Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau tak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban. Suhu jalan yang lebih tinggi saat kemarau disebut dapat mempercepat keausan hingga memicu retakan pada ban kendaraan.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengendara. Pasalnya, ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat digunakan merupakan hal yang wajar, terutama saat musim kemarau.

“Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, suhu tinggi yang terus-menerus dapat mempercepat proses keausan ban. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat memicu retakan pada permukaan ban yang berisiko membahayakan pengendara.

Untuk itu, pengendara diimbau lebih rutin memeriksa tekanan angin serta kondisi tapak ban. Tekanan angin yang tidak sesuai dapat memperparah dampak panas, sementara tapak ban yang sudah aus akan mengurangi daya cengkeram di jalan.

“Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV (sport utility vehicle) untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” Apriyanto Yuwono.

Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak.

Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Ban yang tidak prima lebih rentan mengalami aus hingga pecah.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI, BNI Hari Ini, Cek Harga Beli dan Jualnya

    Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI, BNI Hari Ini, Cek Harga Beli dan Jualnya

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026). Mata uang Indonesia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penguatan greenback dan meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan. Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.174 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan […]

  • Xi Jinping, Putin dan Erdogan Bertemu di Tengah Sanksi AS terhadap Iran

    Xi Jinping, Putin dan Erdogan Bertemu di Tengah Sanksi AS terhadap Iran

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu di Bishkek, Kirgistan, Senin, 31 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Ketiga pemimpin tersebut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Presiden […]

  • Saham Emiten Terkait Haji Isam Kompak Menguat, JARR–PGUN Sentuh ARA Hari Ini

    Saham Emiten Terkait Haji Isam Kompak Menguat, JARR–PGUN Sentuh ARA Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga saham emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025). Beberapa saham bahkan tercatat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah sebelumnya juga menguat signifikan pada awal pekan. Pada sesi pertama perdagangan, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) tercatat naik 13,35% ke level Rp4.160 per lembar. Meski […]

  • Harga Emas Antam Tancap Gas, Naik Rp25 Ribu dalam Sehari

    Harga Emas Antam Tancap Gas, Naik Rp25 Ribu dalam Sehari

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Kenaikan tajam sebesar Rp25.000 per gram membuat harga logam mulia kembali bergerak menguat setelah sebelumnya sempat melemah. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman logam mulia, emas Antam kini dibanderol Rp2.789.000 per gram. Angka tersebut naik dari harga sebelumnya yang berada […]

  • Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya membahas proposal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait rencana pembangunan gedung baru tertinggi yang akan berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. “Enggak […]

  • Indonesia Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp 227,9 Triliun

    Indonesia Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp 227,9 Triliun

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia bersama Danantara berencana mengakuisisi 50 unit pesawat komersial dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai transaksi sekitar US$ 13,5 miliar atau setara Rp 227,91 triliun (kurs Rp 16.882 per dolar AS). Rencana jumbo ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump […]

expand_less