Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus ke pembangunan mobil nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Stimulus itu diberikan supaya mereka bangun pabrik. Sekarang setelah mereka bangun pabrik, struktur biaya masuknya lebih rendah. Jadi ketika insentif berhenti, industri tetap jalan,” ujar Airlangga di Subang, Jawa Barat, kemarin.

Airlangga juga menilai, selama dua tahun pemberian insentif kendaraan listrik, hasilnya sudah terlihat. Harga mobil listrik saat ini menjadi lebih terjangkau, dan sejumlah produsen mulai merealisasikan investasi melalui pembangunan pabrik di Indonesia.

“Sekarang sudah ada mobil listrik dengan harga Rp 152 juta. Sebelum kebijakan ini, tidak ada mobil listrik di bawah Rp 200 juta,” kata Airlangga.

Seiring berakhirnya insentif, anggaran pemerintah akan diarahkan untuk mendukung pengembangan mobil nasional. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan perencanaan dengan mempelajari model bisnis dan strategi investasi yang sudah berjalan, termasuk dari VinFast.

“Anggarannya kita arahkan ke perencanaan mobil nasional. Itu sedang dalam proses,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak akan ada tambahan insentif baru bagi produsen kendaraan listrik. Skema yang ada saat ini dinilai sudah cukup untuk mendorong pembangunan pabrik dan investasi jangka panjang.

“Tidak ada tambahan, yang ada itu existing saja. Jadi yang lain, yang belum punya pabrik tapi menikmati insentif harus ikut seperti VinFast ini (mendirikan pabrik),” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah menyiapkan pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri otomotif. Gagasan tersebut disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia dapat memiliki mobil buatan dalam negeri dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, alokasi dananya sudah disiapkan.

“Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.

“Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” sambungnya.

Prabowo juga mengungkapkan, pengembangan mobil nasional diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia. Adapun beberapa insentif otomotif yang akan terhenti pada akhir tahun ini adalah pembebasan tarif bea masuk bagi mobil listrik berbasis baterai dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen.

Insentif pengurangan PPN ini termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Syaratnya, kendaraan listrik diproduksi lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu, yaitu minimum 40 persen, sementara tarif PPnBM juga akan dibebaskan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

  • Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian […]

  • Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan MSCI di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. Langkah ini dilakukan seiring mulai meredanya kekhawatiran penurunan status (downgrade) saham Indonesia dalam indeks global. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI agar berbagai reformasi pasar modal yang tengah dijalankan […]

  • Harga Emas Pegadaian Stagnan, Berikut Daftarnya Hari Ini

    Harga Emas Pegadaian Stagnan, Berikut Daftarnya Hari Ini

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Pegadaian terpantau stagnan. Baik itu harga emas buatan UBS maupun Galeri24 serta Antam. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian pada Senin (20/4/2026). Harga emas UBS dipatok Rp2.924.000 per gram. Demikian juga harga emas Antam dibanderol Rp3.000.000 per gram dan Galeri24 ditetapkan Rp2.886.000 per […]

  • Kenali Perbedaan Sesak Napas Akibat Jantung dan Asam Lambung

    Kenali Perbedaan Sesak Napas Akibat Jantung dan Asam Lambung

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sesak napas sering dianggap sebagai tanda gangguan jantung. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh masalah asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease. Kedua kondisi tersebut kerap menimbulkan gejala yang mirip, seperti napas terasa berat dan dada tidak nyaman. Padahal, penyebab, tingkat risiko, hingga penanganannya berbeda. Memahami perbedaan sesak napas akibat jantung dan asam […]

  • Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau. Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) […]

expand_less