibat kendala perizinan. Kondisi ini berpotensi menahan realisasi investasi hingga Rp34,5 triliun dan mengancam penciptaan 30.600 lapangan kerja. Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan 16 Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI. Total lahan proyek yang […]

  • Mengapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medis Dokter

    Mengapa Berbuka Puasa Dianjurkan dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medis Dokter

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anjuran berbuka puasa dengan makanan manis bukan sekadar tradisi turun-temurun. Secara medis, kebiasaan tersebut memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan kondisi tubuh setelah berpuasa seharian. Kepala Departemen Kedokteran Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan, dr. Agus Sukaca, M.Kes, menjelaskan bahwa setelah lebih dari 13 jam tidak makan dan minum, tubuh mengalami […]

  • Daftar Negara dengan Paspor Lebih Kuat dari Inggris 2026, Malaysia dan Singapura Unggul

    Daftar Negara dengan Paspor Lebih Kuat dari Inggris 2026, Malaysia dan Singapura Unggul

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Paspor Inggris dengan sampul hitam menjadi perbincangan di media sosial setelah viralnya kasus yang melibatkan seorang penerima beasiswa pemerintah. Di tengah sorotan tersebut, peringkat kekuatan paspor dunia 2026 menunjukkan bahwa Inggris bukan pemegang paspor terkuat secara global. Berdasarkan laporan Passport Index 2026, kekuatan paspor diukur melalui mobility score (MS), yakni jumlah destinasi yang […]

expand_less