Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang.

Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor. Dia tidak menutup kemungkinan ke depannya Geely akan punya pabrik sendiri di Indonesia.

“Kalau dibilang rencana, itu jangka panjang banget. Jadi, belum bisa dibilang apakah realisasi sekarang, belum. Tapi kan kita satu, lihat pasar. Kedua, line-up kita sebenarnya udah banyak,” ujar Yusuf, kepada wartawan baru-baru ini.

Yusuf menjelaskan, strategi Geely saat ini masih berfokus pada penguatan pasar dan pengenalan produk. Setelah Starray EM-i, Geely berencana menghadirkan beberapa model lain, baik bermesin bensin konvensional (ICE) maupun plug-in hybrid (PHEV).

“Kalau di Geely, mungkin kita masih mau lihat, karena kan kita baru jual satu ya. Tapi, kalau misalnya nanti sudah jual yang ICE, sudah jual yang PHEV, sudah tujuh atau lima model, dan itu enggak memenuhi, ya mau enggak mau,” kata Yusuf.

Menurutnya, pembangunan pabrik lokal baru akan dipertimbangkan bila jumlah model dan volume penjualan meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Geely untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus memaksimalkan insentif produksi dalam negeri yang diberikan pemerintah Indonesia.

Yusuf menambahkan, selama masih bisa berkolaborasi dan mendapatkan insentif, yang penting bisa memproduksi secara lokal. Meskipun, produksinya dilakukan dengan mitra. “Semakin banyak (model yang diluncurkan), ya pasti mau enggak mau akan bikin (pabrik),” ujarnya.

Langkah Geely ini sejalan dengan tren pabrikan otomotif global yang mulai menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara. Selain faktor pasar domestik yang besar, dukungan pemerintah terhadap industri otomotif rendah emisi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Dengan rencana jangka panjang tersebut, kehadiran pabrik Geely di Indonesia bukan hanya akan memperkuat persaingan di segmen elektrifikasi, tetapi juga memberi sinyal positif terhadap perkembangan industri otomotif nasional di era transisi energi bersih.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanjab Timur Siapkan 21 Hektare Lahan untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

    Tanjab Timur Siapkan 21 Hektare Lahan untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan menyiapkan lahan seluas 21 hektare untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Lahan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan sekolah unggulan yang merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,863 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,863 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam mengalami kenaikan tajam yang membawa nilai logam mulia tersebut kembali ke level tinggi. Berdasarkan data terbaru dari Laman Logam Mulia pada Selasa (14/4/2026), harga emas Antam naik sebesar Rp45.000 per gram. Kini, harga emas Antam berada di level Rp2.863.000 per gram dari sebelumnya Rp2.818.000 per gram Kenaikan harga ini […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Beberapa Komoditas Cabai dan Beras Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Beberapa Komoditas Cabai dan Beras Turun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, per 25 November 2025 tercatat berada dalam kondisi relatif stabil berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga, sementara beberapa jenis cabai dan beras menunjukkan penurunan. Sejumlah varian beras seperti Beras Naruto, Beras Anggur, Beras King, Beras […]

  • Harga Cabai Rawit Maupun Merah di Pasar Angso Duo Rp50.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Maupun Merah di Pasar Angso Duo Rp50.000 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau stabil pada pembaruan 29 April 2026. Tidak ada lonjakan maupun penurunan signifikan di hampir seluruh komoditas utama. Beras medium masih bertahan di kisaran Rp15.200 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras operasi pasar Bulog berada di level lebih rendah, yakni Rp12.000 per kilogram. Komoditas protein hewani […]

  • Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    Nasib Kopi Indonesia di Tengah Harga Tak Stabil dan Iklim Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Namun, industri kopi nasional kini menghadapi tantangan serius akibat volatilitas harga global, perubahan iklim, serta pengetatan regulasi internasional yang terus berkembang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada petani hingga eksportir kopi di Tanah Air. Di tengah tekanan tersebut, Louis Dreyfus Company (LDC) menempatkan diri […]

  • Wajib Halal Oktober 2026, UMKM Diminta Siap

    Wajib Halal Oktober 2026, UMKM Diminta Siap

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha menjelang kebijakan Wajib Halal yang berlaku mulai Oktober 2026. Upaya ini menekankan kesiapan pedagang pasar rakyat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi kewajiban sertifikasi halal secara menyeluruh. Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, […]

expand_less