Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Properti » Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan insentif bagi industri otomotif nasional pada tahun depan. Kebijakan ini dinilai penting mengingat sektor tersebut memiliki dampak berkelanjutan (multiplier effect) yang besar dan saat ini tengah mengalami kontraksi.

“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan. Forwardbackward linkage yang luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah untuk ekonominya juga luar biasa besar. Dan oleh sebab itu, kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus kepada pemerintah untuk sektor otomotif,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Agus menyampaikan bahwa stimulus dibutuhkan karena industri otomotif sedang mencatatkan penurunan penjualan baik di level pabrik maupun dealer. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi pabrik ke dealer pada Januari–Oktober 2025 mencapai 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 711.064 unit.

Sementara penjualan retail atau dari dealer ke konsumen tercatat 660.659 unit, turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit. Agus menjelaskan, insentif yang tengah disiapkan mencakup stimulus pada sisi permintaan (demand) maupun sisi persediaan (supply).

“Oleh sebab itu, merupakan tanggung jawab kami. Hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik (EV) memang meningkat signifikan pada periode Oktober–Januari 2025. Namun sebagian besar penjualan tersebut didominasi kendaraan impor Completely Built Up (CBU).

Dari total penjualan kendaraan listrik 2025 sebanyak 69.146 unit, sekitar 73 persen merupakan EV impor. Nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dari produk tersebut pun lebih banyak terjadi di negara asal.

Sementara itu, segmen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri—yang selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional—justru mengalami penurunan penjualan cukup tajam. Menurut Febri, keliru apabila menilai industri otomotif sedang kuat hanya berdasarkan pertumbuhan pada segmen tertentu.

Saat ini, insentif pemerintah untuk battery electric vehicle (BEV) berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM 0 persen masih diberlakukan sebagai tahap uji pasar. Namun insentif tersebut sebagian besar dinikmati oleh kendaraan impor.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingat! SPPG Dilarang Masak di Bawah Pukul 12 Malam: Perpres Tata Kelola MBG

    Ingat! SPPG Dilarang Masak di Bawah Pukul 12 Malam: Perpres Tata Kelola MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Tata Kelola Makan Bergizi Gratis telah rampung dan segera diundangkan. Nanik menyebut salah satu yang dibahas dalam beleid ini terkait teknis aturan masak MBG untuk mencegah kasus keracunan. Menurutnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang memasak MBG di […]

  • Mutiara Ayu Puspitasari Tersingkir di Semifinal Indonesia Master II 2025 Usai Kalah dari Devika Sihag

    Mutiara Ayu Puspitasari Tersingkir di Semifinal Indonesia Master II 2025 Usai Kalah dari Devika Sihag

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, harus mengakhiri perjuangannya di Indonesia Master II 2025 setelah kalah dari Devika Sihag, atlet asal India, pada babak semifinal di GOR PBSI Pancing, Deli Serdang, Sabtu (25/10/2025). Pertandingan berakhir dengan skor 9-21, 21-19, 12-21. Usai laga, Mutiara Ayu mengakui bahwa dirinya bermain terlalu hati-hati dan sering mempertimbangkan […]

  • Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

    Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berencana mengganti penggunaan gas LPG dengan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara mulai tahun 2026. Langkah ambisius ini diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional. Program ini sejatinya sudah digagas sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo […]

  • Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    Harga Perak Antam Melonjak Jadi Rp 36.245 per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam mengalami lonjakan pada Rabu (10/12/2025) ini. Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 1.600 menjadi Rp 36.245 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 9.461.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.501.988. Sedangkan perak dengan berat […]

  • Sudah 2000 Pesanan, GAC Umumkan Uji Coba Produksi Mobil Terbangnya

    Sudah 2000 Pesanan, GAC Umumkan Uji Coba Produksi Mobil Terbangnya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mobil terbang GAC Govy milik GAC segera diperbanyak produksinya. GAC telah mengonfirmasi terkait uji coba produksi kendaraan terbang mereka tersebut yang dilaksanakan di Guangzhou, China, pada Januari 2026. CarnewsChina mengabarkan bahwa kejelasan produksi masal untuk mobil terbang tersebut bisa menjadi acuan untuk mempercepat sertifikasi kelayakan terbang. Fasilitas ini memiliki bengkel khusus untuk perakitan […]

  • Harga Perak Tembus Rp51.450 per Gram, Level Baru

    Harga Perak Tembus Rp51.450 per Gram, Level Baru

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam kembali melonjak hari ini. Harga terbarunya melampaui level Rp50.000. Dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (10/2/2026), harga perak Antam melonjak tinggi Rp1.500 ke level Rp51.450 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Senin (9/2/2026) melesat tinggi Rp 750 ke level Rp 50.250 per gram. Harga dasar perak Antam murni […]

expand_less