Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus ke pembangunan mobil nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Stimulus itu diberikan supaya mereka bangun pabrik. Sekarang setelah mereka bangun pabrik, struktur biaya masuknya lebih rendah. Jadi ketika insentif berhenti, industri tetap jalan,” ujar Airlangga di Subang, Jawa Barat, kemarin.

Airlangga juga menilai, selama dua tahun pemberian insentif kendaraan listrik, hasilnya sudah terlihat. Harga mobil listrik saat ini menjadi lebih terjangkau, dan sejumlah produsen mulai merealisasikan investasi melalui pembangunan pabrik di Indonesia.

“Sekarang sudah ada mobil listrik dengan harga Rp 152 juta. Sebelum kebijakan ini, tidak ada mobil listrik di bawah Rp 200 juta,” kata Airlangga.

Seiring berakhirnya insentif, anggaran pemerintah akan diarahkan untuk mendukung pengembangan mobil nasional. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan perencanaan dengan mempelajari model bisnis dan strategi investasi yang sudah berjalan, termasuk dari VinFast.

“Anggarannya kita arahkan ke perencanaan mobil nasional. Itu sedang dalam proses,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak akan ada tambahan insentif baru bagi produsen kendaraan listrik. Skema yang ada saat ini dinilai sudah cukup untuk mendorong pembangunan pabrik dan investasi jangka panjang.

“Tidak ada tambahan, yang ada itu existing saja. Jadi yang lain, yang belum punya pabrik tapi menikmati insentif harus ikut seperti VinFast ini (mendirikan pabrik),” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah menyiapkan pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri otomotif. Gagasan tersebut disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia dapat memiliki mobil buatan dalam negeri dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, alokasi dananya sudah disiapkan.

“Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.

“Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” sambungnya.

Prabowo juga mengungkapkan, pengembangan mobil nasional diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia. Adapun beberapa insentif otomotif yang akan terhenti pada akhir tahun ini adalah pembebasan tarif bea masuk bagi mobil listrik berbasis baterai dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen.

Insentif pengurangan PPN ini termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Syaratnya, kendaraan listrik diproduksi lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu, yaitu minimum 40 persen, sementara tarif PPnBM juga akan dibebaskan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas Antam terpantau naik lagi. Dikutip dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2p026), emas Antam melesat Rp16.000 ke level Rp3.039.000 per gram dari sebelumnya Rp3.023.000. Selain itu, harga buyback emas Antam juga ikut melesat. Hari ini harga buyback emas Antam bertambah Rp 16.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam […]

  • Prabowo di Pertemuan Perdana Board of Peace: Indonesia Dukung Penuh Perdamaian Palestina

    Prabowo di Pertemuan Perdana Board of Peace: Indonesia Dukung Penuh Perdamaian Palestina

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian Palestina pada pertemuan perdana Board of Peace yang digelar di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Dalam forum tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia sepenuhnya mendukung rencana 20 poin perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan, sejak awal Indonesia […]

  • Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan 142.743 unit KPR Sejahtera FLPP atau setara 81,8% dari total nasional sebanyak 188.434 unit. Capaian tersebut membuktikan peran strategis BTN dalam menopang program pemerintah di sektor perumahan rakyat. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan keberhasilan program KPR subsidi tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah. […]

  • Purbaya Terbitkan PMK 27/2026, Anggaran OJK Kini Masuk APBN Tanpa Ganggu Independensi

    Purbaya Terbitkan PMK 27/2026, Anggaran OJK Kini Masuk APBN Tanpa Ganggu Independensi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola anggaran Otoritas Jasa Keuangan. Aturan ini mulai berlaku sejak 24 April 2026. Regulasi tersebut menempatkan anggaran OJK sebagai bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tepatnya dalam pos Bendahara Umum Negara. Meski demikian, pemerintah […]

  • Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

    Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah langkah pemerintah melakukan nasionalisasi kebun sawit ilegal, pelaku usaha dan petani sawit meminta kepastian hukum agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan masyarakat. Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai penertiban lahan sawit ilegal perlu disertai mekanisme hukum yang jelas, transparan, dan membuka ruang dialog antara pemerintah […]

  • Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musyawarah Nasional (Munas) XXX Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menetapkan Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), sekaligus mengakhiri kepemimpinan Grand Master (GM) Utut Adianto yang menjabat sejak 2018. Munas yang berlangsung pada 10–12 April 2026 ini […]

expand_less