Tanker Thailand-Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Indonesia dan AS Masih Tertahan
- account_circle say say
- calendar_month 16 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Menteri BUMN Resmikan VLCC PERTAMINA PRIDE, Tanker Raksasa Siap Salurkan Energi
JAMBISNIS.COM – Sejumlah kapal tanker minyak milik Indonesia hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi kapal kargo minyak Indonesia dari jalur strategis tersebut tidak mudah.
“Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang harus melewati jalur tersebut.
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, pemerintah mulai mencari alternatif sumber minyak dari negara lain di luar Timur Tengah.
“Impor crude kita dari Middle East itu 20 persen. Dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East,” kata Bahlil.
Sebelumnya, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang pecah sejak akhir Februari 2026 berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di kawasan Teluk. Di sisi lain, beberapa kapal tanker milik negara lain seperti China, Thailand, dan Malaysia dilaporkan telah diizinkan melintas oleh otoritas Iran.
Sementara itu, dari empat kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan, dua di antaranya sudah berhasil keluar dari kawasan Timur Tengah pada pertengahan Maret 2026.
Dua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon yang dioperasikan oleh Pertamina International Shipping. Namun, kedua kapal itu tidak membawa pasokan untuk kebutuhan dalam negeri, melainkan untuk pasar internasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kedua tanker tersebut melayani pengiriman ke negara lain, yakni Kenya dan India.
Sementara itu, dua kapal lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawasan Teluk. VLCC Pertamina Pride diperuntukkan bagi pasar domestik Indonesia, sedangkan Gamsunoro melayani pihak ketiga.
Pertamina bersama pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, guna memastikan keselamatan kapal dan kelancaran distribusi energi nasional.
“Kita juga mendorong supaya situasi di sana semakin baik, sehingga kargo-kargo kita bisa beroperasi dan melewati lokasi itu dengan aman,” ujar Simon.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar