Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu perdebatan di tengah pelaku industri otomotif nasional. Salah satu alasan utama impor tersebut adalah faktor harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan kendaraan serupa produksi dalam negeri.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa perusahaan telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan pemasok asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors. Karena itu, detail harga pembelian belum dapat diungkap ke publik.

Meski demikian, Joao menyebut harga pikap 4×4 yang diimpor hampir 50 persen lebih murah dibandingkan produk 4×4 yang saat ini beredar di pasar Indonesia.

“Kami membeli dalam jumlah besar (bulk), sehingga harganya hampir 50 persen lebih murah daripada produk 4×4 yang beredar sekarang di pasaran Indonesia,” ujarnya.

Di pasar domestik, segmen pikap 4×4 saat ini diisi sejumlah model dari pabrikan Jepang. Dua model yang cukup populer adalah Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.

Untuk varian double cabin 4×4, Toyota Hilux dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp456,3 juta hingga Rp545,9 juta. Sementara Mitsubishi Triton 4×4 dibanderol mulai kisaran Rp380 juta hingga Rp550 juta, tergantung tipe dan spesifikasi.

Adapun dari India, salah satu model yang pernah dipasarkan di Indonesia adalah Mahindra Scorpio Pik Up. Model ini dijual dalam varian single cabin dan double cabin.

Berdasarkan informasi di laman resmi Mahindra Indonesia, Scorpio Pik Up single cabin dipasarkan sekitar Rp278 juta, sedangkan varian double cabin sekitar Rp318 juta. Harga tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan model 4×4 dari Jepang.

Selain itu, terdapat pula model seperti Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 yang diproduksi Tata Motors. Di pasar India, kendaraan sekelas ini umumnya dipasarkan di kisaran Rp300 jutaan, meski harga resmi di Indonesia tidak dipublikasikan secara terbuka.

Rencana impor dalam jumlah besar tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Mereka menilai industri otomotif nasional memiliki kapasitas untuk memproduksi kendaraan pikap dalam jumlah besar, sehingga kebijakan impor berpotensi menekan produsen dalam negeri.

Di sisi lain, faktor efisiensi harga menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan, terutama untuk kebutuhan operasional skala besar. Perbandingan harga ini menjadi sorotan karena menyangkut daya saing industri otomotif nasional, kebijakan impor, serta keberlanjutan produksi kendaraan komersial di dalam negeri.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), mencatat produksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd) pada triwulan I 2026. Angka tersebut setara dengan 120 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, produksi gas juga mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 105 persen […]

  • Tracon Industri Rampungkan Proyek Pipa Panas Bumi PGEO di Kamojang Lebih Cepat

    Tracon Industri Rampungkan Proyek Pipa Panas Bumi PGEO di Kamojang Lebih Cepat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Tracon Industri berhasil menyelesaikan proyek pembangunan jalur pipa panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Proyek tersebut rampung sekitar dua bulan lebih awal dan ditujukan untuk mendukung operasional lapangan panas bumi Kamojang yang menjadi salah satu tulang punggung […]

  • Modifikasi Cuaca di Jakarta Digelar hingga Lima Hari, BNPB Antisipasi Banjir dan Cuaca Ekstrem

    Modifikasi Cuaca di Jakarta Digelar hingga Lima Hari, BNPB Antisipasi Banjir dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta selama lima hari ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi banjir dan bencana hidrometeorologi menyusul cuaca ekstrem yang melanda Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan OMC resmi […]

  • Cara Cek Desil DTSEN untuk Bansos hingga Pertalite, Bisa Lewat HP

    Cara Cek Desil DTSEN untuk Bansos hingga Pertalite, Bisa Lewat HP

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menggunakan data desil ekonomi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu dasar untuk menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran bantuan sosial (bansos). Data desil juga menjadi perhatian seiring rencana pemerintah melakukan pengaturan penyaluran BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4 merupakan […]

  • Anjlok Beruntun! Harga Perak Antam Susut ke Rp43.200 per Gram

    Anjlok Beruntun! Harga Perak Antam Susut ke Rp43.200 per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam kembali terpuruk pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Logam mulia ini menyusut cukup tajam dan melanjutkan tren pelemahan dalam dua hari terakhir. Merujuk data dari laman Logam Mulia, hari ini harga perak Antam turun sebesar Rp850 ke level Rp43.200 per gram. Penurunan ini memperdalam koreksi yang sudah terjadi sebelumnya. Sehari sebelumnya, […]

  • Inilah mandat Baru Purbaya Yudhi Sadewa di 2026

    Inilah mandat Baru Purbaya Yudhi Sadewa di 2026

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapatkan mandat baru dalam Undang-Undang APBN 2026 untuk melakukan rekomposisi mata uang rupiah dan valuta asing (valas) pemerintah. Langkah ini menimbulkan pertanyaan terkait kemungkinan campur tangan pemerintah dalam kebijakan moneter yang selama ini menjadi domain Bank Indonesia (BI). Kepala Biro Komunikasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan bahwa rekomposisi rupiah […]

expand_less