Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang.

Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor. Dia tidak menutup kemungkinan ke depannya Geely akan punya pabrik sendiri di Indonesia.

“Kalau dibilang rencana, itu jangka panjang banget. Jadi, belum bisa dibilang apakah realisasi sekarang, belum. Tapi kan kita satu, lihat pasar. Kedua, line-up kita sebenarnya udah banyak,” ujar Yusuf, kepada wartawan baru-baru ini.

Yusuf menjelaskan, strategi Geely saat ini masih berfokus pada penguatan pasar dan pengenalan produk. Setelah Starray EM-i, Geely berencana menghadirkan beberapa model lain, baik bermesin bensin konvensional (ICE) maupun plug-in hybrid (PHEV).

“Kalau di Geely, mungkin kita masih mau lihat, karena kan kita baru jual satu ya. Tapi, kalau misalnya nanti sudah jual yang ICE, sudah jual yang PHEV, sudah tujuh atau lima model, dan itu enggak memenuhi, ya mau enggak mau,” kata Yusuf.

Menurutnya, pembangunan pabrik lokal baru akan dipertimbangkan bila jumlah model dan volume penjualan meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Geely untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus memaksimalkan insentif produksi dalam negeri yang diberikan pemerintah Indonesia.

Yusuf menambahkan, selama masih bisa berkolaborasi dan mendapatkan insentif, yang penting bisa memproduksi secara lokal. Meskipun, produksinya dilakukan dengan mitra. “Semakin banyak (model yang diluncurkan), ya pasti mau enggak mau akan bikin (pabrik),” ujarnya.

Langkah Geely ini sejalan dengan tren pabrikan otomotif global yang mulai menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara. Selain faktor pasar domestik yang besar, dukungan pemerintah terhadap industri otomotif rendah emisi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Dengan rencana jangka panjang tersebut, kehadiran pabrik Geely di Indonesia bukan hanya akan memperkuat persaingan di segmen elektrifikasi, tetapi juga memberi sinyal positif terhadap perkembangan industri otomotif nasional di era transisi energi bersih.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun, Antam Bertahan Kuat

    Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun, Antam Bertahan Kuat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan di Pegadaian pada perdagangan Selasa (2/6/2026) bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Penurunan terjadi pada emas produksi UBS dan Galeri24. Harga emas UBS tercatat turun menjadi Rp2.844.000 per gram, sementara Galeri24 ikut melemah ke level Rp2.791.000 per gram. Berbeda dengan keduanya, emas Antam justru menunjukkan ketahanan. Harganya masih bertahan di posisi […]

  • Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    Patok Serapan Anggaran 96 Persen Tahun 2025, Kementerian PKP: Sudah 75,5 Persen

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mematok serapan pagu anggaran tahun anggaran (TA) 2025 mencapai 96 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PKP Didyk Choiroel mencatat realisasi serapan anggaran kementerian telah mencapai Rp 3,98 triliun atau 75,5 persen dari total pagu TA 2025 sebesar Rp 5,27 triliun per 13 November 2025. “Kita sudah 75,5 […]

  • IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup di zona hijau. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, Kamis (6/11/2025), IHSG menguat 0,09% atau 7,30 poin ke 8.325. Dalam pembukaan ada sebanyak 249 saham menguat, 160 dibuka melemah, dan 219 saham belum berubah. Sejumlah saham emiten […]

  • Defisit APBN 2025 Melebar Rp695,1 Triliun, Nyaris Tembus Batas Aman 3% PDB

    Defisit APBN 2025 Melebar Rp695,1 Triliun, Nyaris Tembus Batas Aman 3% PDB

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai Rp695,1 triliun, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir di luar masa pandemi. Nilai tersebut setara dengan 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan nyaris menyentuh batas aman defisit fiskal sebesar 3% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa […]

  • Harga Perak Antam Melemah Jadi Rp 26.200 per Gram

    Harga Perak Antam Melemah Jadi Rp 26.200 per Gram

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada awal pekan Senin (27/10/2025). Mengutip Investor, harga perak Antam melemah Rp 150 menjadi Rp 26.200 per gram dari harga sebelumnya Rp 26.350 per gram. Harga dasar perak Antam (ANTM) murni dengan berat 250 gram hari ini dipatok Rp 5.800.000, dengan harga […]

  • Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Rabu (12/11/2025) ini. Harganya naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 27.664 per gram. Adanya kenaikan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.200.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 9.102.000. […]

expand_less