Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS Selidiki 2,88 Juta Mobil Tesla karena Dugaan Pelanggaran Fitur FSD

AS Selidiki 2,88 Juta Mobil Tesla karena Dugaan Pelanggaran Fitur FSD

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Amerika Serikat tengah menyoroti sistem kemudi otomatis Tesla. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) resmi membuka penyelidikan terhadap sekitar 2,88 juta kendaraan Tesla yang dilengkapi fitur Full Self-Driving (FSD). Langkah ini diambil setelah muncul lebih dari 50 laporan dugaan pelanggaran keselamatan dan kecelakaan lalu lintas yang diduga terkait fitur tersebut.

Melansir Reuters, Jumat (10/10/2025), NHTSA menyebut sistem FSD yang sejatinya tetap mengharuskan pengemudi waspada dan siap mengambil alih kendali kapan pun telah memicu perilaku kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas. Badan tersebut menerima laporan bahwa mobil Tesla dengan FSD melanggar lampu merah dan berbelok ke arah yang salah saat melakukan pergantian jalur. NHTSA juga mengungkapkan adanya enam laporan di mana kendaraan Tesla dengan FSD aktif menerobos lampu merah dan terlibat tabrakan di persimpangan. Dari insiden tersebut, empat kecelakaan menyebabkan korban luka.

Seorang pengemudi di Houston melaporkan kepada NHTSA pada 2024 bahwa fitur FSD tidak mengenali sinyal lalu lintas, sehingga mobil justru melaju saat lampu merah dan berhenti saat lampu hijau. Ia mengklaim Tesla tidak mengakui adanya masalah, meski sudah dilakukan uji coba langsung bersama pengemudi tersebut.

Selain itu, NHTSA juga akan meninjau perilaku FSD di perlintasan kereta api, setelah dua senator Partai Demokrat, Ed Markey dan Richard Blumenthal, meminta lembaga tersebut menyelidiki meningkatnya laporan nyaris tabrakan. Secara keseluruhan, NHTSA mencatat 58 laporan pelanggaran keselamatan saat fitur FSD aktif, termasuk 14 kecelakaan dan 23 orang terluka. Penyelidikan ini menjadi langkah awal sebelum NHTSA dapat meminta penarikan (recall) kendaraan apabila terbukti terdapat risiko keselamatan yang signifikan.

Akibat penyelidikan tersebut, saham Tesla turun 2,1% pada perdagangan awal. Tesla belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar, namun perusahaan dilaporkan baru saja merilis pembaruan perangkat lunak FSD pekan ini. Fitur FSD merupakan sistem yang lebih canggih dibandingkan Autopilot, dan telah berada di bawah pengawasan NHTSA selama setahun terakhir. Pada Oktober 2024, lembaga tersebut juga memeriksa 2,4 juta kendaraan Tesla dengan fitur serupa setelah empat kecelakaan dilaporkan terjadi dalam kondisi jarak pandang rendah seperti kabut, silau matahari, atau debu termasuk satu kecelakaan fatal pada 2023.

Tesla menegaskan FSD dapat mengemudikan kendaraan hampir di mana saja dengan pengawasan aktif dari pengemudi, namun menekankan bahwa kendaraan belum sepenuhnya bisa mengemudi sendiri. Sebelumnya, pada Januari lalu, NHTSA juga membuka penyelidikan terhadap 2,6 juta kendaraan Tesla atas laporan kecelakaan yang melibatkan fitur pemindahan mobil jarak jauh. Kini, badan tersebut turut meninjau uji coba layanan taksi tanpa pengemudi (robotaxi) Tesla di Austin, Texas, yang diluncurkan pada Juni lalu.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Implementasi Transisi Energi, BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026

    Dukung Implementasi Transisi Energi, BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong implementasi keuangan berkelanjutan dan perdagangan karbon dengan menjadi salah satu penyelenggara Asean Climate Forum (ACF) 2026 pada Rabu (11/2) di Main Hall BEI. Forum yang diinisiasi oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM) ini terselenggara dengan […]

  • Ingat! SPPG Dilarang Masak di Bawah Pukul 12 Malam: Perpres Tata Kelola MBG

    Ingat! SPPG Dilarang Masak di Bawah Pukul 12 Malam: Perpres Tata Kelola MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Tata Kelola Makan Bergizi Gratis telah rampung dan segera diundangkan. Nanik menyebut salah satu yang dibahas dalam beleid ini terkait teknis aturan masak MBG untuk mencegah kasus keracunan. Menurutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang memasak MBG di […]

  • Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Penguatan itu seiring meningkatnya sentimen positif (risk-on) di pasar keuangan regional. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

  • Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti […]

  • 5 Tim Besar Absen di Piala Dunia 2026, Italia Gagal Tiga Kali Beruntun

    5 Tim Besar Absen di Piala Dunia 2026, Italia Gagal Tiga Kali Beruntun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara besar dipastikan absen di ajang Piala Dunia 2026 setelah gagal melewati babak kualifikasi. Hasil ini menjadi kejutan besar dalam peta persaingan sepak bola dunia. Turnamen empat tahunan tersebut memang selalu menghadirkan drama, termasuk tersingkirnya tim-tim unggulan yang selama ini menjadi langganan tampil di putaran final. Italia Kembali Gagal Sorotan utama tertuju […]

expand_less