Kamis, 23 Jul 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu perdebatan di tengah pelaku industri otomotif nasional. Salah satu alasan utama impor tersebut adalah faktor harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan kendaraan serupa produksi dalam negeri.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa perusahaan telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan pemasok asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors. Karena itu, detail harga pembelian belum dapat diungkap ke publik.

Meski demikian, Joao menyebut harga pikap 4×4 yang diimpor hampir 50 persen lebih murah dibandingkan produk 4×4 yang saat ini beredar di pasar Indonesia.

“Kami membeli dalam jumlah besar (bulk), sehingga harganya hampir 50 persen lebih murah daripada produk 4×4 yang beredar sekarang di pasaran Indonesia,” ujarnya.

Di pasar domestik, segmen pikap 4×4 saat ini diisi sejumlah model dari pabrikan Jepang. Dua model yang cukup populer adalah Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton.

Untuk varian double cabin 4×4, Toyota Hilux dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp456,3 juta hingga Rp545,9 juta. Sementara Mitsubishi Triton 4×4 dibanderol mulai kisaran Rp380 juta hingga Rp550 juta, tergantung tipe dan spesifikasi.

Adapun dari India, salah satu model yang pernah dipasarkan di Indonesia adalah Mahindra Scorpio Pik Up. Model ini dijual dalam varian single cabin dan double cabin.

Berdasarkan informasi di laman resmi Mahindra Indonesia, Scorpio Pik Up single cabin dipasarkan sekitar Rp278 juta, sedangkan varian double cabin sekitar Rp318 juta. Harga tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan model 4×4 dari Jepang.

Selain itu, terdapat pula model seperti Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 yang diproduksi Tata Motors. Di pasar India, kendaraan sekelas ini umumnya dipasarkan di kisaran Rp300 jutaan, meski harga resmi di Indonesia tidak dipublikasikan secara terbuka.

Rencana impor dalam jumlah besar tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Mereka menilai industri otomotif nasional memiliki kapasitas untuk memproduksi kendaraan pikap dalam jumlah besar, sehingga kebijakan impor berpotensi menekan produsen dalam negeri.

Di sisi lain, faktor efisiensi harga menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan, terutama untuk kebutuhan operasional skala besar. Perbandingan harga ini menjadi sorotan karena menyangkut daya saing industri otomotif nasional, kebijakan impor, serta keberlanjutan produksi kendaraan komersial di dalam negeri.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

    Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya peningkatan produksi minyak terus dilakukan PT Pertamina EP melalui unit operasinya, Pertamina EP Zona 4. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah kegiatan workover pada 51 sumur eksisting sepanjang 2025. Langkah ini dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami pada sumur-sumur tua sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. General Manager Pertamina […]

  • Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru untuk ojek online (ojol), yang mencakup tarif, perlindungan, dan kesejahteraan pengemudi. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa aturan ini masih digodok dan dibahas intensif bersama seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan aplikasi ojol dan para pengemudi, agar regulasi relevan dan berpihak pada semua pihak. Perpres dipilih […]

  • Umrah di Tengah Banjir, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Jadi Sorotan Publik, Ini Harta Kekayaannya

    Umrah di Tengah Banjir, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Jadi Sorotan Publik, Ini Harta Kekayaannya

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS tengah menjadi sorotan publik usai kabar dirinya menjalani ibadah umrah di saat wilayahnya terdampak banjir Sumatera. Informasi tersebut diketahui setelah akun biro perjalanan umrah mengunggah foto keberangkatan Mirwan ke tanah suci. Kabar keberangkatan tersebut ramai dibahas warganet karena terjadi ketika Aceh Selatan masih dilanda bencana banjir dan longsor. […]

  • BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Jambi dan Asosiasi Konstruksi Perkuat Sinergi Dorong Pembangunan Infrastruktur

    BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Jambi dan Asosiasi Konstruksi Perkuat Sinergi Dorong Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Provinsi Jambi, BPD GAPENSI Jambi, dan GAPEKNAS Jambi di Hotel Aston Jambi, Kamis (25/6/2026). Forum tersebut menjadi ruang memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Springadi, […]

  • Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti Play Button

    Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan uang pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke perbankan disambut baik pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha properti. Sebab, kebijakan ini penting di tengah kondisi ekonomi dan kredit yang melambat. Dikutip dari berbagai sumber, Purbaya menyampaikan bahwa sektor properti merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan […]

  • Harga Minyak Dunia Stabil di USD 60 per Barel, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi hingga 2026

    Harga Minyak Dunia Stabil di USD 60 per Barel, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi hingga 2026

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia tercatat stabil pada perdagangan Senin (3/11/2025) setelah OPEC+ (Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya) mengumumkan penundaan kenaikan produksi. Keputusan tersebut diambil di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan global dan melemahnya data manufaktur di Asia. Mengutip laporan CNBC, Selasa (4/11/2025), harga minyak Brent naik tipis 12 sen atau 0,19 persen menjadi […]

expand_less