Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, korban jiwa, serta ribuan warga harus mengungsi.
Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, dari Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), sedikitnya terdapat 8 titik longsor dan 10 titik banjir di wilayah Tapanuli Tengah. Hingga Rabu (3/12/2025), sejumlah lokasi masih belum pulih sepenuhnya.
Upaya pencarian korban yang diduga tertimbun material longsor masih dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, dan relawan turut mempercepat pembersihan akses jalan, fasilitas umum, serta rumah warga yang rusak.
Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, wilayah ini memiliki luas 2.194,98 kilometer persegi.
Menurut data BPS 2023, jumlah penduduk Tapanuli Tengah mencapai 386.895 jiwa, terdiri atas:
- 195.087 laki-laki
- 191.808 perempuan
Secara administratif, Tapanuli Tengah terbagi menjadi:
- 20 kecamatan
- 56 kelurahan
- 159 desa
Wilayah ini juga memiliki kekayaan geografis berupa 31 pulau dan sejumlah kawasan pesisir. Karakteristik geografis tersebut membuat wilayah ini rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor.
Dampak Banjir-Longsor di Sumatera: Korban Meninggal Mencapai 753 Orang
Bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra, termasuk Tapanuli Tengah, menimbulkan dampak yang luas. BNPB melaporkan bahwa hingga Rabu (3/12/2025) pagi, jumlah korban meninggal mencapai 753 orang, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang atau belum ditemukan.
Tim SAR gabungan masih meningkatkan pencarian, terutama pada wilayah yang akses jalannya terputus akibat tumpukan material longsor.
Selain itu, ribuan warga dikabarkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemulihan pascabencana, termasuk perbaikan akses jalan dan distribusi logistik, dilakukan secara bertahap mengingat cuaca yang masih tidak menentu.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar