Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang.

Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor. Dia tidak menutup kemungkinan ke depannya Geely akan punya pabrik sendiri di Indonesia.

“Kalau dibilang rencana, itu jangka panjang banget. Jadi, belum bisa dibilang apakah realisasi sekarang, belum. Tapi kan kita satu, lihat pasar. Kedua, line-up kita sebenarnya udah banyak,” ujar Yusuf, kepada wartawan baru-baru ini.

Yusuf menjelaskan, strategi Geely saat ini masih berfokus pada penguatan pasar dan pengenalan produk. Setelah Starray EM-i, Geely berencana menghadirkan beberapa model lain, baik bermesin bensin konvensional (ICE) maupun plug-in hybrid (PHEV).

“Kalau di Geely, mungkin kita masih mau lihat, karena kan kita baru jual satu ya. Tapi, kalau misalnya nanti sudah jual yang ICE, sudah jual yang PHEV, sudah tujuh atau lima model, dan itu enggak memenuhi, ya mau enggak mau,” kata Yusuf.

Menurutnya, pembangunan pabrik lokal baru akan dipertimbangkan bila jumlah model dan volume penjualan meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Geely untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus memaksimalkan insentif produksi dalam negeri yang diberikan pemerintah Indonesia.

Yusuf menambahkan, selama masih bisa berkolaborasi dan mendapatkan insentif, yang penting bisa memproduksi secara lokal. Meskipun, produksinya dilakukan dengan mitra. “Semakin banyak (model yang diluncurkan), ya pasti mau enggak mau akan bikin (pabrik),” ujarnya.

Langkah Geely ini sejalan dengan tren pabrikan otomotif global yang mulai menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara. Selain faktor pasar domestik yang besar, dukungan pemerintah terhadap industri otomotif rendah emisi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Dengan rencana jangka panjang tersebut, kehadiran pabrik Geely di Indonesia bukan hanya akan memperkuat persaingan di segmen elektrifikasi, tetapi juga memberi sinyal positif terhadap perkembangan industri otomotif nasional di era transisi energi bersih.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dibuka Menguat, IHSG Naik 0,13 Persen ke Level 8,377

    Dibuka Menguat, IHSG Naik 0,13 Persen ke Level 8,377

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (14/11/2025). IHSG menguat 10,27 poin atau 0,13% ke 8,377,75. Tercatat sebanyak 227 saham naik, 173 saham turun dan 212 saham stagnan pada sesi pertama ini. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral […]

  • IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    IHSG Dibuka Loyo ke 8.112 Pagi Ini

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/10/2025). IHSG melemah 9,62 poin atau 0,14% ke 8.112,63. Sebanyak 252 saham naik, 144 saham turun dan 201 saham stagnan. Lima indeks sektoral menguat, Sedangkan enam indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku […]

  • Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat perkotaan. Terbaru, proyek pembangunan rumah susun (rusun) akan segera dimulai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target konstruksi pada Mei 2026. Lahan yang digunakan merupakan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia seluas 1,61 hektare. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa proyek […]

  • Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan siap mengundurkan diri jika terbukti berbohong terkait informasi dana Rp 4,1 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang disebut masih mengendap di bank. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam perjalanan menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Momen […]

  • 7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Usaha rumahan kerap dipilih ibu rumah tangga sebagai cara menambah penghasilan keluarga. Modal yang relatif kecil, fleksibilitas waktu, dan bisa dijalankan dari rumah membuat jenis usaha ini terlihat minim risiko. Namun pada praktiknya, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan. Penyebabnya bukan semata karena produk tidak laku atau persaingan ketat, melainkan […]

  • petani memanen kelapa sawit

    Harga Sawit Terbaru Provinsi Jambi Turun, Rp 3.38,36 per Kilogram

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi terbaru mengalami penurunan. Harga sawit Jambi periode 19-25 Desember ini ditetapkan pada Kamis (18/12/2025). Harga TBS tertinggi yaitu Rp 3.438,36 per kilogram untuk tanaman sawit umur tanam 10-20 tahun. Penurunan harga sawit periode ini mencapai Rp 5,69/Kg TBS. Berikut harga TBS kelapa sawit untuk Provinsi Jambi yang […]

expand_less