Kinerja Bank Jumbo Semester I 2026: BRI Pimpin Laba, Mandiri Tumbuh Paling Kencang
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pertumbuhan laba Mandiri menjadi yang tertinggi, yakni 24,4 persen secara tahunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Empat bank jumbo di Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba pada semester I 2026. BRI menjadi bank dengan laba bersih terbesar, sedangkan Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba paling tinggi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih Rp31,18 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,53 triliun.
Di posisi kedua terdapat Bank Mandiri dengan laba bersih Rp30,4 triliun. Meski nominalnya berada sedikit di bawah BRI, pertumbuhan laba Mandiri menjadi yang tertinggi, yakni 24,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, Bank Central Asia atau BCA mencatat laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I 2026. Kredit BCA untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun, mencapai Rp1.036 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Adapun Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih Rp10,80 triliun, naik 6,33 persen secara tahunan. Meski labanya paling kecil di antara empat bank jumbo tersebut, BNI mencatat pertumbuhan kredit paling agresif.
Total kredit BNI mencapai Rp968,53 triliun, melonjak 24,38 persen dari Rp778,68 triliun pada semester I 2025. Dana pihak ketiga juga tumbuh 22,26 persen menjadi Rp1.100,18 triliun.
Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mempertahankan rasio kredit bermasalah atau NPL pada level 0,98 persen. BNI dan BCA masing-masing mencatat NPL 1,9 persen.
BCA masih memiliki keunggulan pada dana murah. CASA perseroan mencapai Rp1.082 triliun atau sekitar 84,3 persen dari total dana pihak ketiga sebesar Rp1.284 triliun.
Data tersebut menunjukkan persaingan bank jumbo tidak hanya ditentukan oleh besarnya laba. Pertumbuhan kredit, kemampuan menghimpun dana murah, serta pengendalian risiko menjadi penentu kekuatan masing-masing bank sepanjang semester pertama 2026.
- Penulis: say say
