Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau tak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban. Suhu jalan yang lebih tinggi saat kemarau disebut dapat mempercepat keausan hingga memicu retakan pada ban kendaraan.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengendara. Pasalnya, ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat digunakan merupakan hal yang wajar, terutama saat musim kemarau.

“Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, suhu tinggi yang terus-menerus dapat mempercepat proses keausan ban. Bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat memicu retakan pada permukaan ban yang berisiko membahayakan pengendara.

Untuk itu, pengendara diimbau lebih rutin memeriksa tekanan angin serta kondisi tapak ban. Tekanan angin yang tidak sesuai dapat memperparah dampak panas, sementara tapak ban yang sudah aus akan mengurangi daya cengkeram di jalan.

“Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV (sport utility vehicle) untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” Apriyanto Yuwono.

Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak.

Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol. Ban yang tidak prima lebih rentan mengalami aus hingga pecah.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Subianto Saksikan MoU Danantara–Hisense, Jajaki Kerja Sama Teknologi

    Prabowo Subianto Saksikan MoU Danantara–Hisense, Jajaki Kerja Sama Teknologi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense Group di Kertanegara, Jakarta. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan MoU tersebut menjadi langkah awal dalam penjajakan kerja sama di bidang teknologi. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, […]

  • Jasa Marga Buka Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 25 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

    Jasa Marga Buka Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Mulai 25 Februari, Ini Syarat dan Rutenya

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membuka pendaftaran program Mudik Gratis 2026 mulai Rabu (25/2/2026) pukul 09.00 WIB hingga kuota terpenuhi. Program ini dijadwalkan berangkat pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 06.00 WIB dengan sejumlah kota tujuan di Pulau Jawa. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi mudikgratis.jasamarga.co.id. Program mudik gratis ini melayani lima […]

  • Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    Industri Tekstil RI Masih Tertekan, Menperin Ungkap Dampak Impor Bahan Baku dan Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menghadapi tekanan berat di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, tantangan utama berasal dari ketergantungan bahan baku impor serta disrupsi rantai pasok global. Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat industri tekstil nasional rentan terhadap gangguan pasokan. Selain itu, perubahan permintaan pasar […]

  • Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    Kemendag Tegaskan Ekspansi Ritel Modern di Daerah Tetap Ikuti Aturan, Buka Peluang Kemitraan dengan Koperasi Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa keberadaan dan ekspansi toko ritel modern di daerah tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan ini disampaikan di tengah wacana pembatasan ritel modern seiring penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan bahwa aktivitas usaha ritel modern telah memiliki […]

  • Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji penerapan pajak durian runtuh atau windfall tax terhadap komoditas nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk menangkap tambahan keuntungan perusahaan yang muncul akibat lonjakan harga komoditas di pasar global. Purbaya mengatakan skema pajak tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga tengah […]

  • BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengatur bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat bulan puasa. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, koordinasi dilakukan antara lain dengan Kementerian Pertanian guna menentukan jenis […]

expand_less