Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Rumah Pangan Kita (RPK) melaporkan adanya penurunan minat warga membeli beras SPHP karena harga GPM yang lebih murah.

“Mitra penyaluran kios pangan, KDKMP, dan RPK melaporkan menurunnya minat warga dalam membeli beras SPHP akibat GPM yang dilakukan oleh TNI/Polri,” ujar Nita dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (6/10/2025).

Menurut Nita, beras SPHP dalam program GPM TNI/Polri dijual dengan harga setara harga af gudang, sehingga menyulitkan mitra lain menjualnya dengan margin di atas harga tersebut.

“Dalam hal ini, beras SPHP yang terdapat pada GPM TNI/Polri dijual dengan harga setara af gudang, sehingga menyulitkan mitra lainnya dalam menjual beras SPHP di atas harga itu,” jelasnya.

Untuk menghindari kesalahpahaman antarpenyalur, Bapanas mengimbau agar dilakukan koordinasi antarmitra mengenai harga dan mekanisme distribusi beras SPHP.

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sendiri telah terealisasi sebanyak 9.582 kali di 358 kabupaten/kota di 37 provinsi sejak 1 Januari hingga 3 Oktober 2025. Jumlah ini sedikit meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 9.547 kali di 480 kabupaten/kota di 38 provinsi.

“Badan Pangan Nasional bersama seluruh stakeholder terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional melalui program GPM,” pungkas Nita.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neraca Perdagangan Jambi Mei 2026 Surplus US3,63 Juta Meski Ekspor Turun

    Neraca Perdagangan Jambi Mei 2026 Surplus US$183,63 Juta Meski Ekspor Turun

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penurunan ekspor belum menggoyahkan posisi neraca perdagangan Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jambi masih membukukan surplus perdagangan sebesar US$183,63 juta sepanjang Mei 2026. Surplus tersebut terbentuk karena nilai ekspor mencapai US$194,72 juta, sedangkan impor hanya sebesar US$11,09 juta. Meski demikian, baik ekspor maupun impor sama-sama mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Nilai […]

  • Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Parah di Asia

    Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Parah di Asia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raja Charles III menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana badai dan banjir bandang yang melanda sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia. Melalui pernyataan resmi di akun Instagram The Royal Family pada Senin (1/12/2025), Raja Charles dan Permaisuri Camilla menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang terdampak. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga […]

  • Sebulan Menjabat, Menkeu Purbaya Hadapi Banyak Tantangan tapi Yakin Kondisi Terkendali

    Sebulan Menjabat, Menkeu Purbaya Hadapi Banyak Tantangan tapi Yakin Kondisi Terkendali

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bulan pertamanya menjabat sebagai bendahara negara penuh dengan tantangan besar, namun ia memastikan situasi keuangan Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Langkah-langkah awal yang ia ambil bahkan mulai menunjukkan arah baru dalam kebijakan fiskal nasional. “Kesannya (jadi Menkeu) menarik. Penuh tantangan, tapi pasti bisa kami kendalikan,” ujar […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama pihak terkait menetapkan harga tandan buah segar kelapa sawit untuk periode 9-15 Januari. Rapat bersama yang antara lain dihadiri Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) itu memutuskan adanya penurunan harga TBS. Untuk tandan buah segar (TBS) sawit umur 10-20 tahun penurunannya sebesar Rp 31,71 per kg. Pada periode […]

  • Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu sebelumnya yang masih berada di level Rp17.326 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah menunjukkan tren fluktuasi yang masih cukup […]

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

expand_less