Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Properti » Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan insentif bagi industri otomotif nasional pada tahun depan. Kebijakan ini dinilai penting mengingat sektor tersebut memiliki dampak berkelanjutan (multiplier effect) yang besar dan saat ini tengah mengalami kontraksi.

“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan. Forwardbackward linkage yang luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah untuk ekonominya juga luar biasa besar. Dan oleh sebab itu, kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus kepada pemerintah untuk sektor otomotif,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Agus menyampaikan bahwa stimulus dibutuhkan karena industri otomotif sedang mencatatkan penurunan penjualan baik di level pabrik maupun dealer. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi pabrik ke dealer pada Januari–Oktober 2025 mencapai 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 711.064 unit.

Sementara penjualan retail atau dari dealer ke konsumen tercatat 660.659 unit, turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit. Agus menjelaskan, insentif yang tengah disiapkan mencakup stimulus pada sisi permintaan (demand) maupun sisi persediaan (supply).

“Oleh sebab itu, merupakan tanggung jawab kami. Hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik (EV) memang meningkat signifikan pada periode Oktober–Januari 2025. Namun sebagian besar penjualan tersebut didominasi kendaraan impor Completely Built Up (CBU).

Dari total penjualan kendaraan listrik 2025 sebanyak 69.146 unit, sekitar 73 persen merupakan EV impor. Nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dari produk tersebut pun lebih banyak terjadi di negara asal.

Sementara itu, segmen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri—yang selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional—justru mengalami penurunan penjualan cukup tajam. Menurut Febri, keliru apabila menilai industri otomotif sedang kuat hanya berdasarkan pertumbuhan pada segmen tertentu.

Saat ini, insentif pemerintah untuk battery electric vehicle (BEV) berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM 0 persen masih diberlakukan sebagai tahap uji pasar. Namun insentif tersebut sebagian besar dinikmati oleh kendaraan impor.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Garmen Bandung Siap Tembus Pasar Internasional

    Industri Garmen Bandung Siap Tembus Pasar Internasional

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri garmen Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global, terutama melalui produk dengan spesialisasi dan nilai tambah tinggi. Salah satu contohnya datang dari Bandung, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu sentra industri garmen nasional. Perkembangan tren fesyen yang semakin mengarah pada fungsi dan kenyamanan membuka ruang bagi produk-produk khusus, […]

  • Bahlil: Jumlah Sumur Rakyat Naik Jadi 45 Ribu, Potensi Tambah Lifting 45 Ribu Barel per Hari

    Bahlil: Jumlah Sumur Rakyat Naik Jadi 45 Ribu, Potensi Tambah Lifting 45 Ribu Barel per Hari

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat jumlah sumur rakyat meningkat dari sebelumnya 30 ribu menjadi 45 ribu sumur. “Kami sudah menginventarisir, kurang lebih sekitar 45 ribu potensi sumur yang selama ini dikelola oleh rakyat,” ucapnya dalam konferensi pers soal sumur rakyat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (9/10/2025). Apabila […]

  • Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US0 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US$950 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$950 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat surplus US$2,51 miliar. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei […]

  • Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan aktivitas jual beli gas bumi pada proyek pipa transmisi gas Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II dapat mulai berjalan pada Juni 2026. Proyek strategis nasional ini memiliki panjang 245 kilometer dan ditargetkan rampung secara fisik pada tahun ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

  • Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Menguat 6 Poin

    Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Menguat 6 Poin

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Dibuka pada perdagangan Selasa (10/2/2026), rupiah bergerak menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.799 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah di level Rp16.805 per dolar AS. Penguatan rupiah ini didorong meredanya ketegangan geopolitik global dan sikap wait and see pelaku pasar jelang rilis data […]

  • IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    IHSG Melaju di Zona Hijau, Mengikuti Langkah Bursa Regional

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) dibuka naik pada perdagangan Rabu (3/12/2025) pagi, mengikuti jejak bursa regional. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,26% atau 22,619 poin ke level 8.639,662. Tercatat 252 saham naik, 283 saham turun, 181 saham stagnan. Total volume perdagangan 10,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 5,1 triliun. Sebanyak delapan […]

expand_less