Burgo Makanan Khas Palembang: Sejarah, Filosofi, dan Resep Lengkap Adonan serta Kuah Gurihnya
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Perpaduan antara kelapa (santan) dan ikan gabus juga melambangkan kesatuan yang utuh setelah melalui proses panjang. Dari bahan sederhana, lahirlah sajian istimewa yang penuh makna.
JAMBISNIS.COM – Kalau ngomongin kuliner khas Palembang, kebanyakan orang langsung ingat pempek. Padahal, ada satu hidangan tradisional yang nggak kalah lezat dan sarat makna, yaitu burgo. Makanan khas Palembang ini punya cita rasa gurih dengan kuah santan putih yang lembut dan bikin nagih, apalagi disantap saat sarapan atau berbuka puasa.
Sejarah Burgo, Warisan Kuliner Palembang
Burgo sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam sekitar abad ke-17. Saat itu, beras mulai masuk ke wilayah Palembang dari Jawa dan Siam.
Sebelumnya, masyarakat setempat lebih banyak mengonsumsi sagu. Cara memasaknya pun mirip: direndam, dihaluskan, lalu digulung. Dari situlah muncul inovasi membuat adonan berbahan tepung beras yang dimasak tipis seperti dadar, kemudian digulung.
Karena gulungan tersebut cenderung hambar, dibuatlah kuah santan berbumbu dengan tambahan ikan gabus. Perpaduan inilah yang akhirnya melahirkan burgo, yang juga dikenal sebagai bubur sego.
Menariknya, pada tahun 2021 burgo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penetapan ini menjadi langkah penting untuk melestarikan kuliner tradisional khas Palembang agar tidak diklaim negara lain.
Ciri Khas Burgo yang Bikin Nagih
Burgo terbuat dari adonan tepung beras yang dimasak tipis seperti dadar, lalu digulung dan dipotong-potong. Setelah itu, potongan burgo disiram kuah santan putih yang gurih, biasanya ditambah potongan telur rebus.
Teksturnya lembut, kuahnya creamy dengan aroma rempah yang khas. Nggak heran kalau burgo sering hadir saat hajatan, syukuran, hingga bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.
Buat kamu yang penasaran dan ingin coba bikin sendiri di rumah, berikut resep lengkap adonan dan kuah burgo.
- 1. Bahan Adonan Burgo
- 500 gram tepung beras
- 3 sdm tepung sagu/tapioka
- 1.600 ml air
- 1 sdt garam
Cara Membuat Adonan:
- Siapkan air mendidih, lalu seduh setengah bagian tepung beras. Aduk hingga rata.
- Masukkan sisa tepung beras dan tepung tapioka, aduk sampai adonan halus.
- Panaskan wajan anti lengket dan olesi sedikit minyak.
- Tuang adonan tipis seperti membuat dadar.
- Setelah matang, angkat lalu gulung.
- Potong-potong sekitar 2 cm, sisihkan.
2. Bahan Kuah Burgo
- 250 gram ikan gabus
- 5 sdm santan
- 4 lembar daun salam
- 2 batang serai (geprek)
- 2 cm lengkuas (geprek)
- 6 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 1½ sdt ketumbar
- 2 cm jahe
- 2 butir kemiri
- Garam dan penyedap secukupnya
- 1,5 liter air
Cara Membuat Kuah:
- Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, dan kemiri.
- Tumis bumbu hingga harum.
- Masukkan daun salam, serai, dan lengkuas.
- Tambahkan air, santan, dan ikan gabus.
- Beri garam serta penyedap secukupnya.
- Masak hingga ikan matang dan kuah mengental.
Sajikan potongan burgo dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah santan panas. Tambahkan potongan telur rebus jika suka.
Filosofi di Balik Proses Memasak Burgo
Burgo bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kesabaran. Proses memasaknya harus satu per satu saat membuat dadar tipisnya. Dibutuhkan ketelatenan agar hasilnya rapi dan tidak sobek.
Perpaduan antara kelapa (santan) dan ikan gabus juga melambangkan kesatuan yang utuh setelah melalui proses panjang. Dari bahan sederhana, lahirlah sajian istimewa yang penuh makna.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar