Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun menjadi 74,3 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan November (74,6 persen), Oktober (74,7 persen), dan September 2025 (75,1 persen).

Sebaliknya, kecenderungan menabung masyarakat justru meningkat. BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan (savings to income ratio) pada Desember 2025 naik menjadi 14,87 persen, lebih tinggi dibandingkan November sebesar 14,44 persen dan Oktober 2025 sebesar 14,32 persen. Kondisi ini menunjukkan masyarakat semakin defensif dalam menyikapi tekanan ekonomi.

Sejalan dengan tren tersebut, Indeks Penjualan Riil (IPR) BI memproyeksikan penjualan eceran pada akhir 2025 tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Meski masih mencatatkan pertumbuhan, angka ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 6,3 persen secara tahunan, menandakan momentum belanja akhir tahun tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai perlambatan konsumsi ini bukan sekadar faktor musiman. Menurutnya, pelemahan daya beli mencerminkan tekanan biaya hidup yang belum sepenuhnya mereda serta meningkatnya kehati-hatian rumah tangga akibat ketidakpastian pendapatan dan prospek ekonomi ke depan.

Ia mengingatkan, meskipun pertumbuhan ekonomi 2025 masih terjaga, ketergantungan ekonomi nasional pada konsumsi rumah tangga berisiko melemah apabila tidak disertai perbaikan struktural, seperti penguatan upah riil dan kepastian kerja. Kenaikan rasio tabungan memang memberi bantalan likuiditas memasuki 2026, namun tidak otomatis mendorong perputaran ekonomi di sektor riil.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. Ia memperkirakan konsumsi rumah tangga tetap tumbuh pada 2026, namun lajunya berpotensi terbatas jika masyarakat terus memprioritaskan tabungan. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci untuk menjaga daya beli riil masyarakat.

Para ekonom menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang lebih presisi pada 2026, terutama untuk menekan biaya hidup dan memastikan stimulus fiskal benar-benar efektif mendorong konsumsi kelompok menengah ke bawah. Tanpa langkah tersebut, konsumsi diperkirakan tetap tumbuh, tetapi dengan daya dorong yang semakin terbatas terhadap perekonomian nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tentara Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 WNA Ditangkap

    Tentara Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 WNA Ditangkap

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Militer Myanmar melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap pusat penipuan online di kawasan perbatasan Thailand, Shwe Kokko, dan menangkap hampir 350 warga negara asing yang terlibat dalam operasi tersebut. Langkah agresif ini menjadi bagian dari upaya junta menindak kompleks pasar gelap dan jaringan kejahatan digital yang selama bertahun-tahun berkembang di wilayah konflik itu. Menurut laporan […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan utama belum menunjukkan gejolak berarti, meski beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas beras, harga masih bergerak stabil. Beras Naruto dan Beras Belido masing-masing […]

  • Menaker Perkuat Pencegahan Gratifikasi di Ketenagakerjaan

    Menaker Perkuat Pencegahan Gratifikasi di Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen memperkuat pencegahan gratifikasi dan korupsi di kementeriannya, guna memastikan layanan ketenagakerjaan berjalan bersih, adil, dan meningkatkan kepercayaan publik. Dalam acara “Penguatan Integritas dan Komitmen Pencegahan Gratifikasi dan Korupsi” di Jakarta, Yassierli menekankan bahwa penguatan integritas bukan sekadar slogan, melainkan kerja harian yang menuntut kejujuran, kepatuhan, dan pemahaman risiko […]

  • Warga Bahar Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Dorong Akses Ekonomi Muaro Jambi

    Warga Bahar Selatan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Dorong Akses Ekonomi Muaro Jambi

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Semangat gotong royong warga di wilayah Bahar Selatan menuju Bahar Tengah, Kabupaten Muaro Jambi, patut diacungi jempol. Sabtu (25/10/2025), mereka kompak turun tangan memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan cara patungan dana dan tenaga. Kegiatan ini digagas oleh Paguyuban Busurpitu yang diketuai Budiantoro, bersama para pemuda serta aparat Desa Bukit Subur. Warga bergotong […]

  • Kemenkeu Didesak Terbitkan Blacklist Importir Barang Bekas

    Kemenkeu Didesak Terbitkan Blacklist Importir Barang Bekas

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendapat tenggat waktu satu minggu untuk menyelesaikan daftar hitam (blacklist) importir nakal yang selama ini kedapatan memasukkan barang impor bekas ke Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penindakan tegas terhadap importir yang melanggar aturan sudah tidak bisa ditunda lagi, sehingga daftar hitam tersebut wajib segera diterbitkan. Purbaya mengakui […]

  • Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

    Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap masih banyak masyarakat berpenghasilan tinggi yang mendapat bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI) dari pemerintah. Bahkan, ada peserta dengan gaji Rp100 juta per bulan yang iurannya masih ditanggung negara. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025), Budi mengatakan temuan ini terungkap setelah dilakukan sinkronisasi data antara […]

expand_less