Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa atau Rabu (28/1/2026) waktu Jakarta. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan infrastruktur energi dan menghentikan ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent naik USD 1,98 atau 3,02 persen dan ditutup di level USD 67,57 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat USD 1,76 atau 2,9 persen ke posisi USD 62,39 per barel.

Analis dan pelaku pasar memperkirakan produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari, atau sekitar 15 persen dari total produksi nasional, selama akhir pekan akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah utama produksi energi.

Analis Pasar City Index, Fawad Razaqzada, menilai kondisi cuaca dingin telah mendorong kenaikan harga minyak mentah berjangka, dengan risiko jangka pendek masih cenderung ke arah kenaikan.

“Cuaca dingin di AS berpotensi menyebabkan penurunan stok minyak yang cukup signifikan dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika kondisi ini berlanjut,” kata Analis Minyak PVM, Tamas Varga.

Selain itu, ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari pelabuhan-pelabuhan di Pantai Teluk AS sempat turun ke level nol pada Minggu akibat cuaca ekstrem, sebelum kembali pulih secara bertahap pada awal pekan ini.

Dari kawasan lain, ladang minyak terbesar Kazakhstan, Tengiz, diperkirakan belum dapat kembali ke kapasitas normal setidaknya hingga awal Februari, menyusul kebakaran dan pemadaman listrik. Kondisi ini turut memperketat pasokan global.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menyebut pemulihan produksi di Tengiz berlangsung lebih lambat dari perkiraan, sehingga menopang harga minyak dunia. Pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga minyak.

Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga. Kehadiran kapal induk AS di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik, yang berisiko mengganggu pasokan energi global.

Sementara itu, OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan penundaan peningkatan produksi minyak pada pertemuan awal Februari, yang semakin memperkuat sentimen kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Merah Naik Tajam

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Merah Naik Tajam

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) pada Senin (26/1/2026). Meski demikian, cabe rawit merah mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data SIHARKO milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi (26/1), harga cabe rawit merah tercatat mencapai Rp […]

  • Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level  Rp18.070

    Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level Rp18.070

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah akhirnya mereda. Pada pembukaan perdagangan Rabu (15/7/2026), mata uang Indonesia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang […]

  • Rp 161 Miliar Dana Korban Scam Dikembalikan

    Rp 161 Miliar Dana Korban Scam Dikembalikan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan Rp161 miliar yang merupakan dana dari 1.070 masyarakat korban scam/penipuan digital yang berhasil diblokir IASC dari 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan penipuan. Data merupakan catatan sejak IASC mulai beroperasi, 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026. Penyerahan pengembalian dana korban scam secara simbolis digelar Otoritas Jasa […]

  • Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik pengelolaan sampah di Kota Jambi terus bergulir. Persoalan yang semula berkaitan dengan kebersihan lingkungan kini meluas menjadi isu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kenyamanan kawasan perdagangan. Di tengah perdebatan penerapan sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), sejumlah aliansi masyarakat mendatangi DPRD Kota Jambi dan mendesak lembaga legislatif menggunakan hak angket untuk […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun. Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra […]

  • BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara […]

expand_less