Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak untuk menyelesaikan krisis Ukraina, di tengah meningkatnya tekanan dan sanksi internasional terhadap Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa pendekatan berbasis paksaan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan terhadap konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun itu.

“Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis Ukraina. Paksaan dan tekanan tidak akan memberikan solusi,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers rutin di Beijing, Kamis (24/10). Pernyataan Guo muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai sosok yang dapat mempengaruhi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina.

“Saya yakin Presiden Xi bisa memainkan peran besar terhadap Putin. Kita akan membicarakan soal Rusia–Ukraina,” ujar Trump di Washington, Rabu (22/10), menegaskan keyakinannya bahwa Beijing dapat membantu mendorong gencatan senjata.

Namun, China menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam konflik dan tetap berkomitmen pada upaya diplomasi damai.

“China bukan pihak yang menciptakan krisis Ukraina dan bukan pihak yang terlibat di dalamnya. Kami berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian,” lanjut Guo.

Dalam kesempatan yang sama, Guo Jiakun juga mengecam keras sanksi baru Uni Eropa (UE) terhadap 12 perusahaan asal China dan 3 perusahaan asal India yang dituduh membantu Rusia menghindari sanksi Barat terkait transfer teknologi untuk produksi drone.

“China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak sanksi sepihak ilegal Uni Eropa terhadap perusahaan-perusahaan China. Kami telah mengajukan protes resmi kepada pihak UE,” tegasnya.

Guo menilai langkah UE tidak berdasar dan justru merugikan hubungan bilateral China–Uni Eropa, yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama.

“Tindakan UE tidak kondusif bagi perkembangan hubungan yang sehat dan stabil. China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya,” tambahnya.

China juga menentang keputusan AS yang menjatuhkan sanksi terhadap dua raksasa energi Rusia, yakni Rosneft Oil Company dan Lukoil OAO, beserta anak perusahaannya.

“China menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi Dewan Keamanan PBB,” ujar Guo Jiakun.

Diketahui, Rosneft merupakan perusahaan energi terintegrasi yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, dan penjualan minyak serta gas bumi, sementara Lukoil terlibat dalam distribusi minyak dan gas di berbagai negara.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan, 31 Oktober–1 November 2025.

“Di Korea Selatan, saya akan bertemu dengan Presiden Xi. Kita akan membahas banyak hal, termasuk hubungan ekonomi dan isu global yang penting,” kata Trump.

Ia menggambarkan hubungannya dengan Xi sebagai “sangat baik” dan menyebut pertemuan itu akan berlangsung cukup lama. Namun di sisi lain, Trump memutuskan membatalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan alasan “tidak tepat dilakukan saat ini.”

“Kami membatalkan pertemuan dengan Putin karena rasanya tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Mungkin nanti akan kami lakukan di masa depan,” ujar Trump.

Konflik Rusia–Ukraina kini memasuki fase baru, dengan keterlibatan diplomasi tingkat tinggi dari kekuatan besar dunia. China berupaya mempertahankan posisinya sebagai penengah damai, sementara AS terus menekan Rusia melalui sanksi dan diplomasi ekonomi. Guo Jiakun menegaskan kembali bahwa Beijing akan menolak segala bentuk tekanan sepihak dan tetap fokus pada upaya membangun perdamaian melalui jalur negosiasi.

“China akan terus berupaya menjadi jembatan dialog, bukan sumber konfrontasi,” tutup Guo.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana kantor BPJS Kesehatan

    Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta layanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digelontorkan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan 59,9 juta kasus penyakit kronis seperti jantung, […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi 24 Oktober 2025: Cabai Naik, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Sembako di Kota Jambi 24 Oktober 2025: Cabai Naik, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi masih cenderung stabil menjelang akhir Oktober 2025. Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging masih menunjukkan harga yang relatif tidak berubah. Namun, komoditas cabai mulai […]

  • RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

    RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kualitas biji kakao Indonesia masih tertinggal dibandingkan produsen kakao global, sehingga nilai tambah hilang dan keuntungan pengolahan dinikmati negara lain. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian, menyebut hanya sekitar 10% biji kakao yang difermentasi dengan baik. Akibat rendahnya fermentasi, mutu biji kakao tidak memenuhi standar pembeli premium, […]

  • Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC), telah melakukan pembelian lahan senilai Rp 240 miliar di Kawasan Industri Krakatau I, Cilegon, Banten, untuk mendukung ekspansi bisnis pergudangan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa pembelian tanah tersebut dilakukan pada 30 Oktober 2025 […]

  • Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

    Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toyota memutuskan menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Penyebabnya karena performa penjualan Fortuner di pasar Australia tidak sebaik model Toyota lain. Fortuner pertama kali meluncur di Australia pada 2015. Selama satu dekade, SUV ini dikenal sebagai salah satu model Toyota dengan penjualan paling lambat di negara tersebut. Vice President Sales and Marketing Toyota […]

  • Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 terkait skema kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) akan diselesaikan paling lambat pekan depan. Revisi aturan tersebut menjadi kunci agar pencairan pembiayaan dan pembangunan fasilitas Kopdes dapat dipercepat. “Harusnya sudah selesai dari kemarin. Saya nggak tahu kenapa […]

expand_less