Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara
- account_circle -
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Musim kemarau tak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban. Suhu jalan yang lebih tinggi saat kemarau disebut dapat mempercepat keausan hingga memicu retakan pada ban kendaraan.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengendara. Pasalnya, ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara.
National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat digunakan merupakan hal yang wajar, terutama saat musim kemarau.
“Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).
Meski demikian, suhu tinggi yang terus-menerus dapat mempercepat proses keausan ban. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat memicu retakan pada permukaan ban yang berisiko membahayakan pengendara.
Untuk itu, pengendara diimbau lebih rutin memeriksa tekanan angin serta kondisi tapak ban. Tekanan angin yang tidak sesuai dapat memperparah dampak panas, sementara tapak ban yang sudah aus akan mengurangi daya cengkeram di jalan.
“Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV (sport utility vehicle) untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” Apriyanto Yuwono.
Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak.
Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Ban yang tidak prima lebih rentan mengalami aus hingga pecah.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua

